Missing You

Missing You
Maafkan Aku!



"Maaf kalau aku mencurigai kamu, Mas. Aku pikir kamu makanan siang dengan seorang cewek" Ucap Lintang sambil terus mengelus pipi suami gantengnya.


Chandresh yang masih celingukkan ke kana dan ke kiri mencari keberadaannya Soraya, sontak kaget dan langsung menatap Lintang, "Emm, Ah, iya. Nggak papa. Aku nggak marah kok"


Lintang masih melihat keanehan di sikap dan tingkahnya Chandresh dan instingnya masih belum terpuaskan walaupun di belum menemukan hal-hal aneh yang membuatnya shock, seperti misalnya Chandresh makan siang dengan seorang wanita dan saling berpegangan tangan, atau menemukan Chandresh memeluk dan mencium wanita lain.


Chandresh memeluk pinggangnya Lintang dan bertanya, "Kamu mau makan dulu di sini atau balik ke resort?"


"Balik aja. Aku masih lelah turun dari pesawat" Ucap Lintang.


Chandresh mencium pelipisnya Lintang lalu ia berucap, "Baiklah" Sambil mengajak Lintang berjalan meninggalkan restoran tersebut.


Soraya yang duduk di meja dekat pintu keluar, sontak bangkit berdiri saat kedua bola matanya bersitatap dengan Chandresh dan Soraya langsung tersenyum canggung di depan Chandresh dan Lintang. Soraya berdiri dengan tidak nyaman dan kedua bola matanya tidak bisa fokus. Dia kebingungan bagaimana harus bersikap di depan Chandresh dan istri cantiknya Chandresh.


Chandresh menghela napas lega saat ia melihat Soraya baik-baik saja. Lalu ia yang masih memeluk pinggang rampingnya Lintang menoleh ke Lintang dan berusaha sekuat tenaga agar terlihat alami di saat ia merasa sangat canggung berdiri di tengah dua wanita yang ada di hidupnya. Walupun Soraya hanya selingan dan dia tidak punya perasaan apapun terhadap Soraya, tetap saja jantungnya berdegup kencang karena rasa bersalah.


Lintang menoleh ke Chandresh saat ada keheningan sejenak di tengah mereka dan Lintang bisa merasakan keanehan di diri Soraya dan Chandresh.


Chandresh terkejut saat Lintang menoleh kepadanya dan sontak ia berkata tanpa menoleh ke Soraya, "Dia Soraya. Putrinya Pak Rama pemilik resort yang tadi kenalan denganmu"


"Oooooo" Lintang lalu menoleh ke Soraya dan mengulurkan tangannya sambil berkata, "Senang berkenalan dengan Anda. Saya Lintang"


Soraya menyambut ukuran tangannya Lintang dan Lintang refleks menatap tangannya Sorwa di saat ia merasakan tangan Soraya berkeringat hebat. Soraya langsung menarik tangannya dan dengan tersenyum canggung, dia berkata, "Senang berkenalan dengan Anda"


Lintang mengangkat wajahnya untuk melihat wajah cantiknya Soraya dan bertanya, "Apa Anda sakit? Kenapa Anda mengeluarkan keringat begitu banyak"


Chandresh langsung mendelik ke Soraya dan menggelengkan kepalanya dengan pelan di depan Soraya di saat Lintang masih menatap lekat wajahnya Soraya.


Lintang lalu menoleh ke Chandresh dan bertanya, "Kenapa Anda malah menatap suami saya? Ada apa ini?" Lintang menyemburkan tanya tanpa menoleh ke Soraya padahal pertanyannya itu untuk Soraya.


Chandresh langsung mencium keningnya Lintang dengan penuh cinta di depan Soraya dan seketika itu pula Soraya tanpa sadar mengepalkan. kedua tinjunya untuk menahan kecemburuannya. Lalu Chandresh berkata ke Lintang, "Kita balik aja ke resort, ya?! Kita jangan mengganggu waktu makan siangnya putrinya Pak Rama"


Lintang menganggukkan kepalanya dan Chandresh langsung menghela napas lega saat ia berhasil masuk ke dalam mobil dinasnya. Lintang menoleh ke Chandresh untuk bertanya, "Kenapa Mas menghela napas seperti itu? Apa Mas menahan sesuatu? Apa Mas sakit? Atau Mas ........"


