Missing You

Missing You
Bab 26



Aku kembali ke dalam toko dan dihujani banyak pertanyaan. "Sejak kapan kamu mengenal Chang Min Jun?" aku berfikir sebentar "Sekitar dua tahun yang lalu"


"Jadi kamu sakit karena Chang Min Jun menikah itu benar karena kamu patah hati?" aku menggelengkan kepala. "Aku kecapekan dan tidak makan". Ha Young dan A Ri memelukku. "Maafkan kami karena berfikir kalau kau hanya fans yang patah hati"


Aku tidak tahu kalau mereka menganggapku seperti itu. Apakah pendapat mereka pada Pak Chang akan berubah setelah bertemu secara langsung? "Aku harus pergi ke cafe O sekarang" aku mengambil mantel dan tas serta berkas desain buket bunga dan hiasan gedung buatan A Ri.


Syukurlah aku tidak terlalu terlambat, lalu lintas di saat makan siang sangat padat. Pasangan calon pengantin itu telah menunggu di cafe O selama lima menit. Aku meminta maaf karena terlambat dan mulai berbicara tentang hari pernikahan mereka.


Pengantin perempuan lebih banyak dominan memilih dan memilah bunga yang dipakai. Mereka puas dengan rancangan buket dan penghias altar. Mereka hanya ingin mengoreksi untuk menambah sedikit warna merah pada hiasan altar.


"Baiklah. Tiga hari lagi Saya akan membawa desain yang sesuai dengan permintaan Anda berdua. Silahkan menentukan waktu dan tempatnya dan Saya akan datang membawa desain yang baru". Mereka mengangguk tanda setuju. Aku pergi dari tempat itu dan tidak merasa bahwa aku dipotret seseorang.


Kembali ke mobil dengan cepat untuk menghindari dingin. Aku membawa kopi panas dari cafe dan meminumnya sedikit demi sedikit. Aku harus segera ke toko untuk membantu Ha Youn dan A Ri.


Ternyata ada tamu di toko kami. Dia memesan buket bunga untuk ibunya. A Ri melayani dengan senyum termanisnya. Ha Young menarik lenganku masuk dan menanyakan Pak Chang lagi.


Karena bosan aku bercerita dari awal, saat dipekerjakan Pak Chang sebagai pembantu. "Wah apa para fans Chang Min Jun memang se ekstrim itu?" A Ri menyambung cerita tentang fans yang menyerangku.


"Apa kau putus dengannya karena serangan fans itu?" tanya Ha Young. Aku menggeleng "Tidak. Kami tidak memiliki hubungan apapun dari awal. Kami hanyalah pemilik rumah dan pembantu"


"Lalu kenapa sekarang kalian seperti sepasang kekasih?" aku berfikir sejenak. "Aku tidak tahu"


Chang Min Jun dan Park Hwan Li mengadakan rapat tentang pekerjaan yang selanjutnya ada di jadwal Min Jun.


Ada pemotretan dan beberapa judul film yang harus dipertimbangkan. "Bagaimana rencanamu dengan Jin Ae?" Hwan Li bertanya.


"Aku tidak akan melepasnya lagi kali ini" Min Jun berkata dengan tegas. "Aku sudah melakukan segala hal yang aku bisa untukmu dan BoX entertainment. Sekarang seharusnya kalian tidak akan melarang apa yang akan kulakukan"


Setiap hari melakukan hal yang disukai sangatlah menyenangkan. Itulah alasan Chang Min Jun menjadi artis lalu masuk dalam dunia hiburan dan berada di dalam naungan BoX entertainment.


"Kau harus ingat kalau ada beberapa sutradara yang menginginkanmu menjadi peran utama. Mereka sangat membutuhkan ketenaranmu di Cina" Hwan Li memberikan tekanan lagi.


Itulah alasan Chang Min Jun menikah. Kim So Ra adalah putri pemilik perusahaan entertainment yang ada di Cina. Mereka menayangkan drama itu dan membuat publik percaya bahwa keduanya adalah sepasang kekasih.


