Missing You

Missing You
Histeris



Chandresh Kembali ke kamarnya untuk mengajak Lintang makan siang dan membeli tiket pesawat karena di sore harinya, mereka akan terbang pulang ke Ibukota. Ketika pria ganteng itu, membuka pintu kamarnya, ia dikejutkan dengan pukulan Lintang di dada bidangnya. Lintang terus memukul dada bidangnya Chandresh dengan menangis histeris.


Di saat Chandresh berhasil memegang kedua pergelangan tangannya Lintang, ia langsung menyemburkan tanya, "Ada apa? Kenapa kamu memukuliku dan menangis seperti ini?"


Lintang menarik kedua pergelangan tangannya dari genggaman tangan Chandresh, lalu istri cantiknya Chandresh itu menggaruk sekujur tubuhnya sembari berteriak histeris, "Aku merasa seperti wanita panggilan saat kau menyentuhku! Aku merasa seperti bukan Istri sah kamu! Dasar brengsek!!!!!!"


Chandresh terpaku menatap Lintang yang terus menangis dan menggaruk sekujur tubuhnya. Chandresh segera menangkap Lintang, memeluk erat Lintang sambil berkata, "Jangan kau garuk terus tubuh kamu, Sayang. Kamu bisa terluka dan.........."


Lintang mendorong keras tubuhnya Chandresh sampai punggung Chandresh membentur daun pintu sambil berteriak, "Jangan sentuh aku dengan tangan kotor kamu itu! Aku jadi merasa ikutan kotor saat kamu menyentuhku. Tega kamu, Mas. Kenapa kamu tega sekali sama aku?" Lintang menatap Chandresh dengan derai air mata dan tatapan penuh dengan kekecewaan dan tatapan terluka. Luka yang sangat dalam.


Chandresh menghela napas berat lalu ia bertanya, "Ada apa? Katakan ada apa? Jangan menangis terus, Sayang. Aku nggak tega melihatmu seperti ini"


"Nggak tega melihatku menangis? Hah!? Dasar munafik! Dasar brengsek!" Lintang tersenyum sinis ke Chandresh. Lalu ia berkata, "Tapi, kau tega selingkuh dariku. Kau tega meniduri Soraya di belakangku, dasar brengsek!" Lintang lalu berlari masuk ke dalam ruang tempat tidur dan langsung mengunci pintunya. Lintang berteriak keras di dalam ruang tempat tidur dan menangis histeris.


Chandresh seketika itu pula mematung. Hatinya terasa begitu sakit melihat kekecewaan di wajahnya Lintang. Dia sangat sedih melihat Lintang menangis histeris. Dia sesak napas saat ia melihat kebencian di sorot matanya Lintang dan itu semua karena kebodohan yang sudah ia lakukan. Setelah menyisir kasar rambutnya ke belakang, dia berbalik badan untuk membuka pintu dan setelah ia menutup kasar pintu kamarnya, ia melangkah lebar menuju ke kamarnya Soraya dengan wajah memerah penuh amarah.


Chandresh menggedor tanpa jeda pintu kamarnya Soraya sambil berteriak, "Soraya! Ini aku! Buka pintunya!!!!!!"


Soraya yang tengah berdandan di depan cermin, tersenyum senang mendengar suaranya Chandresh. Wanita cantik nan seksi itu, bergumam dengan senyum lebar di wajahnya, "Lintang pasti sudah melepehnya. Dia datang ke sini pasti ingin kembali padaku dan dia akan menceraikan gadis bau kencur itu dan menikahiku" Soraya kemudian dengan segera berbalik badan untuk berlari kencang membuka pintu kamarnya.


Pintu kamar Soraya terbuka lebar dan Chandresh sontak mendorong tubuh Soraya dengan keras sampai punggung Soraya membentur meja hias saat Soraya memeluk dan mencium bibirnya.


Soraya mendelik ke Chandresh dan berteriak kesal, "Kenapa kau mendorongku sekeras ini, Chan! Bukankah kau ke sini karena kau, ingin kembali padaku?"


Chandresh menyipitkan kelopak matanya dan ia menatap Soraya dengan sinis. Sorot matanya Chandresh terhunus tajam penuh dengan kebencian dan amarah yang siap meledak.


Soraya terkejut dan sontak menempelkan lekat punggungnya ke meja hias saat Chandresh tiba-tiba berteriak, "Kenapa kau beritahukan soal kita ke Lintang?! Kenapa?!!!!!!! Dasar wanita gila!!!!!!! Aku menyesal bertemu denganmu dan aku menyesal tergoda sama kamu!!!!!!!! Aku menyesal meniduri wanita kotor dan menjijikkan seperti dirimu itu!!!!!!" Napas Chandresh menderu kencang di depan Soraya.


