
Dino terus mendengar voice note Naomi dan menyadari keberadaan Naomi. Voice note ini pasti dikirim langsung setelah di rekam. Di dalam pikirannya, ada satu tempat yang sangat khas baginya yaitu pantai atau bukit tempat biasanya ia membawa Naomi untuk menenangkan diri. Dari suara desiran ombak yang terekam di voice note Naomi, Dino yakin 100 persen dengan pemikirannya saat ini.
"Naomi, aku perlu bicara." balasnya melalui ketikan di pesan itu. Hujan semakin deras dan jalan menuju pantai gelap dan sepi. Dino hanya menghawatirkan Naomi. Ketika ia tiba hujan mulai mereda.
"Naomi!" Teriaknya. "Dimana kamu?" Teriaknya lagi. Pantai itu kosong dan tak ada orang sama sekali. Ia lalu bergegas menuju ke salah satu rumah yang ada di dekat situ. Rumah itu dihuni oleh keluarga kecil yang pernah di tolong Dino dulu. Pak Rusni, adalah orang yang pernah ditolong Dino sewaktu ia kecelakaan, Dino menyumbangkan darahnya untuk Pak Rusni. Ia tinggal di sebuah rumah pantai yang disebut rumah dolphin. Hal ini karena di setiap sudut rumahnya, terpasang gambar dolphin, kesukaan anaknya. Semenjak itu, ia selalu mengajak Naomi kesini untuk berlibur atau healing sejenak.
"Pak Rusni...." Panggilnya sambil mengetuk pintu kayu rumah Pantai itu.
"Mas Dino, ada apa kesini malam-malam?" Tanya Pak Rusni.
"Pak, Saya butuh bantuan Bapak. Saya sedang mencari istri saya, dia ada di Pantai ini. Hari sudah sangat gelap dan saya tidak terlalu tahu Medan disini. Bantu saya Pak untuk temukan dia." Rusni meminta Dino untuk menunggu, ia akan segera mengambil peralatan di rumahnya.
"Naomi!"
"Mbak Naomi...." Teriak mereka bergantian. Ia terus mencari di sekitar pantai. Tidak mungkin Naomi pergi terlalu jauh dari tempat istirahat pengunjung. Mereka melewati pepohonan sambil terus meneriakkan namanya. Hujan kembali turun dan berangin, "Mas kita harus kembali, sepertinya Mba Naomi gak ada disini." Ucap Rusni.
"Gak bisa Pak. Saya harus cari dia sampai ketemu." Dino terus mencari Naomi. Ia melihat dari kejauhan seseorang terbaring di gubuk. Ia meringkuk sepertinya kedinginan. "Naomi!" Ia langsung berteriak dan berlari.
"Naomi! Bangun... Badan kamu dingin sekali." Ia langsung menggendongnya namun Naomi menolak. "Aku mau Dino!" Ucapnya. "Ia aku tahu, aku Dino, Naomi" Dino mengendong dengan hati-hati. Ia menidurkan Naomi di atas tikar yang menjadi alas tempat tidur mereka. Badannya begitu dingin, "Naomi ayo sadar, wake up!"
"Mas Dino, pakai baju saya dulu. Mas segera gantikan baju Mba Naomi." Ucap Istri Rusni.
Dino melihat bekas luka di perut bagian bawah Naomi. Ia memeluk Naomi, "Aku gak akan pernah meninggalkanmu lagi." Ucapnya menitihkan air mata.
"Janji" Kata Naomi parau. Ia sedikit membuka matanya. Ia menginginkan janji keliling diantara mereka. "Apa masih butuh, Nom." Ucapnya menolak tapi Naomi tetap bersih keras untuk mendapatkan janji itu.
"Baiklah Naomi. Aku berjanji." Naomi memeluknya dengan erat. "Naomi, ada yang ingin aku bicarakan. Sesuatu hal yang penting, jadi saat kecelakaan hari itu.. Aku..." Naomi menutup mulutnya rapat-rapat dengan ciuman yang hangat. Naomi tak mau melepaskannya dan ciuman itu semakin dalam. "Naomi hentikan! Kamu harus mendengar ku..." Ucap Dino.
"Apa kamu tidak menginginkanku lagi." Naomi menatap mata Dino intens, ia juga meminta Dino menatapnya saja.
"Naomi, aku tidak pernah berhenti menginginkanmu dalam hidupku." Ucapnya, Naomi lalu menciumnya kembali dan apa yang selalu di hindari Dino tak bisa lagi dihindari. Sekali lagi, ia jatuh kedalam pelukan Naomi. Menjadi miliknya seutuhnya.
Malam yang indah, Naomi memeluk Dino dengan erat. Tak ingin kehilangan kehangatan ini. Ia ingin selalu bersama dengan Dino. Membiarkan mereka menjadi satu.
"Naomi, apakah kamu akan tetap bersamaku setelah tahu yang sebenarnya?" Ucapnya sambil mengusap air mata dari kedua matanya yang berkaca-kaca. Naomi tertidur pulas dalam pelukannya. Dino lalu mengelus rambut Naomi dengan lembut, "Naomi.. Terima kasih telah melahirkan anak kita, Domi." Ia mengecup dahi Naomi dengan lembut.
Pagi harinya, ia terbangun dengan keadaan yang sama dengan semalam dengan selimut menutup sebagian tubuhnya. "Naomi! .." Dino kaget melihat Naomi tak ada disampingnya.
Naomi!!!