Never Forget

Never Forget
Fight for you



Naomi pulang dengan kesedihan sambil mengendarai sepedanya, ia terus menangis. Tak disangka Dino menjadi begitu dingin dan jahat padanya. Setelah enam tahun, dia bertahan bersama Domi, pada akhirnya dia malah diusir. Dino adalah alasannya bertahan di proyek itu karena ia yakin lelaki itu pasti akan datang. Proyek ini adalah impian Hendrik Bratayudha, ayah Dino. Proyek ini sempat terhenti karena proyek lain yang lebih diutamakan, namun setalah Naomi tahu proyek ini akan dilanjutkan ia buru-buru mendaftar untuk bekerja di sini.


Enam tahun yang lalu ketika ia mengetahui dirinya hamil dan mengandung anak Dino. Ia mencoba untuk datang ke perusahaan Dino namun ia tidak ada di sana. Bahkan om Togaya mengusirnya, dan memaci nya. Bahkan saat ia memberitahunya tentang bayi di kandungan, lelaki itu tidak percaya dan melarangnya untuk bertemu dengan Dino. Kesakitan dan kekecewaan yang dia rasakan, tak sengaja ia mendengar soal proyek Mall yang akan di jalankan.


"Ini adalah satu-satunya jalan untuk bertemu denganmu Dino." Ia segera berkemas dan pindah kembali Ke Bogor. Di sana ia mulai bekerja di proyek tidak peduli posisi apapun asal ia bisa bertahan sampai Dino kembali. Disini, ia juga bisa bersembunyi dari Nino yang terus memaksanya untuk mengugurkan bayi dalam kandungannya. Naomi tinggal bersama anak panti dan Oma Murni yang sudah sangat tua dan sakit-sakit.


"Oma, Naomi akan berusaha untuk menghidupi adik-adik dan rumah ini." Ucapnya sambil bersimpuh.


"Naomi, Oma rela tinggal dimanapun, asalkan bersama kamu nak. Oma senang kamu akan segera menjadi ibu." Oma memeluk Naomi yang sedang bersedih, kamu harus kuat Nak.


Naomi mulai bekerja dengan membuat roti hingga menjadi office girl di proyek. Sering kali ia merasa mual dan susah makan. Dan ternyata di rasa ini juga dialami oleh Dino. Ia juga merasa mual namun ia pikir ini karena Samantha yang mengandung bayinya. Naomi selalu merindukan Dino, apalagi ketika ia harus mengecek kehamilannya sendirian.


"Bu, bayinya laki-laki." Ucap Sang Dokter sambil memperlihatkan wajah Domi yang masih dalam kandungan. Hari demi hari, dia lewati dengan perut yang semakin besar. Ia sangat bahagia merasakan pergerakkan bayinya, sampai tiba waktunya ia lahir ke dunia. Tepat dihari ulang tahun Dino, bayi kecil itu lahir ke dunia. Naomi yang masih harus membantu Oma Murni dalam mengurus anak-anak tiba-tiba merasakan sakit dan ketubannya pecah. Ia berteriak kesakitan. Dibantu oma dan anak-anak, ia akhirnya dibawa ke rumah sakit dan berjuang sendirian melahirkan anaknya. Anak yang merupakan buah cintanya dengan Dino.


"Bu, selamat bayinya sangat tampan." Ucap salah satu suster mengantarkan bayinya. Dipeluknya bayi itu, tangisan pertamanya mengharukan. "Nak, ini mama sayang. Domi, anak mama." Peluknya sambil menangis. Nama itu dipilih oleh Dino jika ia memilki anak kelak. "Domi, singkatan dari Dino dan Naomi" ucap Dino ketika mereka masih sama-sama di Inggris. Ia tak bisa berhenti menangis. Domi sangat mirip dengan Dino.


