Missing You

Missing You
Bab 25



Aku bangun lebih pagi hari ini. Matahari belum menunjukkan sinarnya. Masih jam lima pagi. Pak Chang tidur tepat disebelahku. Wajahnya tampan sekali. Bulu matanya panjang dan kulitnya putih. Sama seperti yang kuingat.


Aku turun dari kasur pelan pelan. Aku tidak boleh terlalu lama di rumah ini. Semalam saja sudah cukup untukku. Aku mengambil mantel dan tasku di meja dan diam-diam turun ke dapur.


Taksi yang kupesan sudah menunggu di depan rumah. Aku keluar dan pergi ke toko untuk mengambil mobil. Hari ini sangatlah dingin. Mungkin hari ini akan turun salju.


Saat sampai di toko, suasananya masih sangat sepi. Aku menyalakan pemanas dan membuat badanku merasakan hangat sebelum berangkat ke pasar Yangjae.


Setiap kali ke pasar Yangjae, aku selalu terpesona. Seperti menemukan taman bunga di kota Seoul. Banyak sekali jenis bunga yang bisa ditemukan disini. Aku menemui pemilik toko langganan toko kami dan mulai melakukan pemesanan.


Untungnya mereka bisa memenuhi pemesanan kami pada tanggal 20 Desember. Aku tidak perlu pergi ke toko lain lagi. Bunga untuk hari ini juga sudah kupesan dan akan dikirim sekitar pukul 9 pagi. Akan ada Ha Young di toko untuk menerimanya.


Aku pergi ke rumah dan membeli kopi panas dalam perjalanan. Ayah dan Ibu tiba-tiba pulang ke Chuncheon kemarin, meninggalkan banyak cucian piring di rumah.


Aku mulai membersihkan rumah dan mencuci pakaian. Kakak menelepon untuk menanyakan keadaanku. Dia sudah memarahi ayah dan ibu untuk perjodohan kejutan yang disiapkan untukku.


Aku mengingat kejadian satu tahun yang lalu. Kakak datang dengan Ayah dan Ibu ke rumah sakit karena dihubungi Ha Young. Kakakku marah besar padaku yang terbaring di rumah sakit. Dia tidak mengerti dengan jalan pikiranku.


Ayah dan Ibu tidak mengetahui penyebab anaknya berada di rumah sakit. Mereka hanya tahu kalau aku bekerja dan belajar terlalu keras. Tapi kakakku tahu kalau semua itu karena berita pernikahan Pak Chang.


Dia mengambil ponselku dan menghapus semua nomor ponsel yang berhubungan dengan Pak Chang. Sebenarnya kakak ingin datang ke rumah Itaewon dan menampar Pak Chang, tapi aku melarangnya. Dia membuatku berjanji untuk bangkit dan tidak mengingat Pak Chang lagi.


Aku menangis dengan keras untuk melepas semua kesedihanku. Ha Young dan A Ri yang menyaksikan semuanya merasa tidak percaya bahwa aku mengenal artis besar bahkan mencintainya. Kakak juga memaksa mereka menjagaku dan memarahiku kalau aku tidak berubah.


Untung saja Ha Na tidak datang bersama mereka. Dia akan melihat ibunya yang berubah menjadi monster jahat.


Aku tersenyum mengingat saat itu. Beratku hanya 40 kg dan tinggi 168 cm. Ha Young terus membawakanku kue ikan isi custard ke rumah sakit. A Ri juga membawa semua makanan kecil yang bisa dia temukan di swalayan. Aku sampai merasa bosan dengan kue ikan dan camilan.


Pulang dari rumah sakit, Ha Young dan A Ri pindah ke rumahku selama tiga bulanl. Mereka memastikan aku makan sebelum mereka berangkat kuliah atau bekerja. Mereka mengajakku menonton film komedi dan makan makanan berlemak.


Akhirnya berat badanku naik menjadi 48 kg seperti sekarang. Dokter mengatakan aku akan baik baik saja sekarang. Aku akan mempertahakannya demi kakak dan temanku yang menolongku saat itu.


Aku memasak nasi dan mulai membuat tumis daging dan kimchi. Aku akan membawa tumisan ke toko untuk makan siang.


Aku berangkat ke toko setelah mengemas makanan dan menjemur baju. Hari ini aku menggunakan celana panjang dan kemeja merah tua dan mantel coklat. Karena dingin sekali di luar aku menambahkan syal berwarna pink untuk leherku.


