Missing You

Missing You
Kejutan



Chandresh kembali ke Bali keesokan harinya dengan tanpa berhubungan badan dengan Lintang. Dia masih merasa bersalah kepada Lintang dan merasa tidak sanggup untuk berhubungan badan dengan Lintang sebelum ia membereskan urusannya dengan Soraya.


Sesampainya di Bali, Chandresh langsung pergi ke kediamannya Soraya yang letaknya tidak jauh dari resort mewahnya Rama.


Soraya langsung memeluk Chandresh lalu menarik Chandresh masuk untuk bertanya, "Apa sofa malas ini, desain yang kamu buat kemarin?"


Chandresh menganggukkan kepalanya dengan wajah datar.


"Dan ini untuk aku?" Soraya tersenyum dengan mata berbinar-binar.


Chandresh menghela napas dan berkata, "Jangan berpikiran macam-macam. Aku tidak membuat desain demi kamu Dan aku tidak memberikan sofa malas ini karena aku ada perasaan sama kamu. Aku cuma merasa perlu membalas budi baik kamu karena, kamu udah, emm, Yeaahhh! Kau tahu kau apa maksudku"


Soraya tersenyum menggoda dan langsung mendorong tubuh Chandresh sampai tubuh Chandresh jatuh di atas sofa malas, lalu Soraya melompat ke atas pangkuannya Chandresh dan mencium liar bibirnya Chandresh. Chandresh mengerang frustasi saat ia tidak sanggup melepaskan bibirnya dari gigitan penuh gairahnya Soraya. Chandresh kembali jatuh ke dalam permainannya Soraya.


Saking gembiranya menerima hadiah sofa malas dari Chandresh, Soraya mengajak Chandresh bermain sangat panas sebanyak empat kali dan mereka berakhir di atas ranjang dengan posisi kepala Chandresh rebah di perut ratanya Soraya.


Soraya menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang dan sambil mengusap kepalanya Chandresh, dia bergumam lirih, "Sepertinya aku mencintaimu, Chan. Aku nggak ingin kamu meninggalkan aku"


Chandresh bangun di sore hari dan dia langsung mengumpat kesal saat ia melihat Soraya memeluknya dengan tubuh polos dan tidak terbalut selimut. Chandresh menarik pelan tubuhnya dari pelukannya Soraya , menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya Soraya dan setelah ia memakai kembali semua bajunya, dia bergegas keluar dari kediamannya Soraya.


Chandresh masuk ke dalam kamarnya yang ada di dalam resort dan ia segera mengguyur badannya dengan air hangat untuk melepaskan semua penat dan menghujani perasaan bersalahnya dengan air hangat itu.


Dan Chandresh memilih untuk tidak keluar dari dalam kamarnya sampai pagi tiba. Chandresh lalu memesan sebuah tempat di restoran mewah yang ada di Bali, lalu ia menelepon Soraya, "Aku mengajakmu makan nanti siang di restoran X. Aku sudah pesan tempat dan tunggu aku di sana"


"Untuk apa?" Soraya bertanya dengan nada girang bukan kepalang.


"Hanya untuk berterima kasih, tidak lebih" Sahut Chandresh.


Lalu Chandresh pergi ke proyek. Tanpa Chandresh duga, Lintang datang ke Bali dan berkat pertolongannya Erick, Lintang bisa masuk ke kamarnya Chandresh Lintang duduk di tepi ranjang dan bergumam, "Apa instingku salah? Kamar Mas Chandresh bersih dan tidak ada jejak wanita di sini. Mas Chandresh juga memajang foto kami berdua. Seharusnya nggak ada wanita yang nekat menggoda Mas Chandresh karena, Mas Chandresh sudah menikah"


Saat Lintang bangkit berdiri untuk berganti pakaian, Lintang melihat secarik kertas yang ditindih sebuah pensil, di atas nakas. Lintang membaca coretan tangannya Chandresh yang ada di atas kertas itu, "Restoran X, meja nomer 6 ruang tengah, jam 12 siang"


Lintang lalu melihat jam di dinding kamar hotel itu, "Udah jam setengah dua belas. Aku harus cepat ke restoran itu untuk memastikan dengan siapa Mas Chandresh makan siang di restoran itu"


Lintang naik taksi menuju ke restoran tersebut dan bertanya ke resepsionis, "Meja nomer 6 atas nama Chandresh Kusuma sebelah mana?"


