
Nora dan Lora terdiam setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut Ayahnya. Jangan memenjarakannya, Sindy, dia akan sedih kalau Ibunya di penjara. Sindy adalah adik tiri Nora dan Lora.
" Ayah marah, sangat marah karena wanita itu Ayah dan Ibu kalian berpisah. Tapi, dia juga seorang Ibu dari anak Ayah, jadi biarkan saja dia menjaga anaknya dengan baik, semoga saja dia bisa mengerti bahwa tidak semua hal bisa dia kendalikan semaunya. "
Hanzel juga berada di sana, dia bisa melihat kalau ada rasa kasihan untuk wanita itu, tapi masalahnya Nora dan Lora tidak bisa menerimanya, itu lah yang tidak dipahami oleh Ayahnya. Nora dan Lora terpisah karena wanita itu, Lora mengalami banyak penderitaan juga berawal dari wanita itu, Nora di exploitasi sedari kecil juga oleh wanita itu, kekecewaan mereka satu sama lain terjadi juga karena wanita itu.
" Ayah mertua, jika memikirkan rasa kasihan, bagiamana orang akan merasa jera setelah melakukan kesalahan? Setiap orang yang bersalah seharusnya membagi mendapatkan hukuman, masalah Sindy, bukankah ada Ayah mertua yang bisa merawatnya? Dia itu anak Ayah mertua juga kan? "
Ayah tak sanggup untuk menjawab, sebenarnya bukan tidak ingin mengurus Sindy, hanya saja wajah Sindy terlaku mirip Ibunya, dan itu akan membuat dia teringat terus dengan Istrinya, lalu mengingat semua yang sudah dia lakukan hingga membuat kedua putrinya hidup menderita. Setelah mengetahui Nora juga dalam keadaan sakit, dan Nora menceritakan padanya bahwa dia di paksa menjadi aktris padahal istrinya mengatakan jika itu keinginan Nora makanya dia mendukung saja, jadi berat baginya kalau harus teringat istrinya itu.
" Ayah mertua, kedua putri mu tentu harus mendapatkan keadilan, jadi tolong jangan menolaknya ya? " Bujuk Hanzel.
Ayah menghela nafas.
" Sindy, biarkan aku dan Lora yang mengurusnya untuk sementara waktu sampai Ayah mertua siap, atau membiarkan Sindy tinggal bersama kami selamanya juga tidak masalah. "
Ayah mengangguk setuju.
" Baiklah, Dokter yang memberikan resep ini sudah di ketahui, hasil dari rumah sakit tempo hari juga sudah lengkap. "
" Baiklah, maaf merepotkan mu, Hanzel. " Ucap Ayah tulus.
" Tidak masalah, ini juga kewajiban ku sebagai suami dari Lora, dan menantu. " Ujar Hanzel yang memang tidak mempermasalahkan hal itu. Memang benar dia sudah menghabiskan banyak uang untuk membayar detektif, tapi uang juga mana bisa di bandingkan dengan apa yang akan di berikan Lora padanya?
" Wanita itu pasti sudah membuat banyak masalah kan? "
Hanzel tersenyum, kalau mengangguk.
" Iya, dia seperti orang gila mencari Ayah mertua kesana kemari, dia juga selalu datang dimana Nita sering syuting dan pemotretan, tapi untunglah tidak pernah bertemu langsung, walaupun memang kebetulan datang di lokasi yang tepat, akan banyak orang yang menghalangi untuk bertemu Nora sesuai keinginan Nora. "
Ayah menghembuskan nafas lega. Mungkin inilah jawaban dari rasa tidak nyaman yang ia rasakan selama hidup bersama dengan wanita itu. Jika saja bukan karena permintaan Nora yang ingin menjadikannya Ibu sambung, dia tentu akan memilih sendiri, dan mengurus semuanya sendiri.