Soraya melangkah pelan mendekati Chandresh untuk meraih tubuh Chandresh dengan berderai air mata, namun Chandresh berhasil menghindar dan di saat Chandresh melangkah mundur untuk pergi meninggalkan Soraya, Soraya nekat berlari, menubruk tubuh Chandresh, memeluk erat tubuhnya Chandresh dan nekat mendaratkan ciuman kecil-kecil di bibirnya Chandresh sambil berkata di sana, "Kembalilah padaku! Istri kamu sudah melepeh kamu, kan? Ceraikan dia dan nikahi aku! Aku sangat mencintai kamu, Chan. Baru kali ini aku merasakan jatuh cinta pada seorang laki-laki"


Soraya segera bangkit berdiri untuk mengejar Chandresh. Dia berhasil memeluk Chandresh saat Chandresh mengentikan laju larinya di taman belakang untuk menghirup udara segar. Soraya berhasil memeluk Chandresh dari arah belakang dan dengan menangis kencang, ia menyusupkan wajahnya di punggungnya Chandresh dan berucap di sana, "Jangan tinggalkan aku, Chan! Aku butuh kamu. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak bisa hidup tanpa kamu!!!!!!"


Chandresh mengurai kasar gelungan tangan Soraya di perut kekarnya, lalu ia berputar badan dan segera melangkah mundur untuk berkata, "Jangan pernah mendekatiku lagi! Aku tidak mau bertemu lagi denganmu untuk selamanya! Kau dengar itu, untuk selamanya!!!!! Aku mencintai Istriku. Aku sangat mencintai Istriku. Selamanya aku hanya akan mencintai Istriku, kau dengar itu?!" Chandresh meninggikan suaranya di kata terakhir yang ia ucapkan.


Lintang yang menyusul suaminya, berdiri tertegun di pinggir taman saat ia melihat drama yang benar-benar nyata terjadi di depan matanya.


Soraya berlari dan menubruk tubuh Chandresh sambil terus menangis ia berkata, "Aku nggak mau melepaskan kamu, Chan. Nggak mau!!!!!"


"Pelankan suara kamu, dasar gila!" Chandresh kembali mendorong kasar tubuhnya Soraya hingga Soraya jatuh dia tas rumput, Chandresh mendelik dan menggeram penuh amarah ke arah Soraya, untuk berteriak, "Jangan sentuh aku lagi!!!!!!"


Di saat Soraya hendak bangkit berdiri untuk kembali mendekap Chandresh, Lintang tiba-tiba muncul dan langsung berjongkok di depan Soraya. Dia menampar keras pipinya Soraya, lalu ia menjambak rambutnya Soraya sambil berteriak histeris, "Jangan kau sentuh suamiku lagi! Dasar wanita hina menjijikkan!!!!!!"


Soraya tidak terima, ia balas menjambak rambutnya Lintang dan di saat kedua wanita cantik saling menjambak di depan matanya, Chandresh sontak mendekap Lintang dari arah belakang dan menarik Lintang, lalu menggendong Lintang dan segera berlari kencang menuju ke kamarnya sambil terus menggendong Lintang.


Soraya menatap kepergiannya Chandresh dengan berteriak histeris. Dia cemburu berat karena Chandresh sekali lagi lebih memilih membela dan melindungi Lintang daripada dirinya.


Chandresh menurunkan Lintang dengan pelan di lantai kamarnya karena Lintang terus meronta dan berteriak minta diturunkan.


Lintang langsung berbalik badan untuk mengambil kopernya dan dia menatap tajam ke Chandresh, "Aku akan pulang sendiri" Lintang mendorong tubuh suaminya yang menghalanginya lalu wanita cantik itu melangkah lebar meninggalkan Chandresh.


Chandresh sontak berbalik badan untuk mengejar Lintang, namun Erick segara menahan Chandesh dengan berkata, "Pak Rama sudah tahu semuanya dan ia ingin bertemu denganmu dan Soraya"


Chandresh menatap punggung Istrinya dengan rak berdaya, lalu dia menoleh ke Erick dengan wajah lelah.


"Aku akan menemanimu. Ayo kita temui dulu Pak Rama dan kau selesaikan dulu kekacauan yang telah kau buat di sini!" Erick menghela napas berat saat ia merangkul bahu sahabatnya untuk memberikan dukungan semangat.


Chandresh masuk ke dalam ruangannya Rama yang sangat luas dan mewah dan dia melihat Soraya sudah duduk di atas sofa dan Soraya masih menangis.