Never Forget

Never Forget
You're the best mom



Bukan waktunya menyalahkan keadaan! - Dino.


"Apa!!! Domi hilang.." Shock! Itu yang dialami Dino. Ia kaget setelah mendengar Naomi mengatakan hal itu. "Dimana kamu sekarang?"


"Milka, papa pergi dulu sebentar. Kamu sama Mama Samantha dulu ya." Ucap Dino terburu-buru. Ia segera meminta Samantha ke ruangannya untuk menemani Milka.


"Samantha, tolong jaga Milka. Aku ada keperluan. Kita ketemu nanti malam ya." Ucapnya buru-buru pergi.


Cemas! inilah yang berkecamuk dalam hati Dino. Ia takut terjadi sesuatu dengan Domi. Dia masih kecil, ia takut Domi akan jadi seperti dirinya ketika kecil. Menjadi sasaran lawan bisnis papanya. "Tidak! Gak ada yang tahu dia anakku. Gak mungkin dia di culik oleh lawan bisnis ku. Tapi dimana dia? Kenapa aku tidak bisa menemukan dia."


"Permisi, apakah anda melihat anak ini?" Tanyanya pada setiap orang yang ia temui.


"Gimana Dino?" Tanya Naomi. Ia ketakutan dan paranoid. Pikiran-pikiran buruk tentang anaknya terus berkecamuk dalam pikirannya. "Dino, gimana kalau dia sampai...."


"Naomi, udah cukup. Tidak akan terjadi hal apapun yang buruk pada anak kita. Kalau dia diculik, penculiknya pasti akan menghubungi kita segera. Kamu jangan berpikir yang macam-macam. Kita sekarang sama-sama dan pasti bisa melalui ini semua. Kita cari lagi..." Ucapnya melanjutkan perjalanan mereka mencari Sang Buah Hati.


"Dino, aku gak bisa bayangkan hidup tanpa Domi. Aku gak bisa jadi ibu yang baik untuk Domi..." Ucapnya menyalahkan dirinya sendiri.


"Naomi, kamu adalah ibu terbaik di dunia ini. Kamu melahirkan dan mempertahankan dia adalah hal terbaik yang kamu lakukan." Dino terus memberi Naomi semangat. Ia memutuskan untuk berhenti sejenak, dan memberi Naomi pelukan.


"You have me. I will never leave you again. Kamu adalah ibu terbaik untuk Domi. Terima kasih Naomi, kamu udah memberikan nama itu pada anak kita." Ucapnya memeluk Naomi dan memberinya support. "Ini adalah cobaan, bukan waktunya menyalahkan diri sendiri." Naomi langsung memeluk Dino dengan sangat erat. Sandaran yang hilang selama ini sudah kembali. Dino kembali lagi untuknya dan anak mereka.


"Dino, aku minta maaf..." Jawab Naomi. "Naomi, masa lalu itu biarlah jadi pelajaran untuk kita kedepannya. Ketika, nanti kamu membangun hubungan yang baru. Jangan liat lagi ke belakang."


"Hubungan yang baru?" Balas Naomi. "Iya, kamu dan calon suamimu nanti." Balas Dino. "Aku mau kita, Dino.."


"Aku sudah punya Samantha, Naomi. Aku gak mungkin menyakiti hatinya." Keadaan menjadi serius ketika mereka membicarakan hubungan mereka. Ponsel Dino berdering, panggilan masuk dari kantornya. "Ada apa Fritz?"


"Fritz, kamu tunggu di situ. Pastikan dia baik-baik saja." Titah Dino.


"Kita mau kemana?" Tanya Naomi. "Kita mau ke acara pembukaan peresmian mall yang baru. Fritz bilang Dino ada di sana." Jawab Dino.


Dino langsung menyetir dengan kecepatan tinggi menuju lokasi. Sedangkan Naomi yang berada disampingnya lega setelah mendengar kabar tentang anaknya. "Domi pasti mencari kamu." Ucapnya sesaat setelah mereka sampai di lokasi peresmian. "Aku bilang sama dia, kalau kamu gak mungkin tinggal bersama kita. Aku meminta dia menganggap Gilang sebagai ayahnya."


"Papa..." Teriak Domi dan berlari kearah Dino. Ia memeluknya erat dan mengatakan kerinduannya pada Dino. "Papa, Domi kangen...."


"Bagaimana kamu bisa kesini?" Tanyanya.


