
Hanzel menatap Lora dengan tatapan yang sangat pilu. Istri tercintanya kini tengah berbaring di ruang operasi karena kedua bayinya harus segara di lahirkan setelah Lora mengalami pendarahan beberapa saat lalu. Memang sangat menakutkan menurut Hanzel melihat darah yang keluar dari bagian inti istrinya, tapi Lora yang langsung menenangkan Hanzel dan berkata bahwa dia tidak merasakan sakit sama sekali, jadi Hanzel bisa sedikit tenang dan tidak tergesa-gesa dalam mengurus apa saja yang harus dilakukan sesegera mungkin.
" Sayang, kau harus selamat ya? Ucap Hanzel setengah berbisik kepada Lora. Tangannya yang dingin dan gemetar benar-benar tidak biasa dia tahan. Tapi meski begitu, Hanzel tetap berusaha untuk membuatkan Lora yang sedari tadi menitihkan air mata dengan tubuh yang dingin dan gemetar.
Mereka saling berpegangan tangan, menggenggam saking menguatkan satu sama lain dengan harapan Lora, dan dua bayinya bisa lahir ke dunia dengan selamat.
setelah beberapa saat, tangisan kedua bayi pecah memenuhi seisi ruangan. Lora, dia kini hanya bisa mengisi bersamaan dengan Hanzel yang sama sekali tak beranjak darinya dan terus mengecup keningnya entah sudah beberapa kali.
" Kau berhasil, sayang. " Ucap Hanzel yang untuk pertama kalinya bisa dia menangis sampai seperti itu. Antara lega, dan bahagia, semua perasaan takut beberapa saat lalu benar-benar sirna entah kemana bergantian dengan kebahagiaan.
Ayahnya Lora, dan juga Ibunya Hanzel yang berada di luar ruang operasi juga ikut menangis haru. Sebenarnya setelah menemui Lora dan meminta Lora meninggalkan putranya, Ibu Rise tida pernah menemui Hanzel dan Lora karena merasa sangat malu. Tapi untunglah ada Ita yang selalu menentukan kabar terbaru tentang Hanzel dan Lora jadi dia sedikit lega setiap harinya. Hari ini dia juga mendapat kabar dari Ita bahwa Lora akan melahirkan jadi bergegas dia ke rumah sakit, semetara Ita sendiri, dia sedang kembali ke rumah untuk mengambil perlengkapan bayi yang tertinggal karena mereka buru-buru tadi.
Nora dan Angkara, sepasang manusia yang sudah terikat tali pernikahan kini juga kembali ke negara asal asal untuk melihat bagaimana keadaan Lora, dan juga ingin bertemu dengan dua bayi kecil yang katanya bergender laki-laki. Nira sebenarnya sudah dinyatakan sembuh sejak tiga Minggu lalu, tali karena masih ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Angkara, jadilah mereka berpergian kemanapun berdua, seolah mereka adalah pasangan kencan yang sedang di mabuk cinta.
Suasana bahagia begitu terasa begitu seluruh keluarga Lora berkumpul bersama, Ibu Rose juga memutuskan untuk tinggal bersama Hanzel dan Lora agar bisa membantu Lora merawat bayi kembarnya meski sebenarnya ada babysitter juga. Keputusan untuk meninggalkan Tuan Haris bukan hanya sekali dua kali saja dia pikirkan, melainkan sudah dari jauh-jauh hari. Tidak masalah dengan apapun, toh sekarang dia punya cucu yang lebih penting untuk di urus, dan membiarkan saja dua istri Tuan Haris bersaing dengan cara mereka sendiri.
Tiga bulan setelah kedua bayi Lora Dan Hanzel lahir, akhirnya Hanzel dan Lora memutuskan untuk tidak lagi menutupi kehidupan mereka, begitu juga dengan Nira dan Angkara yang selama ini memilih untuk diam tak menggunakan media sosial agar bisa fokus untuk kesembuhan Nora, dan juga hubungan mereka yang sebenarnya juga sering cekcok untuk hal-hal sepele.
