
Sementara itu, Domi dinyatakan sakit demam berdarah dan memerlukan perawatan di Rumah Sakit. Ia terlihat sangat lemah, dan tidak ingin di tinggal Dino. Dino berada dalam dilema. Ia akhirnya memilih bersama Domi malam ini. "Papa, akan tetap di sini bersama Domi."
"Oma, apakah Domi akan tinggal bersama kita? Apakah papa akan tetap menyayangiku?" Tanya Milka ditemani sang Oma.
"Milka kamu dan Domi bersaudara. Papa pasti akan tetap menyayangi kalian berdua." Jawab Ratih ikut menenangkan Milka.
Keesokannya, Domi pulang ke rumah sakit dan sengaja menemui Milka lebih dulu. Ia berusaha menjelaskan pada Milka bertapa ia sangat mencintai putri kecilnya itu. Ia juga menjelaskan tentang Domi.
"Papa ketemu mama kamu dan baru tahu kalau Milka punya adik. Domi dan Milka sama-sama anak papa dan mama."
"Kalau ada Domi, Papa tetap sayang Milka? Apa betul kata mama Samantha jika papa akan lebih mencintai Domi." Ucap Milka. Dino memeluk Milka. "Mama Samantha bilang begitu?" Ia kembali menegaskan. "Milka, di dalam diri Milka ada darah papa dan mama. Dalam diri Domi juga sama.
Jadi menurut Milka, papa apa mungkin tidak sayang Milka?" Ucap Dino sambil menunjuk tangannya dan Milka. Milka menggelengkan kepala.
"Papa akan tetap cinta sama Milka dan Domi. Sama besar." Milka langsung memeluk Dino dengan erat. "Milka mau ketemu adik Milka." Ucap Milka langsung. Milka bahkan lebih antusias bertemu Domi. Ia juga ikut mendesign kamar Domi di sebelahnya. Milka memilih warna dan tempat tidur untuk adiknya. Ia memilih banyak boneka untuk Domi.
Setiap hari ia selalu meminta Pak Beben menemui Domi di rumah sakit yang di jaga dengan ketat. "Domi, nanti pulang tidur bareng Milka ya. Kita main-main." Ucapnya membuat Dino dan Ratih tersenyum. Dino bahagia melihat keluarga kecilnya kurang Naomi di sini. Ia teringat Naomi yang tak pernah ia temui selama di rumah sakit.
"Ma, Naomi gak pernah kesini?" Tanya Dino.
"Tidak pernah, setiap hari mama disini. Gak pernah melihat dia." Ucap Ratih santai dan sibuk dengan majalah-majalah bisnis yang dibacanya. Dino heran, mengapa Naomi bisa bersikap seperti ini. Ia mulai berasa ada yang tidak beres.
Diperjalanan Naomi menghadangnya dan memohon kepada Dino untuk mengizinkan dirinya bertemu dengan Domi. Ia sangat ingin bertemu dengan anaknya. Namun Ratih dan anak buah nya melarang dia untuk masuk ke dalam. Ia mengusirnya dan meminta pihak rumah sakit untuk melarangnya masuk ke dalam.
"Naomi, kamu gila ya... Kamu bisa celaka jika seperti itu." Ucap Dino. Naomi langsung memeluknya.
"Please Dino, aku akan melakukan apapun asal kamu membiarkan aku bertemu dengan Domi. Aku sangat merindukannya." Terjawab semua apa yang di pertanyakan oleh Dino tentang Naomi. Ia tahu ini rencana mamanya. Tetapi jika ia memberontak, mamanya akan membuat hal yang lebih parah dari ini.
"Naomi, kamu ibunya. Aku akan bantu kamu tapi bukan sekarang. Mamaku masih ada di dalam dan pasti tidak akan membiarkanmu masuk. Ikut aku masuk ke mobil." Ajak Dino sehingga akhirnya ia tidak kembali ke kantor dan menunggu di tempat parkir.
Selama menunggu, Dino meminta Naomi menceritakan bagaimana hari-hari yang dia alami ketika ia mengandung Domi. Apakah, ia mengalami kesulitan, apa saja yang diidamkan Naomi dan apakah semuanya terpenuhi.
"Domi, anak yang baik. Dia tidak pernah menyusahkan ku selama di kandungan. Ia sangat mirip denganmu Dino. Ia suka melukis." Balas Naomi. Suasana menjadi haru, "Dino memang sebaiknya dia ikut bersama kamu. Dia membutuhkan sosok ayah dan kamu bisa memenuhi semua kebutuhannya." Ucap Naomi.
"Aku berharap kita bisa bersama namun semua terlambat aku tak ingin menjadi ibu yang egois. Setelah pertemuan ini, pasti akan sulit bagiku bertemu dengan Domi." Ia menitihkan air matanya. Dino hanya terdiam. Melihat Naomi beranjak pergi keluar dari ruang rawat Domi dengan perasaan yang hancur. Ia pun hancur melihat Naomi. Dia memilih untuk mengejar Naomi dan mengantarnya ke depan lift.
"Naomi." Panggilnya. Ia menahan pintu lift yang sudah terbuka, dan Naomi di dalam.
"we have a daughter. Milka is our daughter." Ucapnya melepaskan tombol lift dan pintu itu akhirnya tertutup.
Milka it's yours