Missing You

Missing You
Godaan Lagi



Chandresh mencoba menghubungi istrinya lagi lewat Video Call, namun Lintang tidak menjawabnya.


Ia kemudian menelepon Bi Ijah sambi melirik jam di dinding, "Bi, Lintang apa masih di luar?"


"Nggak, Pak. Non Lintang udah tidur. Ini Bibi anter susu cokelat hangat ke kamarnya Non Lintang dan Non Lintang ternyata udah tidur"


"Oooooo, ya udah kalau udah tidur. Jaga Lintang dengan baik, ya Bi!" Pinta Chandresh


"Baik, Pak" Sahut Bi Ijah.


Chandresh duduk di tepi ranjang dan beberapa kali meraup wajah gantengnya. Dia tidak bisa tidur. Pikirannya terus terarah ke Soraya, namun hatinya terus terarah ke Lintang. Seketika itu pula, Chandresh merasa sesak napas dan butuh keluar dari dalam kamar. Dia butuh jalan-jalan sebentar untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya agar pikirannya tidak kacau.


Chandresh berjalan di sekitar resort dan dia akhirnya memutuskan untuk duduk di atas pasir memandangi pantai.


"Hai! Nggak bisa tidur, ya?" Soraya duduk di sebelahnya Chandresh dengan senyum manisnya.


Pria ganteng suaminya Lintang Rajendra itu tersentak kaget dan sontak Chandresh menggeser pantatnya untuk duduk agak jauh dari Soraya saat bahu Soraya menempel di bahunya, lalu Chandresh menoleh ke Soraya untuk berkata, "Iya"


"Mau bergabung ke teman-temanku? Kami mengadakan pesta api unggun dan bakar-bakaran di sana" Soraya mengarahkan jari telunjuknya ke sisi timur mereka.


Chandresh tersenyum canggung dan menggelengkan kepalanya, "Aku sedang ingin sendirian saat ini"


"Kalau gitu, aku akan menemani kamu mengobrol di sini" Sahut Soraya sembari merebahkan diri di sebelahnya Chandresh.


Chandresh menoleh ke Soraya karena kaget mendengar ucapannya Soraya, namun dengan segera ia mengalihkan pandangannya kembali ke depan saat ia melihat rok pendek seksinya Soraya tersingkap ke atas. Chandresh menghela napas panjang dan berucap dengan terus memandang ke arah depan, "Aku bilang aku ingin sendirian"


"Anggap aja aku nggak ada kalau kamu nggak ingin mengobrol. Aku masih ingin rebahan di sini" Sahut Soraya.


Chandresh melirik Soraya dan langsung mengumpat kesal saat ia melihat belahan dadanya Soraya. Blus cewek dari bahan katun berwarna putih dibordir dan berkah V, menampakan belahan dadanya Soraya saat Soraya rebahan di atas pasir pantai.


Chandresh berdeham lirih untuk mengusir fantasi liarnya dan dia kembali mengarahkan pandangannya ke depan sembari bergumam di dalam hatinya, wanita ini benar-benar suka seenaknya. Apa dia nggak sadar bahwa dia itu sangatlah cantik dan seksi.


"Aku akan berenang" Soraya tiba-tiba bangkit berdiri dan berlari ke pantai dengan melepas blusnya dan melemparkan blusnya begitu saja ke belakang dan Chandresh mengumpat kesal saat blus dengan wangi elegan nan seksi jatuh di wajahnya. Chandresh mendengus dan menarik blus itu dari wajahnya, lalu ia jatuhkan blus itu ke sampingnya.


Chandresh meraup wajah gantengnya, lalu ia bangkit berdiri. Dia memutuskan untuk balik ke kamarnya karena niatnya untuk menghirup udara segar di luar justru berujung frustasi. Dia semakin merasakan sesak di dadanya saat ia melihat Soraya berenang. Namun, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Chandresh menoleh ke belakang dan langsung berlari untuk menolong Soraya saat ia melihat tangan Soraya melambai-lambai.


Chandresh langsung terjun ke dalam air untuk menolong Soraya, namun Soraya tergelak geli dan berkata, "Aku tidak apa-apa. Cuma.........."


"Cuma apa?" Chandresh menatap Soraya dengan penuh tanda tanya.


Chandresh berjalan di dalam air untuk mengambil pakaian dalam yang mengapung di atas air. Lalu ia lemparkan ke Soraya tanpa menoleh ke Soraya. Setelah itu, ia berjalan ke tepian dan langsung melangkah lebar meninggalkan Soraya dengan terus mengumpat, "Sial!!!!!"


