Never Forget

Never Forget
Cheating with Ms. Serra



"Bukan siapa-siapa Naomi." Tegas Dino kembali menutup pintu kamarnya. "Nom, aku rindu kamu." Dino mengendong Naomi ke tempat tidur, membaringkannya dengan lembut. "Nom, apapun yang terjadi, kamu harus percaya sama aku." Dino mencium Naomi dengan lembut. "Can I?"


Naomi tertawa, sejak kapan Dino minta izin? Ku katakan dengan mantap, Yes. Dino menghabiskan malam yang indah bersama Naomi. Dino bahkan tak ingin menjauh sedikitpun dari Naomi. Dino terus membelai lembut rambut Naomi dan menatapnya dengan intens. "No, pertama kali kita kenal umur berapa ya?"


"Umur 9 tahun. Kamu lupa aku pernah ceritakan." Balas Dino. "Lalu, apa penilaian kamu waktu pertama kali kita ketemu?" Tanya Naomi lagi. "Saat 9 tahun atau waktu SMP?"


"SMP?" Balasnya. "Ternyata ini cewek yang ngaku jadi pacar aku. Bikin seluruh sekolah ribut. Cewek cupu ternyata. Kalau kamu?" Ia balik bertanya. "Cowok tampan itu apakah bisa ku miliki." Balas Naomi polos. Mendengar itu, membuat Dino senang dan bangga, ia kembali mengajukan pertanyaan. Mengapa Naomi harus bilang kesemua orang kalau dia pacar Dino padahal saat itu mereka belum kenal. "Karena hanya kamu yang bisa menyelamatkan aku dari pembully itu. Shella. Adiknya Reihan." Ucapnya tak ragu. Dia lalu memeluk Dino, aku jatuh cinta betulan sama kamu sejak pertama kali jawabnya. Dino hanya tertawa. "Nom, aku harus pergi sebentar, aku harus ketemu rekan bisnis. Aku akan pulang agak malam. Kamu istirahat aja."


Dino membereskan kemejanya dan bersiap untuk bertemu temannya. Teman yang sudah menunggunya. Ia bergegas menuju ke kamar yang berada satu lantai dibawah kamarnya dengan Naomi, "2035"


"Dino ..." Sapanya.


"Boleh aku masuk?" Balasnya ia masuk dan menghabiskan waktu di sana.


Naomi kembali mengalami mimpi buruk, mimpi yang pernah ia alami. Ia sedang bersama Dino, tiba-tiba muncul orang lain diantara mereka. Dia menarik tangan Dino, "Naomi...." Teriak Naomi.


"Dino!" Ia terbangun keringat memenuhi wajahnya. Ia tidak melihat Dino disampingnya. Ia panik, Dino belum kembali sejak tadi. "Dino.." Ia bergegas mencari Dino.


"Nom, kamu udah bangun? Kamu mimpi buruk?" Dia memeluk Naomi. Wajahnya penuh dengan keringat. Naomi menceritakan mimpinya. "Aku ada disini. I'm yours Nom." Dia memeluk Naomi dan mengajaknya kembali tidur. Namun, Naomi tetap menatap Dino. "Tidur, besok kita mau jalan-jalan ke tempat yang udah kamu pilih." Naomi terus memeluk Dino dengan erat. Ia tidak bisa tidur dan was-was dengan mimpinya. Tapi ia sekali lagi diuji dengan kenyataan pahit. Mimpinya seolah menjadi kenyataan Ms. Serra juga ikut bersama mereka berwisata, ia mendapatkan dukungan dan izin dari Ratih. Ratih bahkan dengan kekeuh pada Ms. Serra. Dia sangat menyukai Serra dan terkadang menjauhkan Naomi dengan keluarganya.


"Domi, Milka. Jam berenang udah abis. Kita siap-siap for dinner." Ajak Naomi tak lama Serra datang dan menyapa anak-anak. Status was - was Naomi kembali muncul ia meminta Dino untuk membawa anak-anak pergi lebih dulu.


"Kamu yakin, dia setia sama kamu. Kamu yakin dia tidak akan berpaling. Dia sudah pernah menghabiskan malamnya bersamaku?" Ucapnya seperti petir menyambar di siang hari. "Gak aku gak percaya!" Tugasnya meskipun hati gusar. Ia bertemu dengan Dino yang berjalan kearahnya dengan santai. Dino apakah kamu selingkuh? Tanyanya dalam hati.


"Dino kemarin kamu kemana?" Tanya Naomi terbata-bata. "Bertemu, Alvin." Jawab Dino tegas.


"Kenapa Naomi?" tanya Dino. "Nom, sepertinya ada yang mau kamu tanyakan? Jangan tunda, silahkan tanyakan padaku. Aku akan menjawabnya."


"Apakah kamu.. dan Ms. Serra..." Belum juga selesai bertanya Ratih sudah memanggil Naomi dan Dino untuk makan malam. Tak tahan mengingat perkataan Serra. Naomi langsung menghempaskan tangan Dino. "Jangan sentuh aku!" Ucap Naomi. Mimpinya hancur lembur, Dino telah mengkhianatinya. "Aku akan buktikan wanita itu tidak lebih baik dari pada aku." Ancamnya tegas. Dino dengan mudahnya melepaskan tangan Naomi dan tak menghalangi apapun yang ingin dilakukan Naomi. "Aku akan membuat dia membayarnya, Dino." Ancamnya lagi namun Dino tak bereaksi.


Naomi berjalan menuju tempat mereka dinner malam ini. Lokasinya dekat kolam renang, ia melihat Ratih dengan santainya berbicara dengan Serra. Ia kembali mengingat orang yang ia temui dan juga massage itu. Ia yakin Serra orangnya, dia melangkah semakin dekat. "Hallo Serra...panggilnya."


"Naomi ..." Panggil Serra santai. "Buat apa kamu disini? Apa yang kamu lakukan seperti perempuan murahan." Serra langsung menampar Naomi dengan keras. Naomi tetap tenang, "Kenapa kamu tampar aku. Itu berarti mengakui kamu memang perempuan murahan." Balas Naomi menohok. "Kamu hanya wanita penggoda yang bermimpi menghancurkan kebahagiaan orang lain. Tapi keluarga itu bukan aku." Tambahnya lagi, Serra merasa terhina dengan kata-kata Naomi. Ia menganggap Serra wanita murahan. "Tapi Dino menyukaiku."


"Kata siapa? Kamu cuman orang gak jelas asal usulnya." Omongan ini memicu ingatan masa lalu kelam Serra. "Naomi! Keterlaluan kamu. Bisa-bisanya mengatakan hal-hal yang jahat seperti itu." Bela Ratih di depan Naomi.


"Ma ... Dino selingkuh sama Serra." Ucap Naomi. Namun Ratih berkata sebaliknya. Wanita itu justru membela Serra, "Jika Dino selingkuh dengan Serra karena dia bisa membuat Dino bahagia. Tidak seperti kamu yang hanya membuatnya menderita." Naomi tidak percaya apa yang dikatakan mertuanya. Dia sadar Ratih masih sangat membencinya. Aku pikir mama, sudah menerima aku ucapnya.


"Serra pantas jadi menantuku..."