Missing You

Missing You
Wanita Cantik dan Seksi



Keesokan harinya, Chandresh menyerahkan proyek apartemen yang ia dapatkan ke Erick karena ia ditugaskan oleh papa mertuanya untuk ke Bali. Dokter Andi Rajendra menegaskan ke Chandresh untuk memenangkan proyek besar yang berada di Bali itu.


"Mas berangkat ke Bali dulu, ya" Chandresh memeluk erat tubuh ramping istri kecilnya.


Lintang menganggukkan kepalanya, lalu berjinjit dan mengecup bibirnya Chandresh dan berucap, "Ati-ati di jalan"


"Mas pengen banget ajak kamu. Mas pengen kita pacaran di Bali. Bukan madu di sana" Chandresh menghela napas panjang karena ia merasa berat harus berpisah dengan istri kecilnya selama satu Minggu.


Lintang menarik diri dari pelukannya Chandresh, "Aku baru aja masuk kuliah, Mas. Belum boleh ambil cuti panjang"


"Lha iya itu. Kenapa juga kamu udah masuk kuliah" Chandresh menatap istri cantiknya dengan wajah cemberut.


Lintang mencium pipinya Chandresh dan berkata, "Aku akan ke Bali menjemput kamu hari Sabtu"


"Bener?" Kedua bola mata Chandresh langsung melompat kegirangan.


Lintang tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


Chandresh langsung menarik tengkuknya Lintang untuk ia cium bibir manis istri kecilnya itu dan berkata "I Love You" Lalu dengan segera ia menarik bibirnya untuk berbalik badan pergi ke bandara.


Lintang melambaikan tangannya dan tersenyum penuh cinta saat ia melepas kepergian mobil suaminya.


Seorang konglomerat besar baru saja selesai membangun sebuah resort yang sangat besar dan mewah. Kemudian, pengusaha besar itu, mengumpulkan semua pengusaha kecil sampai menengah yang bergerak di bidang furniture dan design interior, untuk ia pilih mengerjakan design interior resort mewahnya.


Chandresh sampai di Bali dan langsung menuju ke resort mewah milik konglomerat ternama. Sesampainya di resort tersebut, ia langsung disambut oleh konglomerat pemilik resort mewah itu. "Selamat datang Chandesh Kusuma"


Chandresh menerima uluran tangan pria seusia papanya dengan dan dengan wajah heran dan senyum canggung, ia bertanya, "Anda tahu nama saya?"


"Hahahaha. Kamu lupa sama Om?"


Chandresh menarik tangannya dari genggaman pria yang berdiri di depannya dengan balutan baju pantai yang sangat mahal, lalu berkata, "Iya. Terus terang saya lupa dengan Anda, maaf" Chandresh kembali mengulas senyum canggung di depan pria dengan balutan outfit super mahal itu.


"Aku Rama. Aku teman bisnis Papa kamu. Tapi, Papa kamu mengkhianatiku dan bahkan Papa kamu membawa lari Istriku. Wiku emang brengsek!"


Chandresh mendelik kaget dan langsung melangkah mundur selangkah untuk berdiri tegap lalu membungkukkan badannya sambil berkata, "Maafkan Papa saya, Tuan"


Pria yang bernama Rama itu lalu menepuk pundaknya Chandresh dan berkata, "Nggak usah minta maaf. Kamu nggak salah. Papa kamu yang salah. Dan jangan panggil Tuan! Dulu waktu kamu masih SD, kamu memanggilku, Om. Maka untuk sekarang ini, panggil aku dengan Om, kayak dulu!"


Chandresh mengangkat wajahnya dan sontak ia bersitatap dengan pria yang bernama Rama itu dengan wajah penuh rasa bersalah dan malu.


Pria yang bernama Rama itu menarik tangannya dari atas pundaknya Chandresh dan berkata, "Jangan memandangku dengan rasa bersalah. Om tekankan sekali lagi kalau kamu nggak salah dan Om tidak membenci kamu walaupun kamu adalah putra tunggalnya Wiku Kusuma. Masuklah dan beristirahatlah! Kamu pasti capek"


Chandresh tersenyum lalu berkata, "Baik Om. Terima kasih banyak. Saya masuk ke dalam dulu"


Begitu masuk ke dalam kamarnya, Chandresh langsung melakukan panggilan Video Call dengan istri kecilnya, "Sayang, Mas udah sampai Baru aja nyampai. Kamarnya sangat bagus. Mas nggak sabar memiliki kamu di sini, di kamar ini"


Lintang tersenyum di depan layar ponselnya dan berkata, "Tunggu hari Sabtu. Lintang akan meluncur ke sana secepatnya"


"Aku sudah rindu" Chandresh memonyongkan bibirnya di depan layar ponselnya.


