Never Forget

Never Forget
Happy ?



"Bagaimana rasanya makan bersama mama dan anak-anak?" Tanya Dino dalam perjalanan ke sekolah Milka dan Domi.


"Aku bahagia meskipun mama masih gak suka sama aku. Aku merasa seperti keluarga." Jawabnya.


"Hari ini kamu sibuk?" Tanyanya lagi. Naomi menggeleng mengisyaratkan dirinya tidak sibuk. "Aku mau aja kamu ke suatu tempat." Tambahnya. "Milka, Domi siang ini langsung pulang ke rumah ya." Pesannya sebelum mereka turun dari mobil.


"Itu Milka datang bareng papanya." Ucapnya para guru. Dino cukup terkenal diantara para guru. Mulailah Naomi cemburu, dia langsung mengandeng tangan Dino padahal ia sedang membantu Milka dan Domi memakai tas mereka.


"Nom, kamu kenapa?" Ia melirik ke arah rangkulan Naomi yang sangat erat dengannya. "Jalannya memang harus begini. Nom gak enak dilihat orang lain." Naomi semakin erat menggandeng tangan Dino. Dino hanya tersenyum melihat Naomi melirik kearah guru-guru yang menunggunya. Ia jadi teringat Naomi saat cemburu pada suster Santi. "Kamu cemburu? Gak perlu Nom. Aku hanya milik kamu dari dulu."


Dino langsung menarik Naomi dan memperkenalkannya kepada semua guru. "Good morning, ma'am. Please, take care of the children." Ucapnya


"Sure, they are very sweet and polite. I will take care of them. Don't worry. Mr. Dino, Student class 3-6 will have a show at the end of this weekend. We hope you can join with us. Milka and Domi also."


"Of course, we will be there." Balas Dino. "Ms. Serra, this is my wife, Naomi. The mother of my child. Naomi this is Mrs. Serra, she is homeroom teacher of Milka and Domi at the school." Dino berharap dengan ini, Naomi tidak akan lagi merasa cemburu atau kuatir. Dino juga mengandeng erat tangan.


"Oh this is the mother of the children" Balas wanita itu kecewa.


"Ms. Serra, I think you should use a longer skirt.." Celetuk Naomi. Serra shock mendengarnya langsung menarik roknya agar mencapai lutut. "Hallo, I'm Naomi. Milka dan Domi' mother, wife of Dino Bratayudha." Sambil mengajukan tangannya.


"I'm Ms. Serra." Balasnya sinis. "Milka told me that his mother was a schoolmate of his father." Tambahnya lagi.


"Of course, I'm his schoolmate from junior highschool. We are graduated from the sama university in England and ..." Dino langsung menghentikan Naomi dan menegurnya.


"Nomi, enough. Ms. Serra, we go first."


Ia ingat dulu pernah melihat Naomi dan Dino bersama saat mereka SMP. Naomi keluar dari mobil Dino saat mereka masuk sekolah. Serra melihat dari balik pohon yang berada di seberang jalan, bajunya terlihat kusam bahkan sekolahnya jauh dari kesan elit. Dalam hal bercinta ia juga kerap kecewa, ia tidak bisa mendapatkan lelaki yang dia impikan karena ia miskin dan tak berpendidikan baik hanya bermodalkan sertifikat bahasa yang baik.


Sejak pertama kali, ia bertemu dengan Dino, Serra sudah jatuh hati padannya. Ketika ia bertemu kembali, ia yakin ini adalah jalan untuknya namun Naomi kembali menang atasnya.


Serra mengepalkan tangannya menatap kedua orang itu bersama, Dino menatap Naomi penuh cinta. "Kenapa harus kamu, Naomi!"


"Ms. Serra, come on. School is about to start." Guru yang lain mengingatkannya. Selama pelajaran, ketika ia melihat Domi dan Milka, ia menjadi semakin iri pada Naomi. Mengapa hidupnya selalu beruntung?


"Ma. Serra. Are you ok? Work hard, you're still on probation. Our school has good credibility and they all come from wealthy families. If you're thinking of changing your life instantly, think twice. I know you are interested in Milka and Domi's father. I warned you." Ucap salah satu guru yang lebih senior.


Serra semakin membenci Naomi. Kenapa dia harus lebih unggul dalam segala hal.


Naomi tak pernah melepaskan tangan Dino. Ia terus menggandeng tangannya. "Nom, aku lagi nyetir. Tangannya lepas dulu ya, cemburunya udah dong."


"Siapa yang cemburu, aku gak cemburu. Aku cuman mau semua dunia tahu kalau Dino Bratayudha sudah miliknya Naomi." Ucapnya.


"Kamu mau bawa aku kemana?" Tanya Naomi.


"Surprise! I will close your eyes and then I will open the blinds when we get to." Dino menutup mata Naomi dan menggandengnya melewati sebuah jalan khusus menuju sebuah tempat yang sangat indah...


Dino mulai berbisik di telinga Naomi. Bisikan yang amat lembut. "Nom, aku mau selalu jadi orang di belakangmu untuk mendukung semua mimpi kamu. Aku mau kamu kejar impianmu. Impian yang pernah kamu bangun." Dino langsung membuka penutup Naomi. "Tara!!!! You like it?" Ucapnya.


Naomi langsung menitihkan air matanya. Dia tidak percaya dengan semua ini. Ia bisa melihat lagi semuanya. Ia hanya bisa menatap Dino dengan haru..