Aku berlari ke mobil untuk menghindari dingin dan berangkat ke toko. Ha Young sedang membersihkan halaman depan toko saat aku datang. "Bagaimana dengan perjodohannya?" dia bersemangat sekali. Aku tidak menjawab dan masuk ke dalam toko.


Aku meletakkan bekal di atas meja di dalam toko. A Ri menoleh dan mencium bau bekal yang kubawa. "Ha Young ayo kita makan" aku bingung. Aku membawanya untuk makan siang tapi mereka akan memakannya sekarang.


"Ayo kita makan dan mendengar cerita Jin Ae tentang perjodohannya semalam" Ha young menambahkan. "Kalian akan sangat marah mendengar ceritaku, apa kalian bisa berjanji tidak memukulku dulu" aku menjauh.


Mereka berdua terlihat bingung dengan ucapanku. Kami mulai makan bersama dan aku menceritakan semua. Dimulai saat aku bertemu Pak Chang di restoran dan perjodohan kejutan semalam. Aku melewatkan bagaimana aku mencium Pak Chang dan mengira semuanya mimpi.


A Ri memukulkan sumpitnya di meja. Dia mulai memarahiku karena aku tidak menolak. Aku menerima semua amarah mereka karena itu bentuk perhatian padaku.


Mereka juga mempertimbangkan kembali tentang pekerjaan 20 Desember itu. Tapi aku berkata bahwa itu peluang toko kami untuk dikenal banyak orang terkenal. Pasti sayang rasanya kalau kami membatalkan pekerjaan hanya demi melindungiku.


Setelah makan aku bersiap pergi ke tempat yang sudah dipesan klien kami. Saat itu muncullah laki-laki tinggi dan tampan masuk ke toko kami. Dia memakai celana kain coklat dengan kemeja hitam. Mantel hitam panjang membuatnya semakin tinggi dan syal abu menghias lehernya.


Dia tidak memakai topi atau kacamata untuk menyamarkan wajahnya. " Apakah Jin Ae ada disini?" Ha Young terdiam melihatnya dan tidak bisa mengatakan apa-apa. A Ri juga agak terpesona tapi kemudian tersadar kalau di depannya berdiri seorang aktor terkenal.


"Apakah Jin Ae ada disini?" Pak Chang bertanya lagi. "Chang Min Jun?" A Ri bertanya. Pak Chang mengangguk dan tersenyum membuat Ha Young dan A Ri semakin terpaku.


"Pak Chang". Aku yang dari tadi mendata pesanan membutuhkan beberapa rancangan A Ri untuk buket pengantin. Mereka terdiam melihat pada satu orang. Aku melihatnya dan ternyata Pak Chang ada di toko kami.


Pak Chang masuk untuk menarikku ke luar toko dan masuk ke dalam mobil. "Kenapa kau tidak membangunkanku?" Dia memelukku dengan erat di dalam mobil. Aku mendorongnya menjauh. "Saya ada pekerjaan yang harus dilakukan"


Mendengar jawabanku Pak Chang kembali bertanya. "Apakah kau sudah makan?" aku mengangguk. Dia menjulurkan tangannya dan membelai wajahku. Aku merasakan hangat di tangannya yang perlahan menarik wajahku mendekati wajahnya.


Dia menciumku dengan lembut. Melihatku tidak melawan dia menciumku lagi. Kali ini lebih lama.


Aku mendorongnya karena kehabisan nafas. "Makan siang ini aku.."


"Saya ada janji dengan klien untuk makan siang bersama" aku memotong sebelum dia selesai bicara.


Dia mengelus rambutku "Baiklah. Aku akan mencarimu untuk makan malam" aku bingung mencari alasan. "Kalau kau tidak menungguku makan malam, aku akan melakukan yang lebih dari sebuah ciuman" . Dia menarikku dalam pelukannya dan menciumku lagi.


Aku berontak dan mendorongnya. "Tunggu aku disini pukul 6 malam" aku mengangguk agar bisa lepas dari pelukannya. Aku keluar dari mobilnya dan lari ke dalam toko. Ha Young dan A Ri masih mematung di dalam toko. Aku meninggalkan mereka dan melanjutkan pekerjaanku.


Pak Chang senang karena bisa menciumku. Dia pergi ke perusahaan labelnya dengan wajah tersenyum.