
Naomi mendorong Dino keluar dari kamarnya dengan berbekalkan dua bantal dan selimut. "Kamu tidur di sofa luar sampai kamu putus dengan Samantha."
"Hey! Naomi! kamu gak bisa ngelakuin ini.." Cegah Dino. "Nomi, aku bilang apa kalau anak-anak liat. Masa aku bilang kalau mama dan papanya sedang berantem?"
"Itu urusan kamu..." Balas Naomi mengunci pintu kamar itu. Naomi sangat mengenal Dino, jika lelaki itu belum berubah dia pasti akan berusaha bernegosiasi dengannya.
"Nom.." Dino mengetuk pintu itu pelan takut kedua anaknya bangun sementara Naomi di dalam tertawa geli mendengarnya.
"Nomi, kamu tertawa ya! Cepat buka pintunya." Dino berusaha membuka pintunya.
"Nomi, ini rumah aku ya! Buka sekarang atau aku buka dengan kunci cadangan!" Dino mulai kesal dan semakin kesal ketika menerima surat dari Naomi yang memberitahunya jika kunci cadangan sudah diambil darinya.
"Nomi, mau kamu apa sih!" Ucap Dino kesal. "Kamu sengaja ya bikin aku kesal! Nomi!" Dino terus menarik turunkan ganggang pintu. "Nomi, satu, dua, tiga" Dino menekan dengan lebih keras lagi. Sekali tidak berhasil dia mencoba untuk yang kedua kalinya, "Aduh!" Dino jatuh di atas badan Naomi dan kedua bibirnya tidak sengaja saling bersentuhan.
"Sorry!" Ucap Dino. Ia berusaha berdiri namun Naomi justru menahannya. Naomi mengalungkan kedua tangannya di leher Dino. Ia juga meminta Dino melihat dirinya.
"Naomi lepas!" Pintanya.
"Dino! Aku mau keluarga kita kembali utuh. I'm still your wife." Naomi menunjukkan cincin nikah mereka yang sudah terpasang lagi di jarinya. "Aku gak mau berbagi kamu dengan wanita lain." Naomi lalu mencium Dino.
"I know you still love me."
Dino terdiam dan tak bereaksi. Di dalam dirinya rasa itu kembali muncul. Rasa yang selama ini ia tekan dalam-dalam sedikit demi sedikit ia rasakan lagi. Sangat tidak nyaman, Jantungnya berdetak dengan cepat tak kalah Naomi menyentuh dadanya. "Aku tahu disini masih ada aku."
Dino hanya bisa menatap Naomi dan letak tangannya. Ia berusaha menghentikan perasaan ini. Ia tidak ingin Naomi menderita mengingat mamanya yang sangat teramat membencinya. Ditambah lagi, janjinya kepada Ratih untuk menikahi Samantha menjadi beban baginya. Pernikahan ini adalah keinginan Ratih dan Dino berjanji padanya ketika ibunya itu jatuh sakit di rumah sakit.
"Kenapa kamu diam saja?" Ucapnya.
"Naomi!" Ucapnya. Ucapan ini dapat mengerakkan hati Naomi. "Dino, mulai hari ini aku akan ikutin kata hatiku. Aku gak akan di pengaruhi orang lagi. Aku mau kita tutup masa lalu kita."
"Naomi lepas atau aku gak akan tanggung jawab apa yang mungkin terjadi diantara kita!" Ancam Dino namun Naomi tidak peduli, ia hanya tersenyum sambil menggetarkan lagi rangkulannya.
"Aku yakin kamu orang yang bertanggung jawab." Balas Naomi membuat Dino kesal. "Kenapa kamu lakuin ini, dulu kamu yang maksa aku untuk bercerai." Dino masih menahan tubuh Naomi. Naomi terdiam, saat seperti ini Dino langsung mendorong wanita itu dan ia langsung pergi.
"Dino, jangan pergi..." Naomi menarik tangan Dino sebelum dia pergi.
"Dino, I'm sorry." Ucap Naomi sendu. Naomi berdiri dan memeluk Dino dengan mesra.
"Berhenti menatapku seperti itu. Aku bukan mainan kamu yang bisa kamu buang dan ambil sesuka hatimu. Kita bersama hanya karena Domi. Sadarlah itu!" Ucap Dino menjadi tamparan buat Naomi.
Sakit ini sangat menusuk hatiku. Aku baru saja mengumpulkan keberanian ini. Namun kini sirna oleh ucapanmu Dino. Aku akhirnya merasakan perasaanmu saat itu. Saat keegoisan menguasai ku. Aku menyesal, tapi rasa ini sungguh menyakitkan, penolakan ini.
"Lepaskan Aku!" Dino mendorong Naomi hingga tersungkur di tempat tidur.
Naomi menatap Dino, ia berbicara lewat matanya. Kenapa kamu dorong aku?
Naomi, saat ini berbeda. Aku memiliki Samantha. Aku tidak mungkin mengecewakan mamaku.
Naomi merenggangkan rangkulannya. Hal ini menjadi kesempatan bagi Dino untuk lepas dari Naomi. Wanita itu hanya terdiam, melihat bagaimana Dino berusaha lepas darinya. "Haruskah aku menyerah?" Tanya Naomi pasrah.
"Iya, untuk saat ini." Balas Dino berhasil lepas dari Naomi. Naomi juga bangkit berdiri dan duduk di sebelah tempat tidurnya, ia menarik Dino yang ingin berdiri.
"Bermalam lah bersamaku, I want you!" Ucapan Naomi membuat Dino kaget. Dino tiba-tiba mengingat kejadian malam itu sebelum Ia dan Naomi berpisah. Ia juga meminta Naomi menghabiskan waktu dengannya. Naomi langsung menciumi leher Dino dengan paksa.
"Naomi, hentikan! Naomi anak-anak bisa bangun." Namun Dino menghindar dan mencoba mendorong Naomi.
"Naomi, stop! Kenapa kamu jadi seagresif ini." Pinta Dino, ia tak ingin apapun terjadi diantara keduanya.