Chandresh langsung melajukan mobilnya dan tanpa menoleh ke Lintang ia berkata dengan sedikit gugup, "Emm, apa, emm, aku baik-baik saja, kok. Aku menghela napas karena, aku lelah. Ya. Aku sangat lelah, hehehehehe"


Sementara itu Soraya terduduk lemas di kursi restoran dengan kedua tangan terus mengepal. Soraya tidak pernah menyangka bahwa ia akan melihat Chandresh dengan mata kepalanya sendiri bahwa Chandresh sungguh-sungguh mencintai istrinya.


Soraya melemas dan terus mengepalkan kedua tangannya karena ia tidak menyangka, setelah bertahun-tahun dia bermain asyik dengan semua pria dan tidak pernah jatuh cinta, dia akhirnya merasakan indahnya cinta dan sakitnya kecemburuan. Dia sangat mencintai Chandresh dan dia ingin memiliki Chandresh sepenuhnya.


Setelah sampai di dalam kamar resort, Lintang menatap Chandresh dan bertanya, "Apa kamu selingkuh, Mas?"


Chandresh sontak tertawa untuk menutupi kegugupannya dan dia terpaksa berkata, "Selingkuh apa? Aku nggak selingkuh"


Nggak! Aku nggak sedang berbohong. Iya benar aku tidak selingkuh karena, di antar aku dan Soraya nggak ada perasaan cinta. Aku dan Soraya hanya bersenang-senang. Itu hanya selingan buka. selingkuh. Batin Chandresh.


Lintang menatap lekat kedua bola matanya Chandresh yang mulai bergerak-gerak dengan tidak fokus, lalu Lintang bertanya, "Apa wanita itu, Soraya?"


Chandresh terkekeh sejenak lalu segera berkata, "Soraya? Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu? Soraya itu putrinya Pak Rama pemilik resort ini, Sayang"


Lintang terus memandangi wajah Chandresh dan ia melihat Chandresh mulai berkacak pinggang, menggerakkan bola mata dengan tidak fokus dan Chandresh mulai menggoyang-goyangkan badannya dengan tidak tenang.


"Katanya kau tidak akan pernah selingkuh seperti Papa Kamu, Mas?" Lintang kembali melontarkan tanya.


Chandresh sontak menatap kedua bola matanya Lintang, lalu ia melotot dan berteriak kencang, "Jangan samakan aku dengan Papaku yang brengsek itu! Kau mengerti!? jangan pernah bilang kalau aku sama dengan Papaku! Mengerti!!!!!?"


Chandresh mengerang kesal, "Aaarrrghhhhh!!!!" Sambil memukulkan bogem mentahnya ke tembok, lalu dia menjambak rambut cepaknya di depan Lintang , lalu ia pergi meninggalkan Lintang begitu saja.


Chandresh pergi ke kediamannya Soraya. Soraya langsung memeluk Chandresh dengan wajah girang dan Chandresh langsung mendorong tubuhnya Soraya.


Soraya hendak melangkah maju dan Chandresh langsung berteriak, "Tetap berdiri di tempatmu!"


Soraya nekat melangkah maju selangkah.


Chandresh mendelik dan berteriak lebih kencang karena frustasi, "Jangan maju dan jangan memeluk aku lagi! Aku sudah bayar kamu dengan sofa malas dan makan siang tadi, maka hubungan kita akan aku akhiri sampai di sini. Aku sudah nggak ada hutang budi lagi sama kamu. Kita sudahi hubungan kita. Aku nggak bisa lanjutkan lagi. Aku tidak mencintaimu sama sekali dan aku tidak mau kehilangan Istriku karena, aku sangat mencintai Istriku. Kau bilang, kan, kalau kita hanya bersenang-senang dan kita akan sudahi kalau salah satu dari kita menginginkan hubungan ini berakhir. Maafkan aku! Aku tidak bisa menahan diriku saat itu. Maafkan aku, aku tidak bisa membohongi Istriku lagi dan aku tidak ingin menjadi seperti Papaku"


Soraya terpaksa menganggukkan kepalanya dan berkata lirih, "Ya. Silakan kamu pergi. Kita akhiri hubungan kita sampai di sini"


Chandresh lalu berbalik badan dengan santainya dan pergi meninggalkan Soraya begitu saja.