"Aku tak ingin menangis lagi. Aku tak ingin kehilangan Dino. Aku akan berjuang untuk Domi, anak aku." Naomi memutuskan untuk menyamar menjadi laki-laki dan masuk sebagai Office boy di proyek itu. Apapun akan ia lakukan untuk membawa Domi bertemu ayahnya.


"Ibu akan lakukan apapun untuk mu sayang." Ucapnya membelai rambut Domi.


Keesokan harinya, pengalaman baru di hidupnya akan dimulai. Dan rahasia besar akan di ketahui nya. Naomi terpaksa harus berbohong pada Oma Murni terkait Dino yang juga ada di Bogor. Ia pergi dengan pakaian wanita dan berubah ketika sudah mendekati proyek dengan inisial Bejo. Dihari pertamanya , ia tak sengaja berpapasan dengan Dino.


"Maaf pak. Saya gak sengaja." Ucapnya sambil memegang kumisnya.


"Dasar keras kepala." Balas Dino, sepertinya dia tahu jika orang itu Naomi. "Hati-hati, kalau kerja." Tambahnya meyakinkan prasangkanya.


Semenjak dia bekerja disana. Ia selalu memperlakukan Dino dengan istimewa. Termasuk juga jadwal makan dan istirahatnya. Ia terus berada di samping Dino, meskipun lelaki itu menolak. 1001 cara ia lakukan untuk kembali mendekat pada Dino.


"Paijo, saya gak minta kamu bawain susu." Ucap Dino kesal, setiap 1 jam dia pasti datang untuk membawa cemilan untuk Dino.


"Paijo, saya udah kasih kamu kesempatan. Bisa gak kamu menjauh dari aku. Please, Nom..." Sebelum Dino menyelesaikan pembicaraan itu. Milka masuk bersama dengan Samantha. Ia langsung berlari dalam pelukan Dino dan memanggilnya papa. Bertapa kagetnya Dino dan Naomi ditambah kedatangan Samantha yang menyebut dirinya mama.


"Hello, Milka..." Panggil Dino memeluknya dan menggendongnya.


"Milka, dia anak Dino? dan wanita ini istrinya?" Ungkapnya dalam hati. Permisi! Saya kembali! Ucapnya jutek kepada Samantha. Sementara itu, Dino tidak bisa bertindak jika ada Samantha. Jika Samantha tahu, ia bisa melapor pada Ratih dan semua akan semakin runyam. Selain itu, kedatangan Samantha adalah sebagai rekan kerjanya.


"Siapa itu Dino?" Tanya Samantha.


"OB baru..." Jawabnya singkat, ia sesegera mungkin memasangkan topi dan safety tools untuk Milka karena ia ingin mengajaknya jalan-jalan berkeliling.


"Liat Milka, ini akan jadi milikmu semua." Ucapnya sambil menggendong Milka di tangannya di dampingi oleh Samantha. Terlihat seperti keluarga bahagia.


Dino, akankah Domi juga memiliki kesempatan yang sama dengan Milka, berada di pelukanmu? Naomi hanya bisa berucap dalam hati sambil terus memandangi ketiganya. Ia membandingkan dirinya dengan Samantha yang lebih dari dia untuk segala aspek.


"Pa, laki-laki itu siapa?" Milka terus bertanya, ia merasa sangat familiar dengan lelaki berkumis itu, ia adalah ibunya.


"Milka, papa kenalkan kamu dengan seseorang." Ucapnya.


"Paijo, she is my daughter." Ucap Dino memperkenalkan Milka pada Paijo. Tidak ada yang tahu, saat ini Dino telah memperkenalkan Milka pada ibu kandungnya.


"Kenapa anak itu lucu sekali, manis, aku langsung jatuh hati padanya. Melihat dia seperti melihat diriku yang kecil." Ungkapnya. Dia adalah Milka kembaran Domi yang hanya berbeda 2 Bulan darinya.


"Usianya 6 tahun. Sama dengan Domi." Ceplosnya.


"Domi?" Tegur Dino dari belakang badannya.