Missing You

Missing You
Bab 4



Nyonya Chang menginap selama 3 hari di Seoul. Beliau suka memasak. Aku membantunya memasak tiga kali sehari untuk anaknya. Hari minggu Nyonya Chang pulang diantar Pak Park karena anaknya harus pergi ke Jepang untuk syuting iklan. Semoga syutingnya berjalan lama, agar aku tidak terlalu sering melihat wajah orang aneh itu.


Walaupun ibunya disini, dia tidak berhenti menggangguku. Ketika aku membantu ibunya di dapur, dia selalu berada di sebelahku dan membuatku tidak nyaman. Aku tidak akan kalah. Aku bukan fans mu dan aku tidak akan pernah menyukaimu.


Sudah waktunya aku pulang. Malam ini aku berencana makan dengan teman kampusku. Aku mengunci semua pintu dan keluar rumah lewat pintu belakang. Aku tidak tahu kalau Pak Chang baru datang dari Jepang malam ini.


Ponselku berbunyi. Ada nomor yang tidak kukenal. Siapa ya kira-kira. Kujawab telponnya. Terdengar suara yang sangat ingin kuhindari hari ini.


"Kau dimana?"


"Saya baru saja pulang Pak."


"Kembali ke rumah"


"Saya sudah ada di dekat stasiun Pak"


Aku berlari dan tidak sadar melewati depan rumah Pak Chang. Pak Chang baru datang dan membuka garasi mobil. Dia melihatku berlari melewati mobilnya.


"Jin Ae... berhenti"


Aku berhenti dan menoleh ke belakang.


"Pak Chang. Selamat malam" Aku membungkuk dan bersiap berlari lebih kencang.


"Masuk ke rumah" kelihatannya dia marah.


"Sudah waktunya Saya pulang Pak. Apa ada sesuatu yang mendesak Pak?" Wajah yang putih itu terlihat lebih pucat sekarang. "Cepat buka pintunya!"


Terpaksa aku menuruti perintahnya. Kutunggu sampai dia selesai memasukkan mobil. Membuka pintu pagar lalu pintu rumah. Saat aku ingin mengambil minum di dapur. Ada yang memelukku dari belakang.


"Jangan pulang malam ini. Tetap disini." Dia begini lagi. Ah....aku tidak akan termakan rayuanmu...wahai aktor terkenal. " Saya ada janji dengan teman Pak"


Badanku terasa terangkat ke atas. Benar saja. Pak Chang menggendongku dan melemparkanku ke sofa di ruang tv. Sekarang aku merasa takut sekali. Dia laki-laki yang kuat dan aku tidak akan bisa melawannya. Aku menyilangkan tangan di dadaku ketika Pak Chang menindihku.


"Bergerak sedikit saja, maka kau akan mendapat pengalaman tak terlupakan. Mau?"


Apa orang ini sudah gila. Apa yang akan dilakukannya padaku. Ketika aku bersiap berteriak. Dia memelukku dan meletakkan kepalaku di lengannya


"Aku hanya ingin tidur seperti ini Jin Ae. Diamlah dan aku tidak akan melakukan apapun". Pelukannya membuat wajahku menempel tepat di dadanya. Terdengar suara napas yang tertatur. Aku mulai merasa tenang dan tidak menolak.


Pelukannya sangat hangat. Di luar tedengar rintik hujan turun. Suara hujan seperti musik pengantar tidur bagiku. Seharian aku harus membersihkan hadiah penggemar yang dibawa Pak Park. Aku ikut terlelap dalam pelukan Pak Chang.


Aku membuka mata dan benar. Sekarang aku ada di atas kasur, sendirian. Aku melihat sekeliling. Ini kamar Pak Chang. Kapan dia memindahkanku dari sofa. Padahal aku adalah orang yang sensitif terhadap getaran walaupun sedang tidur.


Terdengar suara air. Pak Chang di kamar mandi. Aku bangun dan berjalan keluar dari kamar. Aku mencari tasku di dapur dan membuka ponselku. Sekarang pukul 6 pagi. Aku pergi ke kamar mandi di lantai bawah. Mencari sikat gigi cadangan dan mulai membersihkan diri.


Keluar dari kamar mandi aku disambut badan tinggi yang kemarin memelukku. Dia memberiku baju ganti dan menyuruhku kembali ke kamar mandi untuk ganti baju.


Gaun putih selutut dengan potongan lurus sederhana. Lengannya sebahu tanpa tambahan hiasan. Aku tidak pernah memakai gaun putih. Rambutku kusisir ke belakang dan mengikatnya menjadi satu.


