Missing You

Missing You
Cemburu



Setelah mengerangkan kepuasan secara bersamaan ke udara bebas, Chandresh kembali mengajak Lintang berciuman sambil berkata, "Sayang, aku mau lagi boleh?"


Lintang berkata, "Boleh" Lalu ia membanting tubuh Chandresh di atas ranjang.


Chandresh menautkan alisnya dan bertanya, "Sayang, kau mau apa?"


"Aku banyak belajar gaya bercinta di internet. Aku akan praktekan ke kamu sekarang, boleh?" Lintang menatap suami gantengnya dengan wajah malu-malu"


Chandresh terkekeh geli, lalu berkata dengan nada riang, "Tentu saja boleh"


Dan ilmu barunya Lintang yang Lintang praktekan ke Chandresh membuat Chandresh tergila-gila dan membuat kedua pasangan suami istri itu, menggelepar kelelahan di ronde keempat penyatuan raga mereka. Akhirnya mereka menyabut dini hari dengan saling berpelukan dan senyum semringah terulas di wajah keduanya.


Soraya kemudian pergi keluar setelah ia menelpon teman dekatnya yang bernama Laura.


Soraya mengajak Laura pergi ke sebuah bar dan mereka minum-minum di sana


"Kenapa kau seperti ini Soraya? Kau belum pernah sepeti ini sebelumnya. Di mana Soraya yang selalu ceria, optimis dan nggak pernah merasa kecewa" Laura menatap Soraya dengan penuh tanda tanya.


Soraya menenggak gelas kedua minuman anggurnya, lalu berucap sembari menaruh gelas di atas meja, "Aku kecewa karena aku tidak bisa memiliki pria yang aku cintai"


"Hah?! Soraya jatuh cinta? Soraya yang aku kenal beneran jatuh cinta?" Laura sontak menarik kedua alisnya ke dalam.


Soraya ikutan terkekeh geli dan sambil menuangkan anggur ke dalam gelas, ia berucap, "Baru kali ini aku merasakan jatuh cinta dan merasakan sakitnya rasa kecewa"


"Kenapa sakit? Kamu itu seorang Soraya yang selalu bisa mendapatkan pria manapun yang kamu mau. Kenapa kamu merasakan kecewa dan sakit?" Laura menatap Soraya dengan kening berkerut.


"Karena, pria itu sudah beristri dan dia tidak pernah mencintaiku" Sahut Soraya.


"Apa pria pria brengsek itu nggak pernah katakan ke kamu kalau ia sudah menikah?" Tanya Laura.


"Dia udah katakan sejak awal aku bertemu dengannya kalau dia sudah menikah dan dia sangat mencintai Istrinya" Sahut Soraya.


"Sial! Kenapa kau nekat merayunya, Soraya?Apa kalian sudah......."


Soraya menganggukkan kepalanya dan berkata, "Aku yang menggoda dan merayunya Aku dan dia udah beberapa kali melakukan itu. Aku mulai merasakan cinta saat ia memberikan sofa malas.ke aku dengan desain yang dia buat sendiri dan di malam itu, aku dan dia bercinta gila-gilaan. Di saat itu pula, aku sadar kalau aku sangat mencintainya"


"Soraya, lupakan dia. Bukankah kamu berprinsip hanya akan bersenang-senang dengan cowok. Kamu selalu bilang kalau cowok itu hanya selingan untukmu. Maka, lupakanlah dia. Masih banyak cowok yang lebih dari dia di luar sana" Sahut Laura.


"Tapi, aku hanya menginginkan dia. Dan yang lebih membuatku gila, dia memiliki Istri yang sangat sempurna dan dia sangat mencintai Istrinya" Soraya lalu menenggak gelas anggurnya yang keempat.


Laura menghela napas panjang, "Kamu yang salah. Kamu bermain api, Soraya. Kenapa kamu merayu pria beristri yang sangat mencintai Istrinya? Kamu kenapa bodoh sekali, Soraya?"


"Aku memang bodoh karena aku biarkan hatiku terpikat padanya sejak ia menyelamatkan aku saat aku hampir mati tenggelam di pantai" Soraya menghela napas berat.


Lintang terbangun karena ribuan ciuman yang didaratkan suaminya di wajahnya. Lintang langsung tersenyum dan ia langsung mengajak Chandresh berenang di kolam renang yang ada di dalam resort.


Chandresh terkekeh geli dan sambil mengusap mesra rambut istri cantiknya yang sangat ia cintai, ia bertanya, "Kamu nggak capek setelah semalam kamu getol banget mempraktekan ilmu baru kamu?"


