Never Forget

Never Forget
First Breakfast



Pagi ini dibuka dengan senyuman Naomi. Ia terbangun dengan pemandangan indah, Dino, Domi dan Milka mereka masih tertidur pulas. Domi dan Milka memeluk erat Dino. Meskipun semalam tidak terjadi apa-apa dengan dirinya dan Dino, tapi ia cukup bahagia bisa menghabiskan waktu bersama dengan keluarga kecilnya.


"Dino sekian lama tidak bertemu kamu semakin tampan. Semakin tampan ketika kamu menjadi seorang ayah." Ucapnya sambil mengelus rambut Dino yang masih tidur pulas. Tak lama, Milka mulai menggeliat lalu membuka matanya. Ia langsung melihat Naomi.


"Did you have slept well?" Naomi langsung memeluk dan menggendongnya. Ia meminta Milka untuk jangan bersuara karena ayah dan adiknya masih tidur. "Kita masakin sarapan untuk papa dan Domi, Milka mau bantuin mama?" Ajaknya, Milka dengan bahagia menganggukkan kepalanya.


"Let's go!" Teriak Milka. Mereka segera bersiap dan menuju ke ruang dapur. Di sana, mereka di kagetkan oleh suasana dapur yang sudah ramai. Para pekerja rumah tangga sudah bersiap dan mengerjakan semua aktivitas mereka. Ada yang menyiapkan makanan, ada juga yang menyiapkan piring, dll. Suasana sangat hectic.


"Mama .. siang ini papa mengundang teman-teman dan koleganya untuk makan disini. Ia akan mengundang Adrian dan mamanya ke sini." Ucap Milka.


"Oh iya, mama baru tahu sayang." Ucapnya sedikit bingung. "Sayang, kita buatkan papa sarapan, kita biarkan mereka melakukan tugasnya." Ucapnya.


"Selamat pagi Nyonya Naomi. Silahkan menunggu di ruang keluarga. Sarapan akan kami siapkan segera." Sapa salah satu kepala pengurus rumah tangga di sana. Ia terkenal tegas dan disiplin dengan aturan yang ada. Berbeda dengan kepala bagian yang lain. Bibi Seruti, termasuk yang sangat disiplin, ia mengurus bagian dapur.


"Bi, saya mau buat sarapan untuk Dino dan Domi. Apakah ada tempat yang bisa saya gunakan? Saya liat semua sudah penuh." Ucapnya langsung dilirik oleh Bi Seruti.


"Disini yang bertugas untuk memasak adalah koki dan juru masak." Balasnya tegas. "Sebaiknya, anda dan Pak Dino menunggu sarapan pagi yang akan dibuatkan oleh koki hari ini. Ini sudah peraturan yang berlaku." Ucapnya lagi. Seruti ini adalah pendukung Samantha dan Ibu Ratih. Sehingga, ia selalu bersikap sinis pada Naomi.


"Bi Seruti, Milka juga mau masak untuk Domi. Adik Milka. Bibi, tolong kasih aku dan mama tempat." Ucap Milka, dia maju dengan berani membela ibunya.


"Sudah Milka..." Naomi tidak ingin ada keributan, ia sadar berada dalam kondisi yang tidak mendukung dia. Tak mendapat respond, Milka kembali bertanya pada Bi Seruti yang masih diam saja.


"Bi, kata papa. Tidak boleh mem


-bully mamanya Milka." Ucapnya lalu mengajak mamanya untuk langsung masuk kedalam.


"Dasar! Anak kecil. Kalau bukan anak Pak Dino sudah ..."


"Sudah apa Seruti... Ingat, Pak Dino bisa melakukan apa saja kepadamu jika kamu main-main sama Nyonya Naomi. Kamu itu baru disini." Ucap Minah memperingatinya.


"Den Dino cocoknya sama Non Samantha." Balasnya angkuh pada Minah. Meskipun dia masih mudah, dia cukup sombong untuk orang seusianya. Ia berada di atas angin karena Ratih selalu membelanya.


"Den Dino itu sangat teramat mencintai istrinya. Coba aja kalau kamu gak percaya." tantang Mirna.


Selain nasi goreng ia juga membuatkan pancake kesukaan Domi. Milka membantunya memasukan tepung dan mengaduk adonan bersama Naomi. Milka terlihat bahagia meskipun muka dan bajunya penuh tepung. Dia tertawa bahagia, sama halnya seperti yang dia lakukan dengan Dino ketika masih di Amerika dulu. Dino sangat menyukai pancake sehingga mereka sering membuatnya bersama. "Ma, papa juga sering buat pancake. Pancake-nya enak."


"Oh iya, papa itu belajar dari mama." Ucap Naomi bangga sambil tersenyum juara.


Sementara itu, Dino dan Domi sedang bersiap -siap. Dino dan Domi berkaca bersama sambil membersihkan muka mereka. Domi meniru semua tindakan Dino. Domi juga mencontoh cara Dino memilih baju, ia memilih beberapa baju yang ia sukai menaruh nya di atas meja aksesoris, dan mulai menimbang-nimbang.


"Kamu ngikutin gaya papa ya..." Ucap Dino sambil memeluk Domi. Domi tertawa geli ketika Dino mencium perutnya.


Di sisi lain, Milka dan Naomi mencoba pancake buatan mereka. "Enak ma!" Ucapnya memberikan jempol untuk Naomi.


Setelah semua siap, sarapan juga sudah tersedia di meja makan. Semua penghuni rumah turun untuk sarapan bersama. Ratih, Dino, Domi datang secara bersamaan.


"Wow! Nasi Goreng Cumi." Dino langsung melirik Naomi tersenyum. Dino duduk disamping Naomi dan mamanya. Ia sangat lahap menikmati makan pagi itu. Ratih juga begitu, ia tidak tahu jika makan pagi ini disiapkan oleh Naomi.


"Naomi... kamu jangan kasih makan Milka dan Domi sembarangan ya." Ucapnya. "Kasih nasi goreng aja. Jangan pancake, itu pasti kamu yang buatkan nanti sakit lagi cucu saya."


Dino hanya terdiam sambil tertawa kecil. "Ma sudahlah biarkan saja mereka makan pancake nya." Ucap Dino.


"Tidak bisa Dino, mama gak mau cucu mama sakit perut." Ucapnya.


"Nasi gorengnya enak ma?" Tanya Dino balik. Ratih mengangguk dan menunjukkan piringnya yang sudah bersih. "Chef, makanan pagi ini kenapa hanya nasi goreng dan salad?" Tanya Dino.


"Maaf Bu Ratih, pagi ini Nyonya Naomi yang menyiapkan semua saya hanya menyiapkan salad." Ucap Chef Jonah. Dino lalu tersenyum kepada mamanya. "Mama, baik -baik ajakan? Mama juga masak makanan Naomi." Belanya membuat Ratih kalah di depan anaknya sendiri.


"Dino..."


"Maa... sudahlah masih pagi." Ucapnya meminta anak-anaknya untuk segera bersiap karena mereka harus pergi ke Sekolah.


Ini adalah kali pertama kami semua berkumpul di meja makan. Our first breakfast as a family.


"Nom, aku tunggu di mobil ya.."