Never Forget

Never Forget
Our fate



"Mulai hari ini aku akan tinggal di sini. Dimana kamar kita. Aku yakin pasti di kamar itu." Tunjuk Naomi. Ia afal betul tata letak condominium itu. Ia dengan cepat membereskan semua pakaiannya. Bahagia, itu satu kata yang ia rasakan. Ia ingin melupakan masa lalu yang buruk dan membangun kehidupan yang baru dengan Dino dan kedua anaknya.


Naomi merapikan lemari dan juga peralatan Dino yang lain. Dia juga mengganti semua seprai dan selimut di kamarnya sambil mengenang kebersamaan mereka dulu. Ia mengembalikan lagi semua barang kenangan mereka termasuk semua foto-foto mereka.


"Hi! Kamu pasti anaknya Bronson. Aku Naomi, mulai hari ini aku akan tinggal disini. Aku akan mengurus mu dengan baik." Ucapnya ketika melihat Brownie di kamar itu, masuk untuk mencari Dino atau Milka. Naomi lalu menggendongnya dan memperlihatkan foto lamanya saat bersama Bronson. "Ini serasa mimpi bagiku. Aku akan menjaganya dengan baik."


Di luar, ia mendengar suara Dino, Milka dan Domi yang sedang tertawa. Ternyata, mereka sedang bermain kuda-kudaan. Dino menjadi kudanya. "Aduh, kudanya cape nih..." Ucap Dino lalu kedua anaknya, "Papa jangan dong...." Akhirnya Dino lanjut lagi bermain dengan mereka. Mereka bertiga terlihat sangat bahagia. Naomi merasa utuh menjadi seorang wanita. Ia lalu melanjutkan berkeliling rumah satu per satu ke kamar Milka dan Domi. Ia yakin semua kamar itu di design langsung oleh Dino. Naomi bangga pada Suaminya itu.


"Waktunya makan Malam." Teriak Naomi. Milka adalah yang pertama berlari ke ruang makan. "Mama, Milka mau strawberry!" Ucapnya.


"Mama buat spaghetti bolognese. Kamu suka makan Strawberry?" Ia senang sekali, Milka memiliki selera seperti dirinya. "Lalu, gimana kamu makan Strawberry selama ini. Papa kan alergi sama Strawberry?" Ledek Naomi di depan Dino. Milka lalu menariknya, dan memberitahu rahasia Dino. Ia menarik salah satu laci dan mengeluarkan sarung tangan Dino. Dia punya satu set dengan berbagai warna. "Papa pakai ini.." Ucap Milka polos.


"Ternyata kamu kreatif juga ya Dino." Puji Naomi.


"Aku harus mencari cara untuk memberi Milka makan Strawberry." Balas Dino. "Bagaimana dengan Dino, makanan apa yang kamu sukai? Apakah juga Strawberry?"


"Aku alergi Pa sama Strawberry. Aku lebih suka coklat dan Cherry."


"Ternyata kamu kayak papa ya..." Ucap Dino lalu memeluk anak itu. "Anak lelaki papa udah besar nih." Tambahnya. Mereka berempat makan dengan lahap. Ini pertama kalinya mereka bersama-sama di meja makan. Naomi dengan semangat melayani kedua anaknya. Dino juga menceritakan banyak hal soal Milka kepada Naomi.


"Nom, Milka ini kamu banget!" Ucap Dino. "Serius! Dia jago banget ballet kayak kamu." Tambahnya.


"Serius! Mama senang banget ada yang meneruskan kecintaan mama pada Ballet. Kamu sudah menemukan sekolah ballet di Jakarta?" Tanyanya antusias. Ia berjanji akan membantu Milka mencarikan tempat kursus yang baik.


Setelah selesai menyantap makan malam mereka sudah waktunya bagi anak-anak untuk membaca buku sebelum mereka tidur. Selagi mereka memilih, Dino membantu Naomi mencuci piring. "Aku bangga sama Milka, dia tumbuh menjadi anak yang baik."


"Iya Milka kakak yang baik." Jawabnya santai. Mereka begitu santai. "So, bagaimana dengan kita?" Tembak Naomi pada Dino.


"Kapan kamu akan putus dengan Samantha?" Tanyanya lagi.


"Aku harus memikirkan cara yang tepat." Jawabnya.


"Ok.." Ucap Naomi diakhiri dengan menghela napas panjang. Dino seketika melirik, ia merasa suasana menjadi panas.


"Pa.. Baca buku ini." Dino memilih buku cerita tentang planet dan ingin ayahnya membacakan untuknya. "Ok, malam ini papa akan membacakan buku ini buat kalian berdua. Malam ini di kamar siapa? Milka atau Domi?" Mereka berdua berebut kamar siapa yang akan digunakan lebih dulu. Dino akhirnya membuat kesepakatan, setiap malam secara bergantian, ia akan membacakan buku di kamar masing-masing.


"Setuju Pa.." Ucap mereka. Sebelum tidur Naomi dan Dino membantu kedua anak mereka untuk bersih-bersih dan mengganti baju. Dino lebih banyak mengurus Domi sedangkan Naomi mengurus Milka. Setelahnya Dino membacakan buku cerita sampai mereka berdua tertidur. Naomi menatap bertapa bahagianya Domi dan Milka di samping Dino. Sesuatu yang tidak bisa ia lakukan.


"Domi, papa akan berusaha membahagiakanmu." Ucapnya mengecup manis dahi Domi.


"Dino, makasih karena kamu membiarkan aku tinggal disini bersama Milka dan Domi." Ucapnya ketika mereka berjalan keluar dari kamar tidur Milka.


"Aku bersih-bersih dulu." Dino mulai salting dengan Naomi. Tapi setelah keluar dari kamar mandi ia mendapat kejutan baru dari Naomi. 2 buah bantal dan selimut di dekat tempat tidurnya.


"Malam ini, kamu tidur di sofa sampai kamu putus dari Samantha." Ucap Naomi


"Kamu yakin aku mau putus. Aku gak bilang aku bakal putus." Elak Dino.


"Aku yakin kamu akan putus. Sua-mi-ku." Naomi merangkulnya dengan lembut namun menggoda. "Because you're married man. Good Night, Dino."