Lintang merona malu dan sontak menepuk pelan dada bidang suaminya.


Chandresh terkekeh geli lalu ia mencium bibirnya Lintang dan saat ia melepaskan ciumannya ia bertanya, "Masih ingin berenang?"


Lintang menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat dan Chandresh langsung mengiyakan permintaan istri tercintanya dengan senyum lebar.


Soraya yang semalam mabuk berat dan memutuskan untuk tidur di salah satu kamar VVIP yang ada di dalam resort papanya terbangun karena, mendengar suara ribut.


Kamar Soraya yang dekat dengan kolam renang yang ada di tengah kamar VVIP, membuat Soraya bisa mendengar jelas keributan di kolam renang Wanita seksi dan cantik itu langsung bangun, duduk di atas ranjang untuk mengucek kedua kelopak matanya dan setelah memijit-mijit pelipis kananya, dia bangun untuk melangkah ke jendela. Ketika ia menyibak gorden jendela kamarnya, ia langsung tertegun.


Soraya meradang penuh dengan kecemburuan saat ia melihat Chandresh berciuman dengan istrinya di tengah kolam renang.


Lintang yang tidak memejamkan kedua kelopak matanya, bisa melihat Soraya menatap kebersamaannya dengan suami tercintanya. Lintang bisa melihat kecemburuan di mata dan wajahnya Soraya dan hal itu justru membuat Lintang semakin menggila. Dia mencium suaminya lebih dalam dan dengan pandangan yang terhunus tajam ke Soraya, Lintang mengusap kepalanya Chandresh dengan mesra dan terus mengajak Chandresh berciuman.


Soraya menutup kembali gorden jendela kamarnya dengan geram. Kemudian ia berlari kembali ke ranjangnya dan melompat kesal di atas ranjang. Soraya lalu duduk di atas ranjang sambil memeluk erat kedua lututnya untuk berteriak histeris. Soraya kemudian limbung ke kanan dan menangis terisak di atas ranjang mewahnya dengan terisak menangis.


Soraya akhirnya bisa merasakan sedikit tenang setelah mandi air hangat dan menelan pil anti depresi yang selama ini sering ia konsumsi. Soraya melangkah keluar dari dalam kamarnya dan saat ia sampai di lobi depan tempat Chandresh dan Erick menyelesaikan tugas mereka yang terkahir di resort milik papanya, Soraya sontak mengerem langkahnya saat ia melihat Lintang berada di sana dan Chandresh terus memeluk pinggangya Lintang dengan sesekali mencium pelipisnya Lintang dan melirik Lintang dengan tatapan penuh cinta.


Soraya bergumam lirih di tempat ia berdiri mematung "Dia tidak pernah memandangku dan memperlakukan aku seperti itu"


Soraya terpaksa menahan diri untuk menjaga harga diri dan profesionalitasnya dalam bekerja saat ia melihat Lintang membantu Chandresh bekerja dan terus berada di dekatnya Chandresh.


Soraya mengepalkan kedua tangannya dan mengulas senyum dengan sangat terpaksa saat ia melihat Chandresh berdiri di depannya sambil memeluk pinggangnya Lintang dan berkata, "Emm, Kami ingin ijin bermain golf pas istirahat makan siang, boleh? Istriku ingin bermain golf"


Soraya melebarkan senyumannya untuk menahan kecemburuannya dan ia menganggukkan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Lintang tersenyum lebar ke Soraya dan berkata, "Terima kasih, Kak"


Dan saat Lintang dan Chandresh pergi meninggalkannya, Soraya menggertakkan gerahamnya dan semakin kencang mengepalkan tangannya. Soraya kemudian bergumam lirih, "Kakak? Kenapa kau memanggilku Kakak? Dasar menyebalkan! Kau mengingatkan aku kalau aku jauh lebih tua darimu"


walaupun didera kecemburuan yang sangat besar, Soraya memutuskan untuk mengikuti Chandresh dan Lintang ke lapangan golf.


Soraya duduk di ruang VIP dan memandang kebersamaan Chandresh dengan Lintang dari sana.


Soraya langsung bangkit berdiri dan mendorong meja dengan kasar saat ia melihat, Chandresh menggendong Lintang dan mengajak Lintang berciuman sembari mengajak Lintang berputar mesra.


Soraya kembali ke lobi resort dan bergumam di sana, "Aku akan merebut Chandresh"