Never Forget

Never Forget
Indonesia



"Happy birthday's Naomi." Ucapnya meniup lilin yang menyala di atas kue tart kecil. "I will comeback to Indonesia. Ini pertama kalinya, aku meniup lilin ini setelah hampir 6 tahun." Dia terus menatap ponsel lamanya. Ia ragu untuk membuka atau tidak.


"Dino! Mama gak setuju kita pindah ke Indonesia. Mama gak mau Milka bertemu dengan Naomi." Ucap Ratih yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja Dino.


"Ma.. Aku kembali untuk perusahaan bukan untuk mengejar Naomi. Ma, gak terlalu jauh berpikiran soal ini. Aku istirahat dulu besok kita sudah harus berangkat."


"Dino, apakah kamu masih mencintai Milka? itu kah alasannya kamu memiliki Milka? Tanya Ratih cukup menganggu bagi Dino.


"Ma, Milka hadir karena dia adalah anugerah dari Tuhan. Mama menginginkan seorang cucu dan aku ingin sekali punya anak perempuan dari wanita yang aku cintai." Balas Dino menjelaskan situasi yang dia alami pada Ratih. Ia juga menjelaskan mengapa Samantha yang menjadi ibu pengganti bagi Milka. Ketika ia tahu Dino sedang mencari ibu untuk menjadi surgorate mother, Samantha mendatanginya dan mengajukan dirinya. Ia tidak menutupi apapun dari Samantha.


"Ma, sebaiknya sekarang kita istirahat. Besok kita flight pagi." Ucap Dino.


"Hati mama tidak tenang. Mama takut kamu akan terlibat dengan Naomi." Ucapnya.


Hidup ini adalah sebuah pilihan, aku memilih tetap menyimpan semua dalam hatiku. Aku berharap ia akan berbahagia selalu. Milka adalah satu-satunya hal terindah yang aku miliki dari Naomi. Meskipun, terkadang aku ingin tahu bagaimana hidupnya sekarang?


Terakhir kali mengetahuinya 6 tahun yang lalu, ketika aku mendengar ia akan menikah dengan Gilang. Setelahnya, aku menutup segala hal tentang Naomi dan semua tentangnya.


"Pa, Dimana mama? Mama akan jemput kita kan?" Tarik Milka pada Dino. Ia hanya tersenyum melihat anaknya, Milka sangat tidak sabar menemui Naomi. Dino kemudian mengendong Milka di tangannya. "Milka, kita pasti ketemu mama. Sekarang, mama lagi sangat sibuk." Ia mengajukan kelingkingnya untuk berjanji pada Milka.


"Kamu yakin, bisa memenuhi janjimu." Jawab Ratih kesal dan jutek setiap mendengar hal-hal tentang Naomi.


"Pak Beben selalu menunggu kepulangan Den Dino." Peluk pak Beben, ia menangis haru bertemu lagi dengan Dino yang sudah di jaganya sejak kecil. Tak lupa ia juga menyapa Bi Minah yang sekarang sudah bertambah tua. Sebenarnya, saat mereka memutuskan untuk pindah, Pak Beben memutuskan untuk tinggal Di Indonesia dan menjaga rumah strawberry milik Dino.


"Pa, siapa dia?" Milka mengintip dari balik Dino dengan lucu. Ia lalu berjalan perlahan menghampiri Pak Beben. "Milka" Ucapnya.


"Pa, Milka ini anak aku. Dia lahir di San Francisco. Usianya 5 Tahun." Dino tersenyum bangga melihat Milka yang dengan sopan memperkenalkan dirinya pada Beben.


"Pak, kita kembali ke rumah Jakarta saja. Kami akan menetap di sana." Ucap Dino sebelum masuk ke mobil yang di bawa pak Beben.


Selama di perjalanan, ia menikmati kemajuan Jakarta yang semakin maju. Ditambah lagi kini ia memiliki Milka yang tidur dengan pulas di pelukannya.


"Ma, mulai besok jangan bicara jutek lagi soal Naomi. Kasian Ma, kalau Milka sampai dengar."


"Justru mama sayang Milka, mama gak mau kamu kasih dia harapan kosong." Jawab Ratih kesal.


"Ma, bukan harapan kosong ma. Dino pasti akan mempertemukan mereka."


"Den, Maaf kalau bapak potong. Non Naomi ibunya Non Milka. Apa Aden dan Non Naomi kembali bersama di Amerika?" Tanya Pak Beben. Mendengar itu membuat Ratih semakin kesal dan Minah akhirnya harus mencubit kumis Beben untuk membuatnya sadar. "Jangan kepo kamu, Ben." Balas Minah.


"Pak, suatu saat bapak akan tahu juga." Balas Dino.