Never Forget

Never Forget
you're my wife!



Dino secepat mungkin membereskan dirinya dan pakaian yang di kenakan nya. Ia mengambil bajunya yang berserakan di lantai. Dino keluar dari kamarnya dan mencari Naomi. "Naomi!"


Hari sudah sangat terang, terik matahari menyapanya. Ia lalu berjalan menuju rumah utama, Rumah Pak Rusni. "Bon, kamu liat kak Naomi...."Tanya Dino pada Bonbon yang adalah anak Pak Rusni.


"Dia ada di rumah kak." Balasnya


"Thanks Bon!" Ucap Dino menepuk pundak Bombon dengan erat.


Sementara, Naomi iya terlihat sangat cantik dengan rambut terurai dan baju sederhana milik istri Pak Rusni. Ia menggunakan atasan kain dan rok kain yang agak span. "Semalam, Mas Dino sangat menghawatirkan Mba Naomi." Ucap Dini istri Pak Rusni. Hal ini membuat pipi Naomi memerah.


"Pipinya Mba Naomi, merah. Sepertinya terjadi sesuatu semalam." Ledeknya lagi sambil terus memarut kelapa ditangannya. Naomi juga semakin kencang memarut kelapa ditangannya. Semakin diledekin, ia semakin cepat memarut.


"Kemana ya mereka, belum kembali dari tadi..." Ucap Dini.


"Naomi." Panggil Dino, ia membawa beberapa ikan di tangannya dan memberikannya pada Bu Dini. "Aku bertemu Pak Rusni di jalan dan ia mengajakku menangkap beberapa ikan. Ternyata mengasikkan juga ya." Ucap Dino.


"Kamu pergi melaut. Kenapa tidak bilang dulu padaku. Apakah kamu pakai pelampung? Ombak sedang tidak bisa di prediksi, gimana kalau..." Dino langsung memeluknya dan membuatnya mati kutu.


"Aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu di kuatir. Semua aman kok. Aku pergi berlayar bersama Pak Rusni." Dia lalu berbisik di telinganya. "Kenapa kamu pergi gitu aja. Kenapa tidak membangunkan aku." Ia lalu memeriksa Naomi dengan tangannya.


"Hentikan, jauh-jauh dari aku..." Naomi malu lalu melarikan diri dari Dino. Mukanya memerah dan ia merasa kepanasan. Ia mendorong Dino dan memintanya untuk menjauh. "Dino, aku gak mau liat kamu lagi.." Ucapnya lalu lari ketempat dimana tidak ada Dino. Shock! ekspresi Dino berubah, seperti tersambar petir di siang bolong.


"Naomi!" Ia mengejar Naomi sementara wanita itu terus berlari sambil mengibaskan tangannya beberapa kali untuk menghilangkan panas tubuhnya. Ia memegang pipinya. Naomi, kamu kenapa? Kenapa jadi kayak gini. Seperti ABG aja...


"Naomi!" Teriak Dino, ia mengejar Naomi dan menariknya ke pelukan nya. "Dino, lepasin aku." Ucap Naomi yang terus memberontak. Dia terus memberontak hingga akhirnya Dino menyerah dan melepaskannya.


"Dino... Aku butuh waktu..." Balasnya.


"Waktu? berapa lama 2 tahun? 10 tahun?"


"Aku gak pantas lagi untuk kamu. Aku sudah membuatmu menderita dan berkorban. Aku menyakiti kamu hingga lahirlah Milka ke dunia ini." Naomi lalu berbalik arah. "Aku malu menghadapi kamu. Aku gak sanggup bertemu dengan Tante Ratih, aku paham perasaannya. Aku juga seorang ibu sekarang. Kamu sebaiknya bersama Samantha yang lebih layak untuk kamu." Naomi lalu melangkah sedikit demi sedikit meninggalkan Dino.


"Pantas? Kamu kira siapa dirimu? Bisa menilai seseorang pantas atau tidak? Aku yang tahu siapa yang ingin aku nikahi dan tidak, siapa yang menjadi pendampingku." Teriaknya. "Lalu, apa artinya semalam. Apakah itu tidak berarti Naomi?" Teriaknya lagi. Kesal dengan Naomi yang selalu lari darinya.


"Naomi! Sekali kamu pergi. Aku gak akan buka hatiku lagi untuk kamu." Teriaknya tapi tidak di dengar oleh Naomi. Ia tetap melangkah meskipun berat. Dino menurunkan egonya dan mengejar Naomi, ia kesal dan gemas dengan Naomi.


"Naomi! Kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi semalam. Aku bukan laki-laki sembarangan yang tidur dengan banyak wanita. Kamu harus tanggung jawab sama aku." Ucapnya menarik tangan Naomi. "Aku bisa melaporkan kamu dengan tindakan kamu. Kamu benar-benar lupa semalam?"


Naomi mengelak dengan apa yang dikatakan Dino. Ia ingat ketika dia bangun, ia melihat Dino memeluk pinggangnya sedangkan kepalanya bersandar di dada Dino. Tubuh mereka hanya di tutupi oleh selimut. Ia bisa merasakan sentuhan kulit Dino. Ia lalu buru-buru bangun dan melihat keadaannya, ia menutup mulutnya yang ingin berteriak.


"Tidak! apa yang aku lakukan semalam?" Tantangnya.


"Kamu memaksaku melakukannya..." Jawab Dino membuat Naomi kaget. "Aku sakit bukan mabuk." Balas Naomi.


"Perlu bukti?" Tantang Dino...


Aku akan membalas mu, Naomi. Kamu takkan lepas dariku.