Aku keluar kamar mandi dan ada bau roti bakar dari dapur. Pak Chang memakai kemeja biru cerah dan celana kain berwarna abu dengan sweater tanpa kancing warna senada.


"Biar saya yang teruskan Pak." aku berniat mengambil alih pekerjaan yang dilakukannya. Dia memeluk dan mengangkatku dan membuat aku duduk di atas meja dapur. Aku terpekik kaget. "Kamu diam saja. Aku juga bisa memasak"


Apa yang harus kulakukan. Kenapa orang ini memperlakukanku seperti ini. Dia pasti merekamku dengan kamera tersembunyi. Mataku berkeliling mencari tempat kamera kira-kira diletakkan.


Kompor dimatikan dan piring berisi roti bakar diletakkan di sebelahku. Pak Chang melihatku yang sibuk menoleh kesana kemari. "Ayo makan". Dia membawa dua piring ke meja makan. Di meja sudah ada kopi dan selai. Piring diletakkan bersebelahan.


Aku turun dari meja makan, mengambil priring dan meletakkan piringku di seberang Pak Chang. Pak Chang tersenyum melihat tingkahku.


"Tidurmu nyenyak sekali." Dia bicara sambil sesekali tersenyum. Aku melihat ke arah Pak Chang. "Saya hanya kecapekan Pak, bukannya Saya nyaman ada di pelukan Bapak" Dia tersenyum lagi membuat wajahnya bertambah tampan.


Terdengar suara pintu depan dibuka. Aku lompat dari kursiku dan pergi ke dapur. Begitu tahu kalau yang datang Pak Park, aku pura-pura sibuk di dapur. Sial. Orang aneh ini pasti menjebakku. Untung aku belum makan rotiku sama sekali. "Selamat pagi Jin Ae". Aku membungkuk pada Pak Park "Selamat pagi Pak"


" Min Jung, kau sudah bangun. Kupikir kau masih tidur". Pak Chang melihat Pak Park dengan kesal. Sebenarnya apa yang terjadi di Jepang. "Jin Ae, terima kasih sarapannya ya." Pak Park memakan roti bakar buatan Pak Chang membuat orang aneh itu lebih kesal dan berhenti makan.


Dia berdiri dan berjalan ke arah halaman belakang. Pak Park tanpa banyak bicara mengikutinya. Aku penasaran dengan yang terjadi di Jepang. Pak Chang terlihat kesal kemarin malam. Jadi kemarin itu artinya apa, kenapa dia memelukku?


Aku membuka ponselku untuk membuka internet. Ada beberapa pesan masuk dari Ha Young temanku. Aku lupa kalau aku ada janji makan malam dengan temanku itu. Syukurlah dari pesannya aku baru tahu kalau Ha Young tidak bisa datang karena pacarnya sakit.


Aku membuka internet dan muncullah berita dan foto yang mengagetkanku saat kuketik nama Pak Chang. Ada foto Pak Chang bertelanjang dada sedang memeluk seorang wanita di sebuah kamar hotel. Diberitakan kalau di Jepang Pak Chang menemui wanita itu di hotel untuk melakukan hubungan terlarang. Hahaha.... aku tertawa melihat judul setiap berita itu.


Wajah wanita itu tidak terlihat. Aku berusaha mencari foto yang terlihat lebih jelas, tapi nihil. Tidak ada foto di internet yang menampilkan wajah wanita itu. Hanya terlihat badan Pak Chang dengan kulit agak gelap.


"Cemburu?"


aku terkejut dan menjatuhkan ponselku. Ternyata dia berada di belakangku membawa cangkir kopi. Aku mengambil ponselku "Hanya penasaran Pak." aku berdiri dan mengambil cangkir kopi dari tangannya.


"Kau tidak perlu kuatir Min Jung, Pak CEO sudah memerintahkan pihak Jepang menyelidikinya" Pak Park menyusul ke dapur. "Kau terlihat cantik dengan baju itu Jin Ae" puji Pak Park. Aku tersenyum, "Terima Kasih Pak". Entah kenapa tapi aku merasa wajah Pak Chang berubah lebih kesal.


"Kau saja yang urus. Aku mau istirahat" Setelah bicara, Pak Chang berjalan menaiki tangga pergi ke kamarnya. Pak Park mengambil ponsel dan terlihat mengetik pesan. "Jin Ae aku pergi." Pak Park pergi ke arah pintu depan. " Baik Pak" aku membungkuk memberi hormat.