
"hallo.....al...al...al......."dan telp pun terputus sepihak...
"ada apa ini kenapa ini...tidak mungkin, tidak mungkin ini tidak mungkin terjadi"cinta mondar mandir tak jelas dan yang jelas sekarang dia sangat frustasi takut apa yang dipikirkan nya terjadi
iringan keluarga fathan sudah tiba dan cinta mengintip dijendela atas.
cinta makin galau dan tidak tau harus berpikir apa, bahkan cinta berpikiran untuk kabur.lalu cinta mengunci pintu kamarnya kebetulan saat itu cinta sedang sendiri, karena semua orang menyambut kedatangan keluarga fathan.
tiba tiba telp cinta berbunyi....
"hallo al"hati cinta berdebar
"dengan ibu cinta, kami dari kepolisian mau mengabari bahwa mobil yang dikendarai pemilik hp ini kecelakaan di jalan tol dan sekarang sedang menuju rumah sakit x, kami mengabari ibu karena ini no.telp terakhir yang dihubungi.terima kasih."
seketika itu cinta tak kuasa membendung air matanya...
"cin.....cintaaa...ayooo acaranya segera dimulai"ketuk della
karena della lama akhirnya mam cinta menyusul dan mengetuk pintu cinta, terdengar samar samar cinta menangis..
"cinta...ini mam, ayooo buka pintunya sayang....ada apa sayang jangan membiat mam kwatir donk cin"mam mulai khawatir
ceklek....
"astagfirulloh, ada apa cinta?? kenapa menangis sayang??"
"mammmm...cinta mau ke aldy mam,tolong cinta,gmana ini mam...aldy...aldyyyy kecelakaan mam"isakannya makin keras
mam menutup mulutnya, mam juga bingung gmana dengan acaranya???
"inalillahi,terus sekarang gmana aldy cin,siapa yang ngabarin?"mam pun memeluk cinta.
"gak tau mam, cinta mau kesana pokoknya cinta mau kesana mam....ijinin cinta ketemu aldy ya mam, ini salah cinta sampai aldy kecelakaan mam"....cinta berlutut dan memohon kepada mama nya dan saat itu juga eci dan fathan ada di pintu...
"cinta..."cinta pun menoleh ke arah fathan dengan tatapan memelas seolah memohon ijinkan aku pergi
dengan berat hati fathan pun mengangguk"pergilah temui cintamu,maafkan kaka tidak memahami isi hatimu selama ini"ucap fathan merelakannya
cinta pun memeluk fathan...
"maaf...maafin cinta kaka...maafin"dengan terisak
"pergilah,biar kaka urus tamu dibawah..."ucap fathan dengan bijak
"tunggu cin lo lagi kacau biar gue yang nyetir rumah sakit x kan???"dan cinta pun mengangguk sambil mengucapkan beribu terima kasih cinta mencium tangan fathan dan melepaskannya perlahan.
"buruan eciii....."cinta sudah tak sabar
"bentar non...sabarr..."eci berusaha tenang karena akan menyetir
disepanjang perjalanan air mata cinta terus mengalir sambil membayangkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi.
sesampainya di rumah sakit cinta langsung berlari ke arah resepsionis tanpa menghiraukan eci
"mba mau tau info tentang kecelakaan atas nama rifaldy wirawan saputra donk...."dengan mengetuk ngetuk meja resepsionis karena tak sabar.
setelah dijelaskan ada diruanh operasi lantai 2 cinta langsung berlari ke arah sana
cinta bertanya pada satpam ternyata aldy masih diruang operasi.
cinta mondar mandir gak jelas hatinya galau sebentar duduk sebentar mengintip jendela operasi sampai gak ngeuh dia masih memakai kebayanya.
dan tiba tiba datang seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik bersama anak perempuannya....terlihat sembab jg, dan meng tertegun menatap cinta
"cantik,....kau pasti cinta ya sayang"sambil memeluknya
cinta heran dan bertanya "tante....siapa???
"tante momynya aldy, bagaimana keadaan aldy cin???"momy menanyakan kabar anaknya
"cinta jg belum tau tante, sudah 2 jam dokternya belum keluar jg"cinta meneteskan air matanya lg.
"tenanglah yakin lah aldy kuat ya sayang"mom mengusap kepala cinta dengan penuh kasih padahal dia juga sedang galau.
setelah jam ke 4 tiba2 dokter keluar dengan kabar bahwa aldy dapat diselamatkan tapi masih belum sadar
"boleh saya masuk dok" ijin cinta
"ya boleh tapi satu2,pasien masih harus steril"tegas dokter
"mau tante apa cinta dl ..."cinta menawarkan diri kepada momynya aldy walau bagaimana pun tidak sabarnya cinta tetap mominya yang utama.
"mom tau,kamu sudah tidak sabar,pergilah duluan"kata mom dengan bijak
dengan langkah yang berat cinta melihat pujaan hatinya terkujur dengan banyak alat yang menempel disekujur tubuhnya,
cinta tak kuasa lagi menahan air matanya dan terisaklah cinta di samping bangkar dengan menggenggam tangan aldy.....