***
Resa kini telah bebas berkat jaminan yang diberikan oleh bibinya. Sebenarnya ini terpaksa Bibinya lakukan karena permohonan dari Ibunya Resa yang terus mendesak dan memohon tiada henti sampai harus mengungkit-ungkit soal balas Budi kepadanya. Untung saja, yang kompensasi dari perceraian lumayan banyak, jadi tidak begitu berat baginya menjamin Resa agar bisa bebas. Tali masalahnya, seiring berjalannya waktu dia semakin sadar jika dia telah kehilangan banyak hal karena terus membela Resa. Hari itu, padahal dia berharap suaminya akan datang menjemput dan membujuknya seperti biasa, nyatanya yang datang kepadanya malah surat permohonan cerai yang dikirimkan pengadilan kepadanya.
Bak jatuh tertimpa tangga, karena belum juga bisa menunaikan niatnya untuk menemui Angkara dan membujuk agar membatalkan gugatan cerai terhadapnya, dia malah sudah harus menerima kenyataan pahit dengan hasil pemeriksaan yang menyatakan jika rahimnya tidak menghasilkan sel telur sama sekali, dan itu artinya dia tidak bisa mengandung.
Sekarang ingin menemui Angkara, dan membujuknya untuk berbaikan dan bersama lagi, dan semoga saja masih ada kesempatan untuk mereka bersama seperti dulu.
***
Resa kini duduk di atas tempat tidur dengan tatapan putus asa, bagaimana tidak? Jelas sekali semua orang tahu kalau di usianya yang masih muda malah sudah pernah masuk penjara, alias mantan narapidana. Awal-awal dia mencoba untuk membohongi tetangga dengan mengatakan jika itu adalah ulah Lora dan menghasut suaminya agar suaminya membayar polisi untuk menangkapnya, tapi ternyata tetangga di desanya tidak sebodoh yang dia kira. Mereka semua justru membalas dengan mengejek Resa yang sudah melakukan kekerasan kepada Lora, juga tentang Ayahnya yang sudah melecehkan Lora.
Dengan semua kasus itu bagaimana dia sekarang akan menghadapi semua orang? Padahal tadinya dia ingin segera membalas Lora yang sekarang ini sedang berbahagia karena ternyata Nora adalah saudari kembarnya, dia juga sedang hamil anak dari pria tampan yang juga ia sukai dari awal dia melihat pria itu yang tentu adalah Hanzel. Sekarang ini dia mau pergi keluar desa saja sudah tidak bisa karena akan di cekal di perbatasan sebelum menyeberangi sungai. Kenapa? Itu karena Hanzel meminta para pekerja kebun tehnya memperhatikan Resa, dan jangan sampai keluar dari desa. Iya, Hanzel sudah tahu tentang kebebasan Resa, tapi dia masih bungkam tak memberi tahu Lora selama Resa tertahan di desa, karena anggap saja Resa di penjara disana.
***
Keluarga Tuan Haris kini tengah berbahagia karena anak kedua dari Tuan Haris telah lahir, dan dia adalah anak perempuan yang cantik persis seperti Ibunya. Semenjak bayi itu lahir, Tuan Haris yang sudah lama tidak memegang bayi akhirnya merasakan kebahagian tersendiri. Dia bahagia, dia merasa kembali muda dengan lahirnya anak keduanya setelah tiga puluh tahun semenjak Hanzel lahir.
Dua puluh empat jam, hampir setiap hari Tuan Haris berada di satu ruangan bersama Lina dan juga bayinya, dan itu membuat Velo merasa kesal oleh kecemburuan yang luar biasa. Sebenarnya semenjak keguguran waktu dulu, dia langsung menggunakan implan karena tidak ingin memiliki anak dan masih berharap untuk bersama Hanzel, nyatanya Hanzel malah menjadi semakin jauh, dan sekarang dia merasa menyesal karena sudah menggunakan implan untuk mencegah kehamilan.
" Berhentilah menatap seperti itu, bola matamu sudah hampir keluar dari tempatnya. " Sindir Ibu Rose karena malas juga melihat tatapan iri dari mata Velo untuk Lina.
" Jangan sok tahu! Siapa juga yang iri? Hanya bisa melahirkan anak perempuan apa bagusnya? Aku sebentar lagi akan melahirkan anak laki-laki, jadi lihat saja nanti, hanya anak ku lah yang akan di emaskan. "
Ibu Rose menghela nafas.
" Lahirkan saja anak dulu, barulah bisa sombong. "
Bersambung.