Missing You

Missing You
Menyesal



Papanya Lintang, Dokter Andi Rajendra mengijinkan permintaannya Lintang, namun di belakangnya Lintang, dia menelepon menantunya untuk melampiaskan kekecewaannya, "Kamu pandai memikat hatinya Lintang sehingga Lintang sekarang berani menentang aku lagi. Padahal aku berharap Lintang menghormati aku dan nurut sama aku saat aku menikahkan Lintang dengan kamu. Tapi, kenyataannya apa? Kamu udah bikin aku banyak sekali merasakan kecewa padamu. Kamu membuatku benar-benar kecewa!" Klik. Tanpa menunggu Chandresh merespons omelannya, Dokter Andi Rajendra,.langsung menutup begitu saja sambungan ponselnya dengan ponselnya Chandresh.


Chandresh menatap layar ponselnya cukup lama dan duduk terhenyak di bangku teras. Dia benar-benar merasa sedih dan juga kecewa. Dia merasa sudah banyak berusaha, sudah banyak mengalah, dan sudah banyak berjuang untuk mengambil hati papa mertuanya. Tapi, entah kenapa, dia selalu saja tampak salah di depan papa mertuanya.


Lintang menemui suaminya di teras depan untuk berkata, "Mas, aku udah selesai masak sayur bayam kesukaan kamu. Kita makan, yuk"


Chandresh masih diam membisu dan masih menatap layar ponselnya.


Lintang kemudian memutuskan untuk duduk di atas pangkuan suaminya dan bertanya, "Mas, kenapa melamun? Ada masalah apa?" Lintang mengusap pipinya Chandresh dan Chandresh langsung tersentak kaget dan sontak berkata, "Oh, nggak papa kok. Mas, cuma capek" Chandresh mencium pipinya Lintang lalu tersenyum dan bertanya, "Ada apa?"


"Aku udah masak sayur bayam. Kita makan, yuk!"


Chandresh tersenyum dan menganggukkan kepalanya laku ia menggandeng tangan Lintang untuk ia ajak masuk ke dalam rumah.


Karena merasa kecewa dengan papa mertuanya, Chandresh akhirnya kembali lagi ke Bali keesokan harinya. Dia menunda rencananya pindah ke rumah baru dan membatalkan liburannya dengan Lintang selama tiga hari. Semuanya gagal total karena, Dokter Andi Rajendra terus memojokkan, mengomeli dan menyalahkannya. Pria ganteng bertubuh atletis itu, butuh waktu untuk mendinginkan amarahnya karena, dia nggak ingin melampiaskan amarahnya di depan Lintang dan menjelek-jelekkan papa mertuanya di depan Lintang. Semua hinaan, Omelan, dan kritikan pedas dari papanya Lintang, ia telan sendiri.


Sesampainya di Bali,. Chandresh langsung menenggelamkan dirinya pada proyek besarnya. Dia ingin cepat bisa menyelesaikan proyek besar itu dan ingin segera mengajak Lintang bulan madu kedua untuk program membuat anak. Dia berpikir kalau mertuanya akan menyukainya kalau dia dan Lintang bisa memberikan seorang cucu.


Chandresh menggila di sore hari, dia berenang dari sore hari sampai malam tiba di pantai dan tanpa ia duga, Soraya menyusulnya. Chandresh menggeram di dalam air untuk menahan gairah saat Soraya memeluknya dirinya dari belakang.


Tubuh Chandresh menegang dan dia berkata, "Soraya, lepaskan aku! Aku sudah menikah dan aku sangat mencintai Istriku. Aku tidak pernah punya niat untuk berselingkuh. Aku juga sudah tegaskan ke kamu kalau kita ini teman. Hanya teman"


Soraya menarik bahu Chandresh agar Chandresh berhadapan dengannya. Chandresh mengumpat lirih saat dadanya bersentuhan dengan dadanya Soraya yang telah polos.


Chandresh mendelik ke Soraya, "Kenapa kau tidak pakai pakaian dalam?"