"Amin" Sahut Chandresh. Chandresh kemudian berkata saat ia mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang, "Sayang, ada yang ketuk pintu. Nanti Mas telpon lagi, ya?"


Lintang tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu ia mematikan sambungan Video Call dengan suaminya.


Chandresh melangkah menuju ke pintu dengan bergumam kesal, "Siapa sih? Ganggu aja! Aku kan lagi asyik mengobrol dengan Istriku"


Chandresh membuka pintu kamarnya dan dia tersenyum lebar saat ia melihat Erick berdiri di depan pintu kamarnya. Erick langsung mendorong pintu dan masuk ke dalam kamarnya Chandresh. Chandresh menutup pintu kamarnya dan berteriak senang, "Kau bisa ke sini? Lalu, proyek apartemennya?"


"Aku udah bereskan semua. Aku udah kasih gambar design kamu ke sekretarisku. Dia yang akan merampungkannya" Sahut Erick.


"Wah, aku senang banget kamu bisa ada di sini" Chandresh langsung memeluk Erick dan Erick langsung berucap, "Kamu rindu sama Lintang dan sekarang meluk aku sebagai gantinya, nih?"


"Ih! Najis!" Chandresh langsung melepaskan pelukannya dengan wajah kesal dan Erick langsung menggemakan tawanya.


Erick kemudian berucap, "Dave Buana juga ada di sini"


"aku tahu" Sahut Chandresh.


"Jadi, kamu harus berusaha lebih keras lagi! Kalau dia memakai cara kotor lagi, kamu juga harus berani mencoba cara kotor! Jangan naif lagi!" Erick melotot ke Chandresh.


Chandresh hanya tersenyum lebar ke Erick tanpa kata-kata.


Erick mendengus kesal dan sambil melangkah ke pintu ia berkata, "Aku kembali ke kamar. Dan ingat pesanku, jangan senyum-senyum aja!"


Chandresh memajukan wajahnya ke Erick sambil melebarkan senyumannya dan Erick langsung berucap, "Dasar gila!"


Acara pertemuan pemilik resort dengan para pengusaha furniture dan design interior akan digelar.eaok pas jam makan siang.


Chandresh bergumam kesal, "Kalau diselenggarkan besok, kenapa kita semua harus datang hari ini? Huuuffttt! Kalau besok, kan, aku masih bisa bermesraan dengan Istriku malam ini"


Setelah makan malam, Chandresh meninggalkan Erick yang tengah asyik menggoda seorang wanita muda dengan balutan dress malam berwarna merah menyala nan seksi.


Chandresh berjalan ke pantai yang letaknya sangat dekat dengan resort mewah milik pengusaha kaya raya yang bernama Rama Sanjaya itu. Chandresh melepas kemejanya dan membuang kemejanya dengan asal ke pasir pantai, lalu ia berlari dan melompat ke pantai. Chandresh memutuskan berenang di petang hari itu untuk membunuh rasa rindunya pada Lintang. Chandresh berpikir, setelah berenang dia akan kelelahan dan dengan cepat bisa tertidur pulas.


Saat Chandresh tengah asyik berenang, tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang wanita, "Tolong!!!!!!!! Kaki saya kram. Tolong!!!!!!! Tolong!!!!!!!!!"


Chandresh yang masih berada di dalam air, langsung menoleh ke asal suara dan saat ia melihat wanita itu mulai tenggelam, Chandresh sontak menyelam untuk menyelamatkan wanita yang berteriak minta tolong itu.


Chandresh berhasil membawa wanita dengan baju renang two piece itu. Dengan panik Chandresh memukul pelan pipi wanita yang terbaring tak sadarkan diri di atas pasir pantai dan banyak orang mulai berdatangan mengerubungi Chandresh dan wanita itu.


Saat Chandresh melihat wanita itu masih belum sadarkan diri, Chandresh langsung melakukan CPR beberapa kali dan saat wanita itu terbatuk, menyemburkan air pantai dan membuka mata, Chandresh langsung menegakkan badannya dan berkata, "Syukurlah kamu selamat. Kamu bisa bangun?"


Wanita muda yang sangat cantik dan seksi itu kemudian bangun dan duduk. Dia tersenyum dan berkata, "Terima kasih"


Chandresh bangkit berdiri lalu pergi meninggalkan wanita itu.