
Hal terindah di dunia ini adalah kebahagiaan.
Naomi terbangun dari tidurnya, cahaya matahari masuk melalui sela-sela jendela dirumahnya. "Dino.." Panggilnya. Ia tak melihat Dino di sampingnya hanya selimut yang berantakan. Dino! Panggilnya lagi. Ia lalu beranjak mencari Dino ke setiap sudut kamar, dan hanya menemukan sebuah amplop coklat berisi surat perceraian yang sudah tanda tangani oleh Dino. Dino juga meninggalkan sebuah surat. "Semoga kamu bahagia" Kata-kata itu tertulis dalam sebuah note di atas amplop itu. Naomi tak dapat berkata apapun selain menangis sambil membaca surat itu.
Dear Naomi,
Aku menulis surat ini karena banyak hal yang tak bisa ku katakan dengan langsung padamu. Aku sudah menyadari semua kekeliruan yang ada di antara kita. Kamu benar, sudah seharusnya kita mengakhiri mimpi buruk yang selalu menghantui mu. Aku sudah menandatangani surat perceraian itu.
Aku sadar ketika kamu mengatakan bahwa kamulah yang mengajukan surat itu. Awalnya, aku tidak menyangka kamu bisa melakukannya. Tapi, aku mengerti ketika menatapmu semalam. Kamu sudah sangat membenciku, memaksamu tetap bersamaku justru akan membuatmu menderita. Aku dan keluargamu adalah luka dalam hatimu. Luka yang terlalu besar dan berakar. Aku hanya mengungkap kebahagiaanmu.
Saat menulis surat ini, aku kembali mengingat kenangan kita berdua terutama ketika kamu mengaku sebagai pacarku saat di SMP. Lucu juga, aku baru sadar sebenarnya kapan kita benar-benar jadian? Aku sudah terlanjur terpesona oleh murid pindahan, kutu buku berkaca mata tebal dan berkawat gigi.
Naomi kamu masih ingat buah Mangga yang aku kasih ke kamu. Sebenarnya, itu bukan kebetulan tapi aku memang menunggumu di situ. Anak anjing yang ku bawa memanglah peliharaanku. Pohon Mangga itu milik nenekku, setelahnya memberikannya padamu aku kena marah habis-habisan dan harus berlutut selama 2 jam. Sebenarnya, banyak hal yang kulakukan sengaja untuk menarik perhatianmu. Aku sengaja menunggumu di parkiran sepeda untuk mengajakmu pulang bersama dengan alasan takut kamu dibully. Selama kita bersama hal yang paling menyenangkan adalah ketika kita pulang bersepeda bersama. Kamu mengajarkan banyak hal kepadaku.
Aku sadar semakin dewasa kamu akan menjadi seorang yang cemerlang. Kamu adalah permata di hatiku. Ketika aku tahu kamu berselingkuh, semuanya hancur harapanku hilang. Aku sangat membencimu tapi aku juga takut kehilanganmu. Aku gak tahu harus berbuat apa pada hubungan kita. Maaf, aku membuatmu terluka. Maaf aku yang kurang dewasa.
Ketika aku tahu, semua ini adalah rencana papaku untuk memisahkan kita. Aku sangat menyesal, kecelakaan mu membuatku sadar bertapa pentingnya kamu di hidupku. Naomi, matamu saat ini adalah mata Milka yang didonorkan padamu, inilah alasan kepergian ku ke Inggris. Aku bersedia menukar kebebasanku dengan mimpimu.Selama hampir dua tahun, aku gak pernah sedikitpun melupakanmu. Apakah kamu juga begitu?
Saat kamu pindah ke Prancis, aku merasa sangat bahagia karena Naomi akhirnya mengejar mimpinya. Lalu, kita kembali bertemu aku bertekad untuk tidak menganggu mu tetapi aku tak mampu. Aku merasa marah dan cemburu melihatmu bersama orang lain. Aku melakukan segala cara untuk mendapatkan mu kembali. Aku berhasil dan kita menikah. Akhirnya, aku bisa membangun keluarga kecil bersamamu. Impianku sejak dulu.
Aku tidak akan datang ke perceraian kita, agar keinginan mu segera terwujud. Naomi, terima kasih untuk waktu terindah bersama. With Love, Dino...
Surat itu diakhir dengan tanda tangan Dino. "Apa, mata ini, mata Milka? Aku pernah hampir buta?" Ia meraba kedua matanya. "Tidak! Gak mungkin!" Ia menggelengkan kepala dan menyesal dengan keputusannya. Dia justru kehilangan orang yang mengorbankan banyak hal untuknya. Ia langsung mengejar Dino, namun ia terlambat. Ia mencari Dino ke segala tempat, di perusahaan, di rumah, dan tempat-tempat favorit Dino.
Di Perusahaan, dia bertemu dengan Reihan. "Reihan, apa kamu tahu dimana Dino?" Tanyanya.
"Buat apa kamu cari dia? Dia bilang gak mau ketemu kamu. Jadi dia melarang aku memberitahumu." Ucap Reihan.
"Reihan, aku mohon. Kasih tahu aku."
"Naomi cukup! Jangan ganggu Dino lagi. Lo pernah kecewakan dia sekali, sekarang lagi. Lo udah buat pertemanan gw dan Dino hancur dan sekarang tidak akan aku lakukan lagi."
"Reihan, aku minta maaf. Aku memang wanita yang jahat. Aku menghancurkan hati Dino, aku berselingkuh, aku memang gak pantas untuk dia. Tapi please kasih tahu dia ada dimana?"
"Naomi, kenapa harus Lo? Wanita yang begitu dia cintai." Reihan berbalik menghampirinya. " Cinta dia tulus sama Lo. Saat SMA dari banyaknya wanita yang suka sama dia cuman Lo yang dia pilih, cewek kutu buku yang 360 derajat berbeda dengan Dino. cewek yang pada akhirnya hanya memanfaatkan dia sebagai perisai dari teman-teman lainnya."
"Dia cuman melihat Lo aja." Ucap Reihan pergi meninggalkannya.