Nora, Angkara, Hanzel, Lora, dan kedua bayi mereka yang diberi nama Mikhail dan Mikha, serta Ayahnya Nora dan Lora, tak lupa juga dengan Ibu Rose, mereka semua berphoto dengan begitu bahagia.
Tak lama photo mereka menjadi perbincangan hangat setelah lama Nora dan Lora menghilang dari media sosial juga televisi. Nora dan Angkara tak lagi malu memarkan photo mesra mereka berdua, Lora dan Hanzel juga begitu, membuat semua gosip buruk tentang mereka menjadi pujian bagi kedua saudari kembar itu. Wajah Mikha dan Mikhail juga tak pernah absen dari pujian para pengguna media sosial.
" Ah! Lora brengsek! " Ucap Resa sembari melempar ponselnya ke dinding kamarnya. Ponselnya yang memang sudah pecah dan usang itu kini semakin ringsek dan tak bisa lagi digunakan alias mati total membuat Resa semakin gila hingga membenturkan kepalanya terus menerus ke dinding. Hal ini sudah bukan satu atau dua kali saja, hingga Ibunya tak tahu lagi bagaimana menghadapi putrinya yang sudah seperti orang gila beberapa waktu terakhir ini.
Risha, gadis cantik yang tak lain adalah mantan kekasih Hanzel kini semakin menyesal karena telah menyia-nyiakan pria sebaik dirinya. Nyatanya Hanzel sangat sempurna meski ada banyak orang yang mengatakan bahwa tiada yang sempurna. Dia sudah akan menikah dengan pria pilihan orang tuanya, sungguh sangat jauh dari tipe idealnya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apapun karena orang tuanya sudah menentukan dengan tegas bahwa calon suami untuknya sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi.
Ita, dia kini tengah menikmati panasnya sinar matahari, juga angin suara deburan ombak yang menenangkan. Dengan bikini yang melekat di tubuhnya, Ita benar-benar menikmati waktunya untuk berlibur. Seperti janjinya yang akan tetap bersama Lora selama Lora hamil sampai melahirkan, dan sekarang dia sudah dua bulan juga berlibur di sebuah negara yang beriklim sama dengan negara asalnya, yaitu Bangkok.
" Ah, bermain matahari sudah cukup. Sekarang tinggal berbaring di atas salju. " Ita tersenyum, dia menurunkan kaca matanya untuk kembali menutupi matanya. Seperti itulah kebahagiaan yang sedang di jalani Ita. Benar, memiliki pasangan tentu membuat sebagian orang merasa lengkap dan bahagia, tapi bagi Ita, memiliki pasangan sama artinya menyimpan bom untuknya sendiri, maka dia melepaskan impian dari kebanyakan wanita, dan memilih bahagia dengan jalannya sendiri.
Sela, setelah melihat Angkara dengan istri barunya yang ternyata adalah orang artis, dia tak henti-hentinya merasa sedih setiap hari. Kenangan bersama Angkara benar-benar sulit sekali untuk dia lupakan. Benar, Angkara bukan pria yang sempurna karena kadang kala juga suka marah untuk hal-hal kecil, tapi dibandingkan betapa baiknya Angkara memperlakukannya di masa lalu, tentu keburukannya bukanlah apa-apa.
" Angkara, aku benar-benar menyesal. Aku pikir kau akan menjemputmu seperti sebelumnya, tapi tidak di sangka kalau kau benar-benar tidak akan lagi menginginkan ku. " Ucap Sela sembari menangis memeluk photo pernikahannya bersama Angkara.
TAMAT
Halo kesayangan, terimakasih atas dukungannya selama ini ya? Akhirnya aku bisa menyelesaikan satu lagi cerita yang jauh sekali dari kata bagus dan banyak juga typo serta kekurangannya.
Yuk, jangan lupa mampir di karya baru aku, " Menikahi Selingkuhan Ibu "
Kita ketemu lagi disana ya kesayangan ❤️😘