Missing You

Missing You
Sudah Berakhir



Soraya berakhir di tempat fitness yang ada di dalam resort dan dia kembali meluapkan kekesalan dan kecemburuannya ke Laura, sahabat yang paling mengerti dirinya, "Aku sebal hari ini. Berani-beraninya mereka bermesraan di depanku terus menerus" Soraya berucap sembari mengangkat barbel seberat seberat 3 kg di tangan kanannya.


Laura yang duduk di sebelahnya Soraya dan tengah melakukan aktivitas yang sama, langsung melontarkan tanya, "Siapa yang kau maksud dengan mereka?"


"Siapa lagi kalau bukan Chandresh dan Istrinya. Tadi pagi mereka sudah menganggu tidurku dan saat aku menyibak gorden, aku lihat mereka berciuman di kolam renang dengan gerakan sensual dan berani-beraninya Chandresh meminta ijin sama aku di saat Istrinya ingin bermain gol dan aku penasaran sehebat apa Istrinya Chandresh bermain golf dan di sana aku melihat Chandresh menggendong Istrinya di lapangan golf dan mereka kembali berciuman di depanku"


Soraya berucap sembari meletakkan barbelnya di atas lantai.


Soraya kemudian beralih ke spinning bike (sepeda fitness) dan Laura mengikuti Soraya. Laura naik di atas sepeda fitness yang ada di sebelahnya Soraya sembari berkata, "Itu namanya Elu yang salah. Elu yang kepoin mereka, lha, kenapa Elu yang sewot? Kalau nggak ingin kesal maka jangan kepoin mereka dan jangan ikuti ke mana pun mereka pergi"


Soraya menoleh ke Laura dan sontak menghunus tatapan tajam sambil melontarkan protes, "Tentu saja aku harus mengikuti mereka karena, Chandresh dan aku sudah pernah..........."


Laura langsung membungkam mulutnya Soraya dan dengan mendelik dia berbisik, "Jangan meneriakkan kata kalau kau dan Chandresh sudah pernah bercinta! Kau mau semua orang mendengarnya dan kalau sampai hal ini terdengar di telinga Papa kamu, kamu bisa habis"


Soraya menepis tangan Laura dan melompat turun dari atas sepeda fitness dengan wajah kesal. Soraya kemudian melangkah lebar meninggalkan Laura begitu saja.


Laura menatap punggung sahabatnya dengan helaan napas panjang.


Beberapa menit kemudian, Soraya masuk ke dalam kamar VVIP-nya yang ada di dalam resort mewah papanya dan langsung berteriak kesal, "Aaaaaaaa!!!!!!" sepuasnya sembari menjatuhkan semua barang yang ada di atas meja sofa.


Sementara itu, Lintang dan Chandresh yang sudah kembali ke dalam kamar mereka, melanjutkan ciuman mereka di dalam kamar dan di saat ciuman itu semakin liar, panas, dan menuntut, terdengar bunyi, tok,tok, tok.


Chandresh mendengus kesal dan dengan sangat terpaksa ia menarik bibirnya dari bibir ranum istrinya yang tampak basah akibat dari ulahnya. Chandresh mengusap bibirnya Lintang yang tampak begitu menggoda dengan ibu jarinya sambil berucap, "Tunggu aku! Aku buka pintu dulu"


Lintang tersenyum penuh cinta dan menganggukkan kepalanya.


Setelah mencium keningnya Lintang, Chandresh keluar melintasi ruang tengah dan meneruskan langkah ke ruang tamu untuk membukakan pintu.


Erick memamerkan wajah penuh senyumnya saat Chandresh membuka pintu kamarnya.


"Ada apa? Ganggu aja!" Chandresh mendelik ke Erick.


"Emangnya nggak bosan berduaan terus sama Istri kamu? Kamu nggak merindukan sahabatmu ini?" Tanya Erick.


Chandresh semakin mendelik dan berucap, "Cepat katakan ada apa! Kalau nggak, aku tutup nih pintu"


"Iya, iya. Kalau ada Istri aja, mulai sewot sama sahabat sendiri. Emm, Pak Rama mengundang kita barbekyuan di depan pantai untuk merayakan keberhasilan kerja sama kita dengan beliau dan untuk memberikan kenangan kebersamaan yang indah ke kita sebelum kita pergi dari sini lusa"


"Ooooo, oke. Jam berapa acaranya?" Tanya Chandresh.


"Jam Tujuh dan mungkin sampai subuh. Pak Rama juga berpesan, Istri kamu harus ikut" Sahut Erick.


"Kita berangkat bareng, ya? Aku akan jemput kamu nanti jam setengah tujuh" Erick tersenyum ke Chandresh dan Chandresh bergegas mengangukkan kepalanya dan menutup pintu kamarnya.


