
Seminggu setelah pertemuan di restoran itu, Chandresh menggelar pesta ulang tahun yang ketujuh belas untuk istri kecilnya yang sangat ia cintai.
Pesta kejutan karyanya Chandresh diadakan di sebuah restoran dengan tema, pesta kebun. Semua dibolehkan memakai baju santai karena, pestanya pesta kebun yang santai.
Chandresh juga mengijinkan Lintang mengundang semua teman-temannya.
Lintang mengenakan flare dress yang dipadukan dengan floppy hat dengan warna senada dan kacamata yang dia pakai untuk melindungi kedua matanya dari silaunya matahari di siang hari. Lintang tampak anggun, cantik dan berkelas.
Lintang berkeliling sambil menggandeng tangannya Chandresh untuk menyapa semua tamu undangan dan untuk menerima selamat ulang tahun dari semua tamu undangan.
Lintang duduk di atas kursi di deret terdepan, lalu ia melepas kacamata pelindung mataharinya dan memasukkannya ke dalam dompet tangannya, saat suaminya melangkah naik ke panggung.
Lintang tampak sangat bahagia dan terus mengulas senyum manis di wajah cantiknya dan semakin berbunga-bunga hatinya dengan binar indah di kedua bola matanya, di saat suami gantengnya, Chandresh Kusuma berpidato di mimbar, "Saya bersyukur bisa menggelar pesta kejutan kecil-kecilan untuk Lintang Rajendra. Wanita yang saya sayangi karena, yang ada adalah kasih sayang dan bukan kasih cinta, betul tidak?"
Selorohannya Chandresh disambut tepuk tangan dan tawa renyah dari semua tamu undangan.
Chandresh kemudian menatap Lintang dan dengan senyum hangat yang penuh dengan cinta, Chandresh meminta Lintang naik ke panggung, "Sayang, kemarilah! Temani Mas kamu yang ganteng ini di sini!"
Lintang tersenyum lebar, lalu ia bangkit berdiri untuk naik ke atas panggung. Chandresh langsung menggelungkan lengan kekarnya di pinggang rampingnya Lintang dan suami gantengnya Lintang itu menoleh ke Lintang dengan senyum penuh arti, sebelum ia berucap, "Saya juga ingin mengumumkan ke semuanya, kalau Lintang Rajendra adalah Istri sah saya. Kami menikah baru beberapa bulan, jadi masih hangat-hangatnya dan rasanya pengen nempel terus kayak gini, kayak perangko, tapi apa daya kerjaan terus ada di depan mata" Chandresh kembali melempar guyonan dan langsung mendapat sambutan gelak tawa dari para tamu undangan.
Lintang merona malu dan menepuk pelan pelan dada bidang suami gantengnya.
Dave Buana dan Andi, yang hadir di pesta ulang tahunnya Lintang Rajendra itu, terpaksa harus menelan pil kekecewaan yang pahit, karena pujaan hati mereka sudah menjadi istrinya Chandresh Rajendra.
Andi sudah menyerah kalah. Andi tipe pria yang bahagia melihat kekasih hatinya bahagia itu bisa merelakan Lintang bersanding dengan Chandresh Rajendra, namun tidak demikian dengan Dave Buana. Dave Buana tersenyum tipis saat ia melihat Chandresh bertukar cincin dengan Lintang dan kemudian Chandresh mencium keningnya Lintang. Dave bergumam di dalam hatinya, "Aku akan buktikan ke semuanya kalau aku lebih layak bersanding dengan Lintang daripada cowok benalu itu. Dia bisa hidup mewah karena, Om Andi Rajendra. Coba kalau dia tidak menjadi menantunya Om Andi Rajendra, dia hanyalah cowok kere nggak guna"
Chandresh dan Lintang masih berdiri saling berhadapan setelah mereka bertukar cincin dan Chandresh mencium keningnya Litnnga. Chandresh tersenyum penuh arti di depan istri cantiknya, lalu mengangkat floppy hat-nya Lintang. Dia memakai floppy hat itu untuk menutup wajahnya dan wajah Lintang dari para tamu undangan, karena ia tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium bibirnya Lintang. Chandresh mencium bibirnya Lintang selama beberapa detik dan dia merasa enggan untuk melepaskan ciumannya di saat Lintang membalas ciumannya.
