Never Forget

Never Forget
My Wife! Naomi!



Dino dan Milka masih duduk berdua di salah satu anak tangga yang berada di antara lantai satu dan dua. Pembicaraan itu sangat dalam, mereka berbicara dari hati ke hati. Dino lalu kembali bertanya dimana mama?


"Milka gak tahu papa. Milka mau minta papa cari mama. Tadi Oma marah-marah ke Mama dan tinggalin mama di mall." Ucapnya sambil menangis


"Dimana Domi?" Tanyanya.


"Domi tidur pa, karena seharian menangis. Papa tolong cari mama." Pintanya. Dino meminta Milka menceritakan apa yang terjadi dengan sejelas mungkin, bahkan mendengarnya saja sudah membuat Dino marah. Ia kuatir dengan kondisi Naomi, di luar sudah mulai hujan.


Tak sadar Dino sudah pulang kedua wanita itu terus saja menghina Naomi sebagai wanita rendahan dan mengelu-elukan Samantha sebagai calon istri dan ibu yang sempurna bagi Domi dan Milka. Samantha yang sedang bahagia menceritakan rasa senangnya karena berhasil melukai Naomi.


"Samantha, Tante pasti dukung kamu. Kamu harus mendekati Domi. Supaya Dino bisa menerima kamu sepenuhnya."


"Pasti Tante karena status sebagai istri Dino hanya milik Aku." Dengan bangganya ia bercerita. Mendengarnya saja membuat Dino murka. Beraninya Samantha menyakiti Naomi, wanita yang sangat dia cintai.


"Jangan mimpi kamu!" Sahut Dino dari belakang. Sontak hal ini membuat mereka kaget. Ratih dan Samantha langsung berubah dan bersikap tidak terjadi apapun.


"Lepasin tangan kamu. Aku jijik sama kamu. Kamu mau sentuh anak aku dengan tangan yang kamu gunakan untuk menyakiti Naomi?" Ucap Dino dengan tegas, ia sangat marah dan suasana menjadi panas.


"Keluar kamu dari rumah ini." Dino menarik tangan Samantha kasar dan menyuruhnya keluar. "Dino! cukup!" Ratih membentak.


"Mama juga boleh keluar. Aku gak akan membiarkan orang-orang dengan berhati jahat ada disini. Aku tidak akan melarang mama."


"Dino, aku calon istrimu." Balas Samantha.


"Tidak lagi, karena aku memiliki istri yang lebih baik dari kamu. Dia lebih pantas menyandang status istri dari Dino Bratayudha. Pergi!" Usirnya lagi.


"Milka anak Samantha!" Bela Ratih.


"Mama cukup mengatakan hal itu. Mama berhenti berilusi. Milka adalah anak aku dan Naomi. Benih aku dan sel telur Naomi yang ku dapatkan sebelum operasi rahim Naomi." Bentak Dino.


"Aku sudah sangat bersabar ma. Mama gak suka sama Naomi ok! Tapi mama sudah menyakiti hati Milka dan Domi. Lihat Milka, ia menangis seharian dan memohon aku untuk mencarikan ibunya." Dino meminta Ratih melihat Milka.


"Milka, cucu yang mama inginkan. Cucu yang selama ini mama mau. Domi, cucu laki-laki yang juga mama inginkan. Mama meminta aku menikah dengan Samantha hanya untuk mendapatkan cucu laki-laki kan?" Ia terus memojokkan Ratih yang terdiam.


"Apa? Murahan? Wanita itu punya mata Milka anak perempuan mama, adik Dino. Dia juga punya ginjal Dino ma. Mama sebut murahan?" Dino tidak menyangka.


"Kamu pergi dari sini Samantha, apa yang sudah ku berikan ke perusahaanmu sudah cukup untuk membayar 9 bulan Milka ada di rahimmu. PERGI!" Dino sudah kesal dan tidak sabaran.


"Dino maafkan aku..." Ucapnya memohon maaf karena bagaimanapun tanpa Bratayudha perusahaan keluarganya pasti hancur hal ini hanya di ketahui oleh Dino.


"Lepas! Aku gak mau tangan yang kamu gunakan untuk menyakiti istri aku ada di rumah ini." Dino menghempaskan Samantha dan memaksanya pergi.


"Istri kamu? Siapa? Aku tunangan kamu."


"Naomi Bratayudha!" Ia meminta Samantha segera pergi dari hadapannya. "Pergi atau aku akan membuat semuanya hancur. Asal kamu tahu urusan Naomi aku gak akan tinggal diam. Aku pernah membuat seseorang keluar dari sekolah karena mendekati Naomi. Aku bisa melakukannya lagi sekarang. Jadi pergi dari sini dan jangan temui Milka lagi." Ancam Dino sambil berbisik di telinga Samantha. Ia takut akan ancaman Dino terlebih lagi jika lelaki itu menarik investasi dari perusahaannya. Ia pasti hancur dan bangkrut.


"Dino, aku mencintaimu. Aku jadi begini, aku sudah menyukaimu sejak lama, sejak berada di Inggris. Dia tidak pantas untukmu, aku lebih pantas."


"Aku hanya mencintai Naomi, dulu, sekarang dan nanti. Dan hanya Tuhan yang bisa menilai pantas atau tidaknya seseorang bukan kamu atau orang lain." Ia meminta security untuk mem blacklist nama wanita itu dan membawanya keluar dengan paksa.


"Bagaimana dengan mama? Mau tetap disini atau tidak? Aku bisa melakukan hal yang sama jika mama menganggu keluargaku." Dino masuk ke rumahnya dan meninggalkan Ratih dengan dua pilihan tetap di rumah itu atau pergi dari rumah. Dino membiarkan kedua pintu itu terbuka.


"Kamu mau kemana Dino?" Tanya Ratih.


"Aku mau cari istri aku." Balas Dino


"Istri?" Balas Ratih.


"Aku menunggu penjelasan mama soal ini. Oh iya ma, karena sekarang aku dan Naomi sudah bersatu. Kami siap memberi mama cucu. Bi tolong titip Milka dan Domi, saya mau cari Naomi." Ucap Dino.


"Mama gak mau Dino, kamu kembali dengan dia." Ratih menahannya.


"Ma kalau malam ini aku gak pulang, besok mama akan dapat kabar gembira." Ucap Dino tetap pergi dan meninggalkan Ratih.


Aku tidak akan membiarkan mama menyakiti Naomi.