Never Forget

Never Forget
Togaya - Naomi



"Dino...." Togaya menatap Dino. Matanya berkaca-kaca, Dino terlihat sangat terpukul dengan kondisi Sang Ibu. Ia bahkan tidak bisa berkata apapun. Dino memeluk Togaya dan begitu sebaliknya.


"Semua akan baik-baik saja..." Togaya menepuk bahu Dino. "Mama kamu orang yang sangat kuat. Dia akan berjuang dan sembuh. Kamu gak perlu kuatir. Kamu jaga anak dan istrimu." Ucap Togaya. Dia meminta pada Dino untuk segera pulang, sepertinya Naomi sangat kelelahan. Awalnya Dino gak mau pulang tetapi ia tetap menyuruh keponakannya itu pulang dan menemani keluarganya. Ia akan menemani Ratih kakaknya. "Kamu gak perlu kuatir soal mamamu, ada om disini." Ucapnya lagi.


"Baiklah om. Aku titip mama."


"Sudah sana pergi. Dino, malam ini om akan tinggal di rumah kalian. Kebetulan, rumah Om sedang dibersihkan. Om akan pulang saat makan malam." Pinta Togaya.


"Baik Om." Ucapnya lalu menghampiri Naomi yang terlihat sangat lelah. "Ayo kita pulang.." ajaknya meraih jari jemari Naomi.


Berat rasanya bagi Dino untuk meninggalkan mamanya. Ditambah lagi, ia memiliki trauma yang cukup besar dengan kondisi Sang Ibu. Naomi terus mengeratkan genggaman tangannya. Aku mau mengajakmu ke suatu tempat ucap Dino, ia menatap mata Naomi. Ia membawa Naomi ke sebuah tempat yang sangat sunyi sebuah makam. Sesampainya di sana, ia mengambil bouquet mawar pink dan bunga Lily. Dino lalu memberikan kedua bouquet itu pada Naomi.


"No, kita akan ke makam Naomi?" Ucapnya.


"Iya... kita kunjungi papa sekalian. Lain waktu kita ajak Milka dan Domi. Mereka berdua belum pernah aku ajak kesini." Ucap Dino mengajak Naomi untuk segera turun.


"Pa, Naomi. Dino datang bersama Naomi. Kami sudah kembali bersama. Kami berjanji kali ini kita tidak akan berpisah." Dino meraih jari jemari Naomi dan menggandengnya dengan erat. Ia tersenyum, " I'm promise you so don't lie to me." Ucapnya membuat Naomi terharu. Ia menitihkan air matanya, mengeratkan tangannya.


"I'm sure we can get through this matter so don't think about leaving me and taking our child away" Ucapnya lagi, memeluk Naomi dengan erat. Naomi memeluknya dan menangis di pelukannya.


"I'm sorry Dino." Ucapnya. "Sejak dulu sepertinya aku yang membuat masalah dalam hidup kita."


"Naomi tatap aku. Semua sudah berlalu, aku yakin sekarang Naomi di depan aku, seorang yang luar biasa, karena kamu adalah seorang ibu. Kita berjuang bersama melewati masa yang sulit." Ucapnya dan mengajaknya pulang.


Angin semakin kencang, "Dino memasukkan tangan Naomi ke dalam jaketnya agar lebih hangat. "Sekarang udah bisa cerita semuanya? Aku mendengarkan semua pembicaraanmu dengan Om Togaya. Saat itu, kamu tinggal di rumah Om Togaya? Kenapa kamu gak menghubungi aku?"


"Does he know you are pregnant?" Tanya Dino. Naomi menggelengkan kepalanya. Dino merasa Naomi masih menutupi sesuatu namun ia tak ingin memaksa. Dino merasakan ada sesuatu yang ditutupi darinya. "Ok, sekarang kita pulang. Om Togaya akan menginap malam ini."


"Om Togaya bukannya, suka makanan Western. Aku gak terlalu bisa masak yang seperti itu." Ucap Naomi panik. Ia langsung mengambil ponselnya dan mencari menu-menu makanan Western yang mudah. "Apa yang kamu tertawakan?" Tanya Naomi, ia mencubit Dino yang terus tertawa melihatnya.


"Nomi, aku yang masak." Jawab Dino malah di tertawakan Naomi mempertanyakan kemampuan memasak Dino. Seingat dirinya, Dino sama sekali tidak bisa masak. "Naomi, kamu itu sama Milka 11-12, hobby kalian makan terus jadi aku harus bisa masak. Pancake is Milka's favorite like you. So don't worry. Aku yang handle." Ucapnya.


"Ayo... nanti kita kemalaman." Teriak Dino, ia masih melihat Naomi berdiri dan tidak bergerak sementara ia sudah sampai di mobilnya. "Naomi ..." Teriaknya lagi.


Naomi berlari dan memeluk Dino. "Bertapa beruntungnya aku, mengenalmu sejak kita masih kecil. Bersamamu hingga aku dewasa."


"Aku juga beruntung.." Ucap Dino.


"Kiss me!" Pinta Naomi.


"Nom. Disini, ditempat umum.." Balas Dino


"Gak ada yang liat, kita juga bukan artis siapa yang tahu."


"Ok, sekali aja tapi..." Dino menarik Naomi lebih dekat dan menciumnya dengan mesra.


Cinta itu perlu dijaga, ini caraku menjaga cinta kita.