"Hei! Kenapa topinya diarahkan ke kita dan wajah kalian ditutupi topi itu?! Apa yang kau lakukan, Chan!? Jangan nakal, lho! Ini masih siang!" Teriak Erick dan semua tamu undangan terkekeh geli mendengar teriakannya Erick.
Erick langsung mendelik dan bersedekap diiringi dengan gemas tawa seluruh tamu undangan.
Acara berikutnya adalah acara potong kue dan kue pertama yang Lintang potong, ia berikan ke Chandresh dengan berkata di depan mikrophone, "Karena, saya sudah memiliki suami, maka potongan kue pertama saya berikan untuk suami saya barulah potongan kue yang kedua untuk Papa saya tercinta dan potongan kue yang ketiga untuk Mama saya"
Semua tamu undangan langsung menggemakan tepuk tangan mereka secara serempak.
Lintang dan Chandresh, lalu turun dari atas panggung saat Chandresh mempersilakan para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.
Chandresh langsung menarik tangannya Lintang dan mengajak Lintang masuk ke ruangan dapur yang kosong. Chandresh langsung mendekap Lintang dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya ia pakai untuk menarik tengkuknya Litbang. Pria ganteng bertubuh atletis itu langsung memagut bibir istri kecilnya dengan rakusnya, karena Chandresh terpesona akan kecantikan alaminya Lintang di siang hari itu.
Pengantin baru itu terbuai akan kehangatan ciuman mereka dan perasaan yang indah dan hangat yang mereka rasakan saat itu, membuat Chandresh nekat menyingkap dressnya Lintang dan ia menyatukan raga dengan istri kecilnya dalam posisi berdiri. Chandesh lalu menggendong Lintang untuk melesak lebih dalam dan Lintang langsung mengaitkan kedua kakinya di pinggang kokoh suaminya sembari menggelungkan kedua lengannya di leher kokoh suaminya.
Untuk menahan lenguhan istri kecilnya, Chandresh membungkam bibirnya Lintang sambil terus bergerak.
Setelah keduanya memekik lirih atas kepuasan luar biasa yang mereka rasakan, Chandesh menurunkan Lintang dengan hati-hati di atas lantai. Kemudian, pria ganteng itu merapikan dress dan rambutnya Lintang sambil berucap, "Kita lanjutkan ronde kedua nanti malam, karena kita harus bergegas kembali ke tengah pesta sebelum kita dicari" Chandresh yang masih terengah-engah, menaikkan ritsleting celana kainnya sambil meringis ke Lintang.
Lintang terkekeh geli dengan rona merah di wajahnya dia berucap, "Mas nakal, ih!"
Chandresh menyentil pucuk hidungnya Lintang sambil berucap "Salah sendiri kamu cantik banget hari ini"Setelah Chandresh siap, ia menggandeng tangan istri cantiknya untuk kembali ke tengah-tengah tamu undangan. Pasangan pengantin baru itu, bisa membaur dengan semua kalangan yang hadir dengan mudahnya, karena keduanya memiliki karakter yang ramah dan rendah hati.
Andi mengucapkan selamat ke Chandrsh dan Lintang dan berkata, "Aku bahagia melihat Lintang bahagia. Tapi, awas aja kalau kamu membuat Lintang kecewa, aku akan langsung merebut Lintang"
"Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi" Sahut Chandresh dan Lintang langsung menyahut, "Apaan sih kalian ini"
Sedangkan Dave Buana, pergi dari pesta tersebut tanpa pamit dan meletakkan kadonya di meja kado begitu saja. Dave Buana benar-benar dibakar cemburu melihat kebahagiaan di wajahnya Chandresh yang terus menggandeng tangannya Lintang.