Resepsionis itu langsung menautkan alisnya karena, ia tahu kalau Chandresh Kusuma telah memulai makan siang dengan wanitanya di meja itu. Resepsionis itu kemudian bertanya, "Anda siapanya Pak Chandresh Kusuma?"


"Saya Istrinya" Sahut Lintang dengan wajah penuh dengan kekhawatiran.


"Baik. Tapi, saya tetap akan menunggu Anda di depan Nyonya. Saya akan tetap mengantarkan Anda ke Meja nomer enam setelah Anda selesai, nanti" Sahut resepsionis itu.


Chandresh tersenyum ke Soraya saat Soraya berkata kalau ia ingin pergi ke toilet.


Dan di saat ia melihat wanita yang makan bersama dengan Chandresh Kusuma, resepsionis itu menahan tangan wanita itu dan berkata, "Lebih baik Anda pergi karena, Istrinya Pak Chandresh Kusuma ada di dalam toilet"


"Hah?! Kenapa dia bisa ada di sini?" Soraya mendelik ke petugas resepsionis restoran tersebut yang kenal baik dengan Soraya.


"Saya nggak tahu, Non. Tapi, dia tidak tampak bodoh dan dia sangat cantik juga berkelas. Kalian sama-sama cantik, tapi Anda seksi dan Istrinya Pak Chandresh bukan hanya cantik dan seksi, emm, dia wanita yang tampak luar biasa dan dia jauh lebih muda daripada Anda. Jadi, saran saya, Anda pergi saja" Sahut resepsionis itu.


Soraya mengumpat kesal, "Sial!" dan langsung berjalan lurus meninggalkan toilet dan meninggalkan Chandresh.


Chandresh tersentak kaget dan langsung bangkit berdiri saat ia melihat Rama ada di resort tersebut. Rama menghampiri Chandresh dan bertanya, "Anda makan siang di sini juga? Pengen ganti suasana, ya, Pak Chan?"


Chandresh menganggukkan kepalanya dengan senyum panik.


Rama laku bertanya, "Anda makan siang dengan siapa? Saya lihat Pak Erick makan siang di resto resort, tadi"


Chandresh mengelus tengkuknya dan di saat ia kebingungan mencari jawabannya karena, ia pergi dengan putri kesayangannya Rama, Lintang memanggil Chandresh, "Mas Chandresh"


Chandresh semakin kelimpungan dan dia langsung memeluk pinggang rampingnya Lintang dan berkata, "Sayang, ini Pak Rama pemilik resort dan Pak Rama, ini Istri saya"


Rama tersenyum ke Lintang dan berkata, "Anda pandai memilih wanita, Pak Chan. Istri Anda bukan hanya cantik, tapi masih sangat muda dan anggun"


"Terima kasih atas pujiannya" Chandresh dan Lintang berucap eceran bersamaan dan Rama segera pamit untuk pergi meninggalkan mejanya Chandresh.


Lintang langsung mengusap wajahnya Chandresh dan bertanya, "Apa Mas marah sama kamu karena, aku tiba-tiba datang ke sini?"


Chandresh mengusap bahu kanannya Lintang dengan ibu jari tangan kanannya dan lengan kirinya ia pakai untuk memeluk pinggang rampingnya Lintang sembari tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Lintang masih mengelus pipinya Chandresh dan berkata, "Aku ke sini karena, masih kangen sama aku dan kebetulan besok sampai Jumat nggak ada kuliah dan Sabtu libur. Aku akan di sini sampai Minggu. Apa Mas senang?"


Chandresh mengecup bibirnya lintang dan berkata di sana, "Aku senang. Aku senang sekali"


Sementara itu, Soraya menatap dari kejauhan dan dia mengumpat kesal saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa istrnya Chandresh benar-benar seorang wanita yang sangat sempurna.