"Awalnya, dia pergi ke kantor kita. Dia memang pintar seperti kamu. Karena dia adalah anak kamu jadi mama ajak dia ke acara ini. Keluarga kalian akan menjadi lengkap. Kamu, Samantha, Milka dan Domi." Ucap Ratih menyambut kedatangan Sang Putra.


"Tidak! Aku tak akan pernah membiarkan hal ini terjadi Domi adalah anak aku. Dia hanya boleh bersama aku." Naomi langsung berteriak dan membuat semua orang melihatnya. "Domi, aku tetap berada di sini bersama kami." Ucap Ratih memperuyam keadaan. "Tidak!" Ia berusaha merebut Domi dari Ratih sehingga menyebabkan keributan. "Naomi, sudah cukup! Mama juga udah." Dino berusaha melerai. "Ma.. acara mau dimulai, kita diliatin banyak orang." Ucapnya mengingatkan Ratih soal ini.


"Naomi, udah.. cukup. Jangan buat kekacauan disini." Dino menarik tangannya dan mengajaknya ke suatu tempat. Disana ia meminta Naomi untuk lebih tenang. "Naomi, aku tahu kamu marah sama ucapan mama. Nom tapi kamu harus sadar, disini banyak orang yang melihat kita. Jangan sampai Domi jadi pergunjingan banyak orang."


"Kamu malu, aku ibunya Domi." Ia melihat dirinya sendiri yang acak-acakan datang ke acara resmi yang bergensi. Dimana semua orang mengenakan baju yang bagus dan rapi.


"Aku gak malu kamu ibunya Domi. Tapi, aku hanya ingin melindungi perasaan anak kita. Baju itu bisa di ganti. Aku akan minta Fritz mengantarkanmu untuk berganti baju." Balas Dino. Ia memang lebih bijaksana dan tenang dalam menghadapi suatu masalah. Ia memberikan kartu kreditnya pada Naomi dan memberitahu pin black card tersebut adalah ulang tahunnya.


"Setelah itu temui aku di sana." Ia menunjuk pada lokasi pemotongan pita. Dino menitipkan Naomi pada Fritz.


Setelah menyelesaikan urusannya dengan Naomi, ia kembali kepada Domi dan menggendongnya. Ia bertanya bagaimana Domi bisa datang ke kantornya. "Kamu kemana aja? Papa nyariin kamu. Bagaimana kamu bisa tahu kantor papa?"


Domi terus memeluk Dino. Ia lalu memberikan sebuah kertas bertuliskan namanya, nama kantornya. Sebuah kertas lusuh yang di dapat Domi dari Siti, Si penjaga warung. Setelah ia mendapatkan data itu, ia pergi menggunakan ojek menuju alamat kantor itu. Ia membayarnya dengan uang celengannya selama ini. Ia menceritakan semua hal sampai akhirnya ia bertemu dengan Ratih dan diajaknya ke sini. Domi kembali memeluk Dino. Ia takut berpisah dari ayahnya.


"Syukurlah kamu baik-baik saja." Domi tak ingin lepas dari Dino bahkan turun dari pelukannya. Milka yang melihat itu cemburu, ia tak ingin siapapun mendekati ayahnya. "Kamu siapa peluk papa aku!" Teriak Milka.


"Milka, dia ini Domi. Kalian harus saling menjaga..." Dino lebih berhati-hati saat ini, dia akan memberitahu Milka pelan-pelan. Ia mencoba mendekatkan keduanya dulu. "Milka mau punya teman main, ajak Domi..." Seru Dino.


Acara pemotongan Pita akan segera dimulai, semua orang-orang yang terlibat sudah bersiap pada posisi. Dino adalah orang terakhir yang datang, ia mengandeng kedua anaknya di kiri dan kanan. Di sampingnya berdisi Samantha yang adalah rekan bisnisnya. Dino mengambil gunting dan mereka semua memotong secara bersamaan, Domi dan Milka berdiri di samping Sang ayah dengan bangga di depan semua orang. Dino lalu memberikan sepotong Pita pada kedua anaknya dan memberikan gunting itu pada Milka dan selanjutnya Domi. Sehingga mereka juga dapat merasakan memotong pita itu.


"Milka, Domi.. Gedung ini juga milik kalian berdua." Ia memeluk dan mencium keduanya secara bergantian. Samantha dan Naomi yang melihat hal ini dapat merasakan kehangatan yang dimiliki Dino untuk keluarganya. Domi sangat mirip dengan Dino.


Ketika juga menjadi perhatian bagi para wartawan. Mereka meminta foto ketiganya bersama. Begitu juga Naomi, ia juga mengabadikan moment tersebut.