
"Ma, ada apa ini?" Tanya Dino setelah ia masuk ke ruang makan. Terdapat banyak sekali dekorasi ulangtahun, ballon serta meja makan yang dipenuhi oleh makanan dan lauk pauk. "Apakah ada yang berulang tahun?" Tanyanya lagi sambil menaruh jas yang dia gunakan di atas bangku.
"Milka mom's birthday. Dino, is it true that I guessed that milka had always thought her mother was..."
"Mom... she is not her mother, and you know that very well. So please, Mom don't talk about this again." Ia memotong pembicaraan Ratih karena tak ingin siapapun mendengarnya. "Where is she?"
"Dino, Samantha is her mother. She has given birth to your daughter. Open your heart." Tegur Ratih, ia kesal dengan sikap anaknya yang dingin terhadap Samantha. Padahal ia tahu wanita itu sangat mencintai anaknya.
"Mom, kita semua akan kembali ke Indonesia secepatnya. Aku ada urusan di sana." Ucap Dino membuat Ratih kaget. "Bukankah selama ini kamu tidak ingin kembali kesana untuk alasan apapun. Bagaimana dengan Milka nanti." Ia menatap wajah sang anak yang dari tadi membelakanginya. Dino diam saja, dan tak banyak bicara.
"Kami sudah punya kehidupan sendiri-sendiri." Balasnya. Disaat mereka membahas ini kebetulan Samantha datang dengan membawa banyak makanan. Wanita berkelas, fashionable, rambut blondenya terurai indah, mata indah, dengan bibir merah. Dia adalah wanita karier yang selama ini menjadi rekan Dino. Ia adalah sahabat Dino ketika mereka sama-sama berkuliah di Inggris. Memang sudah lama, ia menaruh hati pada Dino.
Pertemuan mereka kembali terjadi ketika Dino dan Samantha sama-sama bertemu di suatu tender dimana perusahaan keduanya ikut berpartisipasi. Status Dino sudah menjadi duda, sementara Samantha masih belum menikah. Kenyataan ini membuat Samantha kembali memiliki harapan akan hubungan mereka. Ditambah lagi dukungan dari Ratih yang memang berharap jika Dino melupakan Naomi. Bagi Ratih, Samantha adalah wanita yang sepadan mulai dari latar belakangnya, pendidikan dan karakternya. Ia bahkan adalah lawan Dino dalam hal prestasi ketika kuliah. Pasangan yang ideal.
"Samantha..." Panggil Ratih, ekspresinya berubah. Ia terlihat senang dengan kedatangan Samantha. "Ini kita lagi merayakan salah satu asisten rumah tangga di sini, Bi Minah."
"Ma..." Tegur Dino. Bi Minah ikut terkejut, pasalnya dia baru berulang tahu bulan lalu. Semua menjadi canggung, apalagi setelah Samantha mengucapkan selamat ulangtahun pada Bi Minah. "Happy birthday Bi Minah." Ucapnya.
"Hi, Mommy Samantha." Panggil Milka memeluknya dengan erat dan tak lupa mengucapkan "I miss you!" pada wanita yang telah melahirkannya. "Today! Is mom birthday. Did you ever meet my mom?" Ucapnya polos di hadapan semuanya.
"Your mom. it' s me. I'm your mom." Balas Samantha dengan santai.
"No! You're not my mom. My mom as in papa's painting. And Papa said to me that my mom likes ballerina and you not." Balas Milka ia pergi ke kamarnya dan menangis dibawah selimut persis seperti ibunya.
"Balerina? Painting? Dino, who is she?" Balas Samantha, ia merasa cemburu mengetahui hal itu.
"Samantha, you should go home. I'll ask the driver to see you off. I will talk to Milka." Dino tak mengindahkan Samantha dan bersikap dingin padanya.
Dino mengetuk pintu kamar Milka sambil membawa sesuatu di tangannya sebuah kotak besar, "Milka, is it okay for dad to come in? I have surprise for you" Ia mendengar Milka menangis dari luar. Ia tahu Milka sangat merindukan ibunya. Selama ini ia berharap untuk bertemu dengan ibunya, tak pernah ia melupakan hari ulangtahunnya.
Bagi Dino membesarkan Milka bukanlah hal yang mudah. Selama lima tahun ini, ia berjuang membesarkan Milka seorang diri. "Milka, maafkan papa. Papa minta maaf karena membuatmu kecewa. Papa sangat menyayangimu." Ucapnya disamping tempat tidur Sang Anak.
"Papa, who is my mom? Is she in your paint? Is she ballerina?" Tanya Milka dengan Isak tangisnya. Ia memeluk Dino.
"When you see that paint. I know you kept this in dad's closet." Ucap Milka membuat Dino kaget.
"I will never lie to you. She is a ballerina. She is very beautiful. You have same passion in ballerina. I will show you.." Dino memangku Milka kemudian dia membuka kotak yang dibawanya. "She is your mom." Dino memberikan sebuah foto kepada Milka.
"She is my mom, she is very beautiful. She has black hair like me. Papa, when can we meet mom?"
"As soon as possible, her name was Naomi. She is very brave like you!" Milka memeluknya, dia sangat bahagia. "I will show mama, my dance." Ucapnya.
"So, can we have a dinner? I'm very hungry." Mengendong Milka ke ruang makan. "Milka, apa yang mau kamu makan malam ini?"
"Strawberry!" Ucapnya lantang.
"Kamu sama persis sama mama kamu. Sekarang, kamu duduk disini ya."
"Samantha, kamu masih disini?"
"Mama yang minta. Dia harus lebih dekat dengan Milka."
"Aku akan kembali ke Indonesia, akhir pekan ini." Celetuk Dino. "Yeah! I will meet mama." Ucap Milka. Mendengar itu, Samantha semakin kesal. Ia terus mengatakan pada Milka bahwa ia adalah ibunya namun anak itu menolak dan akhirnya mengatakan jika mamanya adalah Naomi. Ini membuat semua orang shock termasuk Ratih.
Kini, ia sangat membenci nama itu. Nama yang bahkan hampir merenggut nyawa putranya satu-satunya. Membuat putranya hancur dan menjadi orang yang sangat dingin seperti sekarang.
"Milka, she not your mom. Your mom is Samantha. I don't want to hear that nama again" Ratih membentak Milka hingga dia menangis.
"Mom, she is Milka's biological mother."
"But, I was gave birth to Milka not Naomi. I was pregnant with her for 9 months"
"Samantha, you are willing to do it all. From the beginning you know, Milka is my child with Naomi." Balas Dino. "I'm done. Milka, malam ini kamu tidur sama papa. Semuanya, mulai siap-siap kita akan kembali akhir pekan ini." Ia mengandeng tangan Milka menuju ke kamarnya.