"Aku memang orang yang bebas. Aku suka semau Gue. Dan apa kau yakin kalau kau hanya ingin kita sebatas teman? Kau yakin tidak menginginkan lebih?" Soraya hendak mencium bibir Chandresh dan Chandresh langsung berbalik badan. Chandresh kembali berucap, "Iya. Aku ingin kita hanya sebatas teman. Aku nggak ingin mengkhianati Istriku. Aku sangat mencintai Istriku"


Soraya kembali menarik bahu Chandresh dan Chandresh kembali berhadapan dengan dirinya. Soraya menangkup pipi Chandresh dan berkata, "Kalau nggak ada cinta di antara kita, maka itu bukanlah selingkuh"


Chandresh terus menatap kedua bola mata indahnya Soraya dan berkata, "Tapi, aku nggak berniat punya wanita simpanan"


Soraya terkekeh geli dan dengan masih menangkup pipinya Chandresh ia berkata, "Aku nggak akan jadi wanita simpanan kamu kalau nggak ada perasaan cinta di antara kita. Dan aku juga nggak berniat untuk jatuh cinta padamu. Aku hanya ingin bersenang-senang. Dan asal kau tahu, belum ada satu pria pun yang bisa membuatku jatuh cinta. Para pria itu hanya membuatku penasaran dan aku hanya ingin bersenang-senang dengan mereka. Dan saat ini aku penasaran denganmu dan ingin bersenang-senang denganmu"


"Diamlah! Dan sekarang coba kau cium aku!" Soraya menantang Chandresh dengan menempelkan dadanya yang polos ke dadanya Chandresh.


Jantung Chandresh jumpalitan tidak karuan dan dia mencoba untuk mencium bibir Soraya. Hanya pagutan sekali dan di saat Chandresh hendak melepaskan bibir Soraya, Soraya langsung mengunci bibirnya Chandresh dan menyerang Chandresh dengan ciuman seksi dan liar yang belum pernah ia dapatkan dari Lintang.


Ciumannya Soraya membuat Chandresh merasa pening dan seketika itu pula, Chandresh melupakan segalanya. Soraya sangat lihai berciuman dan Chandresh sangat menikmatinya.


Kemudian Chandresh menggendong Soraya untuk berjalan keluar dari dalam air sambil terus berciuman dan ia mengajak Soraya menuju ke tempat yang sepi dan gelap. Dia menyatukan raganya dengan Soraya di tempat itu, di atas pasir pantai dan diiringi deburan ombak, membuat Chandresh mabuk kepayang. Chandresh menikmati permainan agresifnya Soraya yang belum pernah ia dapatkan saat ia menyatu dengan Lintang.


Sensasi baru yang Soraya berikan pada dirinya, membuat Chandresh menyatukan raganya berulangkali dengan Soraya sampai mereka ketiduran di atas pasir pantai karena kelelahan.


Mereka bangun di saat matahari masih malu-malu menampakan dirinya.Di saat Soraya telah mengenakan kembali baju renang two piece-nya, Chandresh langsung membopong Soraya dan membawa Soraya berlari masuk ke dalam mobilnya untuk mengantarkan Soraya pulang ke rumahnya Soraya yang berada tidak jauh dari resort mewah itu.


Soraya memberikan baju ganti ke Chandresh dan berkata, "Bersihkan badan kamu di sana! Aku akan mandi di kamarku"


Chandresh menuruti perintahnya Soraya dan saat ia berada di depan cermin besar yang ada di dalam kamar mandi luar yang ada di dekat ruang makan di rumahnya Soraya, Chandresh meraup wajahnya dengan penuh penyesalan dan dia menangis di cermin itu sambil mengumpat, "Siap! Kau brengsek Chan! Kau telah mengkhianati Lintang. Kau brengsek!"


Setelah selesai membersihkan badannya, Chandresh yang sudah berganti baju, keluar dari dalam kamar mandi dengan canggung dan dia mendapati Soraya duduk di meja makan. Soraya tersenyum dan berkata, "Makanlah dulu! Barulah kita kembali ke resort"


Chandresh duduk di meja makan di depannya Soraya dan bertanya, "Kau yang masak semua ini?"


"Aku nggak bisa masak dan nggak suka masak. Ini semua aku pesan dari chef resort. Baru aja chef itu keluar dari rumahku" Soraya tersenyum ke Chandresh dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.


Chandresh menghela napas panjang dan tampak menyesali Soraya langsung berkata," Kita hanya bersenang-senang, jadi santai saja"


"Apa sungguh tidak apa-apa?" Tanya Chandresh.


"Kau mencintaiku saat ini?" Tanya Soraya.


Chandresh langsung menggelengkan kepalanya dengan sungguh-sungguh dan berkata, "Aku hanya mencintai satu wanita dan itu Istriku. Aku nggak ada perasaan apapun padamu. Itu hanya gairah"


"Iya itu hany gairah. Jadi, kita santai aja" Sahut Soraya dengan wajah tak berdosa.