Erick sontak mengumpat kesal karena kaget, "Sial! Dasar gila! Banting pintu di depan muka orang, dasar Chandresh gila!"


Chandresh kembali ke kamarnya dan ia terkekeh geli saat ia melihat Lintang meringkuk di atas ranjang dan tertidur pulas. Chandresh, lalu naik ke atas ranjang, mencium pipi Istri cantiknya, menarik selimut untuk menyelimuti tubuh ramping istrinya, dan ia merebahkan diri di sampingnya Lintang sembari memeluk pinggangnya Lintang.


Di tengah tidur nyenyaknya, Chandresh dikagetkan dengan bunyi dering ponselnya. Dan dia semakin kaget saat melihat nomernya Soraya muncul di layar ponselnya. Chandresh langsung melompat turun dari ranjang dan berlari kencang masuk ke dalam kamar mandi. Dia mengunci pelan pintu kamar mandi sambil berbisik, "Halo?"


"Kenapa kau berbisik?" Tanya Soraya di seberang sana?"


"Dan kenapa kau masih meneleponku?" Chandresh menggeram lirih.


"Aku cuma rindu sama suara kamu, aku rindu ciuman kamu, belaian kau dan aku mau nanya, apa kau akan datang dengan Istrimu nanti di acara barbekyuan?" Soraya bertanya di seberang sana"


"Tentu saja aku akan ajak Istriku. Papa kamu juga mengundang Lintang" Sahut Chandresh masih dengan suara lirih setengah berbisik.


"Bisakah kau tinggalkan saja Istri kamu di kamar saja? Aku ingin berduaan denganmu malam ini dan.........."


Chandresh berbicara kembali dengan nada suara yang sangat lirih dan sangat pelan, "Kita sudah berakhir. Dan kenapa kau merindukan aku? Bukankah kata kamu kita hanya have fun dan nggak boleh ada perasaan apapun di antara kita. Dengar Soraya! Semuanya sudah berakhir. Aku nggak pernah mencintaimu, nggak pernah merindukanmu dan nggak ingin lagi berduaan denganmu dan nggak ingin lagi mengulang apapun yang pernah kita lakukan. Jangan pernah menghubungiku lagi! Aku akan tutup telponnya........"


"Bohong!!!!!!!" Soraya menjerit kencang di seberang sana.


Chandresh menggeram lirih, lalu berucap dengan nada lirih penuh dengan kekesalan, "Sial! Kenapa kau teriak? Istriku sedang tidur, kalau sampai dia bangun dan tahu soal kita, aku akan bikin perhitungan sama kamu"


"Kau!!!!!! Kau sudah meniduriku dan kau bohong kalau kau tidak merasakan apapun. Kau yakin kau pasti juga memiliki rasa yang terpendam padaku karena, kau............"


"Aku nggak pernah ada rasa sama kamu. Kau yang terus merayu dan menggodaku. Kau juga yang berkata jangan ada perasaan apapun di antara kita dan kau juga sudah setuju saat kemarin, aku meminta kita mengakhiri hubungan kita. Aku juga sudah berterima kasih dengan benar kepadamu. Jadi, aku rasa sudah nggak ada lagi yang perlu kita bahas" Chandresh langsung memotong ucapannya Soraya dan klik! Chandresh langsung mematikan ponselnya.


Soraya menarik ponselnya dari telinganya lalu ia melempar ponsel yang baru saja ia beli ke tembok kamar sambil berteriak, "Aku cinta kamu, Chan!!!!!!!!!" Lalu wanita cantik dan seksi itu memeluk kedua lututnya dan menangis terisak.


Chandresh meraup wajah gantengnya dan setelah menghela napas panjang beberapa kali, dia membuka kunci kamar mandi dan, "Astaga! Sayang! Kamu ngagetin aku. Sejak kapan kamu berdiri di depan kamar mandi? Kenapa nggak ketuk pintu?"


"Kenapa Mas kunci pintunya? Mas, kan, nggak pernah mengunci pintu kamar mandi selama ini?" Lintang menautkan alisnya.


Chandresh langsung memeluk Lintang lalu mencium kening lintang untuk melepas kecanggungannya dan untuk menutupi rasa bersalahnya dan dengan tertawa kecil ia berucap, "Maafkan, Mas! Mas lupa menguncinya tadi karena, tergesa-gesa pengen BAB"


"Ooooooo" Lintang hanya ber-o, lalu Lintang menarik diri dari dalam pelukannya Chandresh dan masuk ke dalam kamar mandi"


Chandresh memutar badan dan menatap pintu kamar mandi sembari bergumam, "Lintang dengar percakapanku dengan Soraya tidak, ya? Kenapa Lintang cuma ber-o dengan ekspresi wajah yang ambigu?"