
"Dokter, istri saya hamil?" Dokter itu lalu memberinya selamat, "Selamat anda akan jadi seorang ayah."
"Aku akan jadi seorang ayah"
Dino masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ia akan menjadi seorang ayah, dia akan menjadi ayah seutuhnya. "Nomi, hamil."
"Dok, bagaimana keadaan bayi saya. Kemarin dia sempat hampir tenggelam? Berapa usia kandungannya?" Dino terus bertanya bertubi-tubi, justru dokter itu malah tertawa, "Apakah ini anak pertama anda?" Tanya dokter itu membuat Dino malu.
"Ini anak ketiga kami." Ucapnya bahagia, ia tak dapat menutupi kebahagiaannya. "Tapi ini adalah kehamilan yang sangat berarti bagi saya." Aku tidak bisa berhenti menangis, mengetahui di dalam rahim Naomi kini telah tumbuh anak kami. Jadi ini rasanya mendengar berita sebahagia ini. Aku akan jadi Ayah. "Nom.. akhirnya kamu sadar." Naomi sedikit demi sedikit membuka matanya, ia menoleh padaku. Dengan matanya yang masih sayup-sayup, "Dimana aku, No?" Ia menggenggam tanganku erat, dia selalu paranoid kalau berhubungan dengan rumah sakit.
"Nom, aku senang kamu sadar. Aku udah menunggu kamu. Terutama anak kita." Aku terlalu bahagia sampai tidak tahu harus bicara apa pada Naomi. "Dimana anak-anak, No. Milka, Dino." Ia mulai bergerak dan membuatku kuatir. Dia langsung mencabut infusnya. "Nom, kenapa di cabut? Aku mau anak aku. Aku mau sama mereka." Ucapnya membuatku bingung kenapa dia jadi emosional. "Nom, kamu gak akan kehilangan mereka. Mereka ada di hotel, kamu jangan kecapaian kasian anak kita. Anak yang sedang tumbuh di rahim kamu." Ucapku, akhirnya aku bisa mengatakannya. Naomi terlihat kaget, kami saling menatap. Dia tiba-tiba menitihkan air mata. Ia memelukku, "Our baby." Katanya. Kata-kata itu menggetarkan hatiku. "Yes! Our baby."
Naomi sangat bahagia mendengar berita kehamilannya. Keinginannya terwujud, anak ketiganya ini akan mengikat hubungannya dengan Dino menjadi lebih erat. Naomi menitihkan air matanya ketika untuk pertama kali Dino menyentuh perutnya. "Aku mau tahu usianya berapa bulan?" bisik Dino, ia terlalu bahagia. Kebahagiaan Naomi semakin bertambah ketika dia mendengar detak jantung bayinya yang begitu kuat. Anak kuat itu tumbuh di rahimku. Dino tak hentinya memeluknya. Ia menatap layar itu dengan matanya yang bersinar. "Itu anak kita, Dino." Ucap Naomi. Iya mengangguk.
Mendengar itu membuat mereka sedih, "Domi, tidak pernah menyusahkanku selama masa kehamilan. Dia juga selalu menjagaku." Tambah Naomi. " I love you. Nom. Aku yakin anak-anak akan senang jika mereka tahu akan jadi Big Sister and Big Brother."
"Papa...." Teriak Milka, anak pertama yang menjadi pemimpin. Dia berlari sambil menggandeng erat tangan Domi, adiknya. Ia memeluk Dino dengan erat, dan mengatakan jika mereka kuatir terjadi sesuatu pada mamanya. "Milka sebentar lagi akan punya adik, mama lagi hamil adik kecil. Domi akan jadi seorang kakak." Ucap Dino sambil mengelus perut Naomi. "Milka punya adik lagi!" Ucapnya senang. Mereka berpelukan berempat yang selanjutnya akan menjadi lima. Milka dan Domi juga bergantian memeluk Naomi dan mencium adik kecilnya.
"Ma..." Dino menyapa Ratih yang ikut datang ke rumah sakit bersama Togaya. "Ma... Naomi hamil, anak Dino." Ucapnya.
"Selamat Dino..." Ucap Ratih. Ketika Ratih ingin memeluk Naomi. "Ma... Naomi sedang mengandung." Dino berusaha menjauhkan Naomi dari Ratih sementara itu kehidupan baru akan menjumpai Serra, ia akan kehilangan semuanya termasuk pekerjaannya. Serra resmi dipecat setelah Dino melaporkan perbuatan pada Naomi. Ia bahkan memberikan bukti jika dia selama ini telah melakukan korupsi di sekolah. Ia juga terancam masuk penjara atas laporan Dino dan pihak sekolah.
"Tidak!!!!" Serra tidak terima dengan semua ini. Dia diusir paksa dari rumahnya dan sekolah tanpa uang sepeserpun. "Serra, kamu lupa Domi dan Milka adalah anak Naomi. Kamu bisa membalaskan dendammu melalui mereka semua." Ucap seseorang di telepon yang ternyata dia adalah Samantha. Selama ini, Samantha adalah orang dibalik hubungan Ratih dan Serra. Ia yang merencanakan semuanya bahkan mengenalkan keduanya. Ia juga yang memberikan Serra cara agar Ratih mau bekerja sama dengannya. Semuanya adalah rencana balas dendam Samantha untuk keluarga Bratayudha.
Kamu tidak akan bahagia Naomi - Samantha