
Setelah melewati lebih dari 4 jam waktu operasi. Akhirnya Dino mengetahui kabar tentang Ibunya.
"Keluarga dari ibu Ratih." Kalimat itu menjadi penanda kabar terbaru dari Ratih.
"Saya dok, saya anaknya..." Balas Dino. Ia dipanggil untuk menemui dokter di dalam. "Nom, tunggu disini. Sebentar lagi Om Togaya datang. Kamu masih ingatkan. Om Togaya, dia yang membantu kamu dulu. Aku masuk temui dokter." Ucapannya.
Naomi menunggu dengan harap-harap cemas, ia berharap sesuatu yang baik untuk sang ibu mertua. Ia tidak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan Ratih. "Tuhan, aku mohon berikanlah kesembuhan bagi mama Ratih. Berikanlah Dino kekuatan untuk menghadapi semuanya." Ucap Naomi. Naomi lupa, di rumah ada Milka dan Domi yang sedang menunggunya. Tadi, mereka mendesak untuk ikut. Naomi teringat akan hal itu dan segera menghubungi mereka.
"Milka, Domi. Mama gak bisa pulang malam ini. Mama mau menemani Papa. Kalian berdua di rumah dulu sampai nanti Oma sudah sembuh dan bisa bertemu kalian."
"Ma... Oma gak papakan?" Tanya Domi.
"Ia, tidak apa-apa. Domi berdoa untuk kesembuhan Oma ya." Pinta Naomi. Tak lupa ia memuji kedua putri dan putranya. Ia sangat bersyukur memiliki mereka berdua. Setelah menutup panggilan itu, ia sedikit menitihkan air mata. "Kalian adalah kekuatan yang mama miliki. Mama akan berjuang untuk kalian. Mama tidak akan menyerah. Apapun yang terjadi mama akan berusaha keluarga kita selalu bersama.
"Domi? Siapa dia? Apakah dia anak yang dilahirkan oleh Naomi? Anak yang di ceritakan Mbak Ratih?" Togaya datang dan memperhatikan tingkah Naomi dari jauh. Ia melihat Naomi sudah berubah dan lebih dewasa. "Naomi.." Panggil Togaya.
Naomi langsung berdiri dan memberikan hormat dan pelukan pada Togaya. "Om.. Apa kabar?" Tanya Naomi.
"Sudah lama kita tidak bertemu kurang lebih 6-7 tahun. Selama ini, Om tinggal di Amerika membantu Dino mengurus usahanya di sana. Dimana Milka?" Tanyanya
"Milka di rumah Om bersama Adiknya." Ucapnya. "Om Dino punya usaha di Amerika?" Tanyanya balik.
Togaya mengangguk dan menceritakan apa yang dilakukan Dino selama 6 Tahun. Ia dengan cepat bisa masuk kedalam list salah satu arsitek terbaik di Amerika. Ia bahkan memiliki perusahaannya sendiri. Dino cukup banyak memiliki perusahaan baik itu miliknya atau juga pengembangan dari bisnis keluarga. Terakhir, ia pulang ke Indonesia karena ada urusan bisnis namun pada akhirnya dia menetap karena dia kembali bersama Naomi.
"Terakhir kali dia bilang akan menetap di Indonesia bersama kamu dan juga anaknya." Ucap Togaya menunjuk Naomi. Ia juga bertanya soal Domi. Ia penasaran apakah Domi adalah anak yang dia kandung 6 tahun yang lalu. "Naomi, kalian pergi kemana 6 tahun yang lalu. Bukankah kamu sedang mengandung? Om tidak menemukan kalian." Tanya Togaya.
"Om, makasih sudah memberi kami tempat tinggal saat itu. Kami pergi untuk menghindari orang-orang yang mencari kami karena hutang kak Nino yang begitu banyak. Aku gak mau menyusahkan Om Togaya." Ucapnya.
"Tapi saat itu kalian kemana, kamu dan Ibu Murni dan anak-anak itu. Kamu bahkan sedang mengandung anak Dino."
"Om, apakah pernah memberitahu Dino tentang anak dalam kandunganku?"
Togaya terdiam .... Ia mengingat kata-kata Ratih untuk menyingkirkan Naomi dari hidup Dino namun ia tidak tega karena saat itu wanita itu mengandung calon cucunya juga. Bagaimanapun, Janin itu adalah cucu Hendrik dan Ratih, kakaknya.