Chandresh kembali ke kamar resort dan menemukan Lintang menangis tersedu-sedu di atas ranjang.


Chandresh naik ke ranjang, memegang bahunya Lintang, mencium lehernya Lintang dan berkata, "Maafkan aku, Sayang! Aku sudah membentak kamu tadi, padahal kamu nggak melakukan kesalahan apapun. Maafkan aku"


Lintang memutar badan dan berhadapan dengan Chandresh. Lintang mengelus pipi suaminya dengan wajah penuh dengan air mata.


Chandresh mengusap air mata di kedua pipinya Lintang dengan bibirnya dan dia mencium kedua kelopak matanya Lintang yang terpejam dan berkata di sana, "Kita berteman lagi, boleh?"


Lintang berkata, "Cium aku, Mas!"


Chandresh langsung mencium bibirnya Lintang dan berkata dia sana, "Apa kita berteman lagi sekarang?"


"Iya" Sahut Lintang dengan nada lirih.


Chandresh langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya dan suami istri itu berciuman dengan penuh kerinduan.


Di saat Chandresh tengah asyik memainkan bibirnya di lembah kenikmatan, telepon genggamnya Chandresh yang dibisukan, tampak menyala layarnya, Lintang melongok untuk melihat layarnya dan ia melihat nomer asing itu. Lintang sontak menggeser layar ke kanan, setelah itu ia menarik kepalanya Chandresh ke atas, untuk bertanya, "Apa kau mencintaiku, Mas?"


Soraya mendengar suara itu dari seberang sana.dengan wajah terkejut.


"Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Dan aku rindu bercinta denganmu, Sayang. Aku sangat merindukanmu, merindukan tubuhmu. Dan kamu satu-satunya wanita di dunia ini yang aku cintai untuk selamanya" Sahut Chandresh.


Soraya membeku di kamarnya saat mendengar Chandresh mengatakan kalimat itu melalui telepon genggam yang masih menempel lekat di telinga kanannya.


"Aaaahhh!!!!! Mas, aku sangat mencintaimu" Sahut Lintang.


"Aaaahhh!!!! Lintang, kau sungguh luar biasa, Sayang, aku sangat mencintaimu" Ucap Chandresh.


Soraya mendengar suara Chandresh dan Lintang dengan wajah memerah penuh amarah. Kemudian ia semakin tertegun saat ia mendengar suara rintihan, erangan, kecupan, dan suara erotis lainnya yang seolah tidak ada habisnya.


Soraya langsung mematikan sambungan teleponnya ke telepon genggamnya Chandresh itu. Lalu ia melemparkan telpon genggamnya sampai membentur tembok dan jatuh berkeping-keping, sama seperti hatinya yang hancur berkeping-keping saat ia mendengar suara Chandresh bercinta dengan istrinya dan Chandresh terus menggumamkan kata aku cinta kamu untuk istrinya.


Soraya mengacak-acak rambutnya dan berteriak kencang, "Aarrgghhh!!!!!! Kenapa aku harus mencintaimu, Chandresh Kusuma?! Kenapa??!!!!!!!!!!!!"


Lintang melongok ke layar ponselnya Chandresh yang telah menjadi gelap dengan senyum senang di saat Chandresh tengah asyik memainkan bibirnya di titik kenyal.


Lintang berkata di dalam hatinya sambil terus mengelus mesra kepala suaminya, Kamu pasti kesal mendengar suamiku mengerang penuh gairah atas diriku dan kau pasti stres saat kau mendengar suamiku terus berkata cinta untukku seorang. Maka kau langsung matikan telepon kamu. Rasakan itu wanita brengsek! Salah sendiri kenapa kau nekat masih berani menelepon suamiku.