Soraya mengaitkan pakaian dalamnya kembali dengan cepat lalu ia bergegas keluar dari dalam air untuk mengejar Chandresh.


"Tunggu! Berhenti! Tolong Aku, Chan!" Soraya berteriak kencang Teriakannya Soraya sampai ke telinganya Chandresh yang belum melangkah begitu jauh dari area pantai. Chandresh langsung menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan untuk berlari kembali ke area pantai.


Chandresh tersentak kaget saat ia melihat Soraya digoda dia orang pria. Chandresh langsung menendang dua orang pria itu dan langsung menarik Soraya untuk ia ajak berlari pergi meninggalkan dua orang pria setengah mabuk yang masih tergeletak di atas pasir pantai.


Soraya menarik Chandresh ke kanan dan mengajak Chandresh ke sebuah bilik kecil yang disiapkan bagi para perenang dan para peselancar untuk sekadar membasuh diri atau mandi.


Soraya membuka pintu bilik yang terbuat dari bambu, namun di dalam bilik tersebut terdapat shower yang mewah. Soraya menoleh ke Chandresh, "Kamu nggak ikutan masuk?"


"Hah?!" Chandresh langsung memasang wajah bengong di depan Soraya.


Soraya terkejut geli dan berkata, "Kamu butuh membasuh diri kamu, kan?"


"Tapi, bilik itu terlalu sempit untuk kita berdua. Aku akan membaik diri di kamar aja. Kamu masuklah! Aku akan berjaga di luar" Chandresh berucap sembari membalik dirinya dan membelakangi bilik itu.


Soraya masuk ke dalam dan di saat ia tidak menutup pintu bilik itu dia berkata, "Aku tidak tutup pintunya, karena aku takut kalau terkunci di dalam. Kuncinya masih belum beres kayaknya"


Chandresh mengumpat kesal saat hatinya berdesir membayangkan Soraya mandi dengan tanpa menutup pintu. Namun, Chandresh tidak berani menoleh ke belakang dan tidak berani hanya sekedar melirik. Chandresh terus menatap ke depan dan mematung.


Lima menit kudisan Soraya keluar dari bilik dan mengajak Chandresh masuk ke dalam resort. Chandresh langsung berlari ke kamarnya begitu mereka sampai di lobi.


Keesokan harinya, Chandresh langsung menemui pemilik resort mewah itu untuk mengajukan ijin dua hari. Dia beralasan kalau Istrinya butuh dirinya karena istrinya masih di dalam masa pemulihan setelah sakit. Rama mengijinkan dan Chandresh langsung berangkat ke bandara tanpa pamit ke Erick dan Soraya.


Selama ia berada di dalam penerbangan, bayangan Soraya tidak mau pergi dari pikirannya dan itu sangat menyiksa bagi Chandresh.


Beberapa jam kemudian, dia sampai di rumah dan dia langsung mencari Lintang. Dia butuh menyatu dengan Lintang untuk menyingkirkan bayangan Soraya dari pikirannya.


Lintang terkejut saat Chandresh tiba-tiba masuk ke dalam kamar memeluknya dari belakang dan langsung menciumi lehernya Lintang sambil berkata, "Aku sangat merindukan kamu, Sayang"


Chandresh lalu melangkah ke tepi ranjang dan ia menarik tangannya Lintang. Lintang berputar badan dengan kaget dan langsung terduduk di atas pangkuan suami gantengnya. Mata mereka berdua bersitatap dan bunyi debaran jantung keduanya membuat cuping hidung mereka menjadi kembang kempis.


Chandresh mengusap rambut istri cantiknya dengan mesra dan mencium pipi kanannya Lintang dengan penuh perasaan rindu. Lintang tersenyum dan gadis imut itu berbisik lirih, "Mas, kamu kenapa?" Lintang menundukkan kepalanya dan mengusap kepalanya Chandresh.


Chandresh mencubit dagunya Lintang dan mengangkat wajahnya Lintang untuk berkata, "Ada beberapa hal di dunia ini yang tidak memerlukan kata kenapa" Chandresh segera mencium Lintang dengan tangan menjelajahi setiap lekuk seksi istri kecilnya dan ia kemudian merebahkan istri cantiknya dengan hati-hati di atas ranjang. Bunyi hujan tanpa petir yang tiba-tiba turun, memukul-mukul jendela kamar mereka, seolah memberikan dukungan ke Chandresh dan Lintang untuk saling bercumbu mesra.