Ayah Kim So Ra akhirnya datang melamar Min Jun untuk anaknya. Tapi semuanya tidak berjalan lancar karena Min Jun tidak memiliki perasaan apapun padanya. Mereka bersepakat bercerai setelah menikah selama tiga bulan.


Begitu juga dengan Kim So Ra dan perusahaan ayahnya. Beberapa artis mereka dapat debut di Korea dan mereka mendapat banyak keuntungan darinya.


Sebenarnya Chang Min Jun datang mencari Jin Ae di apartemen lamanya saat mereka sudah bercerai. Tapi Jin Ae sudah pindah dan dia kehilangan jejak. Pertemuan di restoran itu adalah tanda bahwa mereka ditakdirkan bersama.


Kali ini dia akan melakukan segalanya dengan benar dan menikahi Jin Ae bagaimanapun caranya.


"Jangan menghalangiku kali ini" Min Jun mempertegas keinginannya. "Tapi Jin Ae sekarang bukanlah wanita yang sama dengan dua tahun lalu. Dia sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Apa kau yakin dia masih mau menerimamu?"


Min Jun menjadi kesal dengan perkataan Hwan Li. "Kau lihat saja. Aku akan menikahinya dan tidak akan melepasnya lagi" Hwan Li menyerah melihat tekad bulat Min Jun. Dia tidak mengira bahwa pertemuan mereka dua tahun lalu membuat keduanya saling mencintai bahkan setelah dua tahun berlalu.


"Besok kurung Jin Ae di rumah Itaewon. Berita tentang kau dan Jin Ae sudah naik dan dia akan menjadi wanita paling dicari besok" ucap Hwan Li ketika Min Jun beranjak pergi.


"Akan kulakukan apa yang aku bisa. Kau urus para petinggi itu. Aku bosan menghadapi mereka" Hwan Li menghela nafas berat. Min Jun pergi untuk makan malam dengan Jin Ae. Dia pergi dengan senyum di wajahnya. Hwan Li juga tersenyum melihat Min Jun sangat bahagia.


"Bagaimana dengan ini Jin Ae?" A Ri dan Jin Ae sedang membicarakan desain bunga untuk altar pernikahan yang membutuhkan perubahan. "Kurasa kau bisa menambahkan mawar merah atau anggrek merah" A Ri tampak berpikir keras.


"Kurasa aku bisa menyelipkan mawar merah disana. Tapi apa akan ada mawar merah di tanggal itu?" Jin Ae mengambil ponselnya dan menghubungi pemilik toko bunga di Yangjae. Dia memberi tanda oke pada A Ri setelah memastikan keadaan stok mawar merah di tanggal 22 Desember.


"Aku akan menyelesaikan desainnya besok" kata A Ri. Jin Ae mengangguk dan mulai mebuat janji dengan klien yang siang tadi ditemuinya.


"Apakah aku mengganggu?" Pak Chang datang ke toko membuat Ha Young dan A Ri menjadi salah tingkah. "Tidak" mereka menjawab bersamaan. Aku baru ingat dengan janji makan malam yang kubuat tadi siang.


"Aku sudah menghubungi mereka dan membuat janji untuk lusa. Besok aku akan menemui klien di Dongdaemun. Sepertinya kau harus ikut" kata Jin Ae mencubit lengan A Ri.


"Aku pergi dulu. Nanti akan kubantu tutup toko" Ha Young menggeleng "Tidak perlu. Aku yang akan menutup toko. Kau makan malam saja dengan tenang" Ha Young tersenyum lebar pada Jin Ae. A Ri juga mengangguk setuju.


"Saya membawa mobil sendiri" Pak Chang menarik lenganku dan memaksaku masuk mobilnya. "Tinggalkan saja disini. Kita pergi ke rumah Itaewon"


Jin Ae terkejut dengan rencana makan malam yang tidak biasa. "Kenapa harus di Itaewon?" Pak Chang tidak menjawab dan fokus pada jalanan. Dia melihat ada beberapa wartawan yang mengikuti mereka.


Sampai di Itaewon, Pak Chang memegang tangan Jin Ae dan menariknya masuk ke dalam rumah.