
"Naomi! NAOMI!" Samantha berteriak sambil melempar tas miliknya. "Naomi!" Teriaknya berulang-ulang.
"Kamu dasar wanita jahat. Kamu merebut Dino dari aku. Aku! Aku ibu yang melahirkan Milka. Aku!!!! It's Me!!! Samantha!" Ia berteriak lepas kontrol.
Dino dengan kepala dingin menghadapi Samantha, ia tidak ingin wanita itu menghancurkan dirinya sendiri. "Samantha, this matter is over. You'd better go home."
"No! I love you. Don't leave me, Dino." Pinta Samantha menangis membuat semua keluarganya malu. Dino tak ingin Samantha semakin malu, ia membawa wanita itu ke ruang lain dan mencoba bicara padanya.
"Samantha, We don't have any relationship, we are over. I'm married man, Naomi is my only one. You know bad, that I love her."
"Why her?" Teriaknya lagi. Ia mencegah Dino pergi, ia memaksa dan melakukan hal buruk pada Dino. Namun, Dino masih berhasil menguasai keadaan. "Samantha, stop it. Don't embarrass yourself. Take care of your pride as a woman I know, she is a good and educated woman. I trust you. So, I allow you to be my child's surrogate mother." Samantha melemparkan bantal sofa kepada Dino. Ia tidak menerima semua keadaan ini. Ia sudah lama menyukai Dino. Ia jelas lebih baik, ia berasal dari keluarga baik-baik. Ratih juga sangat menyukainya.
Samantha memukul Dino, ia melampiaskan semuanya. "Do it Samantha, if you felt better."
"You're bad guy! You never see me. I do anything for you. I always be you side but only Naomi in your eyes. Why not me?" Dino tetap diam mendengarkan semua luapan Samantha, bagi diam lebih baik.
"Dino, apakah di hatimu ada tempat untukku?"
"As a friend you always be but for my heart just Naomi."
Samantha semakin tak tahan mendengarnya, hatinya semakin sakit. "It's because of Naomi." Samantha dengan sempoyongan langsung menghampiri Naomi yang sedang berbicara dengan beberapa tamu. Samantha menjambak rambut Naomi, dan berteriak sambil meluapkan emosinya juga. "Kenapa kamu merebut dia dari aku. Dia milikku."
"Sejak awal dia milikku. Dia suamiku." Balas Naomi. Dino langsung melerai mereka berdua, Reihan juga membantu. Ayah Samantha juga melakukan hal yang sama, ia sangat malu. Namun, Dino tetap respect dan membantu lelaki itu.
"Samantha stop!" Dino berhasil melepaskan keduanya. Samantha yang sangat membenci Naomi, ia tidak segan-segan menarik mendorong Naomi sehingga ia terjatuh dan kepalanya terluka. Dino langsung marah dan mendidih. "Dino, sudah jangan dia lagi dibawah pengaruh alkohol." Naomi mencegah Dino. Melihat ekspresi Dino, Sang ayah langsung menampar Samantha membuatnya tersadar.
"Pa, kenapa? Aku cuman mau mempertahankan cinta di hidupku?"
"Cinta apa? Cinta semua dan ilusi kamu Samantha. Dino jelas sudah beristri, mereka tidak bercerai. Masalah kamu dan Dino, papa tahu jelas. Dan semua itu sudah dibayar Dino selama ini."
"Pa, Tante Ratih gak suka sama Naomi. Dia suka sama aku. Dia ingin aku jadi menantunya." Jawab Samantha sambil menangis, ia merasa hancur.
Dino mencoba menahan amarahnya, hanya kerugian yang akan dia terima. "Samantha,
You're a good girl, you're smart, there's going to be someone who can love you and that's not me. I'm not the best for you."
"You're the best for me." Samantha tetap kekeuh.
"Samantha, papa tidak pernah Sudi memiliki anak seorang pengoda suami orang. Sekarang ikut pulang sama papa." Paksa laki-laki itu.
Di perjalanan, Samantha mempertanyakan sikap papanya. Bukankah bagus jika ia bisa merebut Dino. Jawaban ini justru membuat sang ayah makin kesal. "Kalau bukan papa yang menampar kamu. Mungkin Dino yang akan melakukannya. Kalau kamu mau merebut dia bukan di depan orang banyak. Kita udah kehilangan muka gara-gara kamu."
"Bayangkan jika Dino mencabut semua aliran dana ke perusahaan kita. Kamu akan jatuh miskin dan benar-benar kalah dari Naomi. Ingat! Wanita itu memiliki cinta Dino sementara kamu apa?"
"Aku wanita yang melahirkan Milka." Jawabnya sambil menitihkan air mata.
"Kamu adalah wanita yang melahirkan buah cinta mereka. Bukti cinta mereka. Kamu ada wanita yang bersedia melahirkan anak mereka karena perjanjian yang kamu buat dengan Dino. Ingat anak dia dan wanita itu bukan anak kamu dan Dino. Sadar Samantha, Wake Up!"
"Buka matamu, lihat kenyataan! Dino bahkan memiliki Domi. Anak laki-laki yang dilahirkan Naomi, berasal dari rahimnya. Penerus garis keturunan keluarga Bratayudha."
"Tante Ratih mendukungku." Ia masih bisa menjawab.
"Dimana dia.. Semua kendali ada pada Dino bukan Ratih." Bentak Sang Ayah semakin membuat Samantha hancur. Ia hancur sehancur- hancurnya. Ia hanya bisa menangis, ini kali terakhirnya ia bisa menemui Dino. Ia membuat dirinya malu di hadapan Dino, bagaimana ia bisa menghadapi Dino? Apa lagi setelah ia melukai Naomi dengan tangannya di depan mata Dino dan semua orang.
"Pikirkan keluarga kita... Apa bisa kamu hidup miskin? Perusahaan kita bergantung pada Bratayudha group. Dino adalah pemilik saha. terbesar. Berhenti berurusan dengan Naomi."
"Pa, Samantha cinta sama Dino."
"Kamu justru memperkuat cinta mereka, sebaiknya kamu kembali ke Amerika. Kamu semakin membuat dirimu malu jika berada di sini. Papa juga akan kembali." Ucap Sang Ayah menegaskan semuanya.
Keduanya sama-sama kesal dan menyesal. Namun nasi sudah menjadi bubur. Meski semenit itu sudah menjadi masa lalu.