
Lora duduk di atas closet dengan hati yang gelisah. Dia tengah memegang sebuah alat uji kehamilan, tapi belum berani digunakan. Sebenarnya kalau telat datang bulannya sih sudah sekitar tiga harian, tapi kalau dia membaca di internet, akan lebih akurat saat minimal satu Minggu setelah lewat masa menstruasi. Ah, tapi kan dia tidak bisa sesabar itu menunggu satu Minggu meski hari itu juga akan datang juga nantinya.
Lora menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Dia bangkit setelah hatinya merasa berkurang gugupnya. Dia mengikuti petunjuk kegunaan alat uji kehamilan dengan benar karena tidak ingin gagal atau hasilnya jadi tidak jelas.
Satu dua tiga empat dan seterusnya Lora menghitung dengan matanya yang masih terpejam tak berani melihat hasil dari alat uji kehamilan yang kini sudah ada di tangannya. Cukup lama, dan kini akhirnya Lora berani membuka mata dan melihat.
Hah? Lora mengerjapkan matanya beberapa kali, mengusap karena tidak ingin salah penglihatan, dan iya! Ada dua garis merah di sana! Lora kembali terduduk dengan perasaan bahagia. Anak, di dalam perutnya ada anak, sungguh sangat ajaib karena sebentar lagi dia dan Hanzel akan segera punya anak. Entah Hanzel akan menolak atau tidak karena dia ingat benar Hanzel pernah mengatakan untuk hamil setelah lulus kuliah, tapi kalau sudah begini masa iya mau di tolak?
" Sayang? " Panggil Hanzel yang baru saja pulang kerja. Ita mengatakan jika Kita berada di kamar, jadi tentulah Hanzel memanggilnya begitu masuk ke dalam kamar dan tidak mendapati istrinya.
" Sayang! " Lora berjalan cepat, dia merentangkan tangan untuk memeluk Hanzel.
" Ada apa? Kelihatannya bahagia Sekali. " Ujar Hanzel yang jelas bisa merasakan bagaimana suasana hati Lora saat ini.
Lora mengurai pelukannya, lalu menatap Hanzel sebentar.
" Kalau kita punya anak lebih cepat dari rencana awal bagaimana? "
Hanzel mengeryit bingung, iya jelas bingung lah, bukannya memang dia juga inginnya begitu?
" kan memang aku juga ingin kau hamil. " Ujar Hanzel.
" Ta da! " Lora mengeluarkan alat uji kehamilan kepada Hanzel. Tentu saja Hanzel merasa aneh pada awalnya karena asing dengan benda itu, tapi begitu Lora menunjukkan dan mejelaskan apa arti dari dua garis pada alat uji kehamilan, tentu saja Hanzel merasa sangat senang.
" Kita akan punya anak? " Hanzel menatap Lora demi untuk mematikan apakah benar itu sungguhan atau bukan. Lora, dia mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Sesuai dengan dugaannya, Hanzel pasti bahagia seperti yang dia rasakan.
Hanzel kembali memeluk Lora, mencium berkali-kali pucuk kepala Lora dan tak berhenti berucap syukur untuk hadiah indah yang bisa dibilang paling indah di hidupnya selain memiliki Lora.
Tak ingin puas dengan hasil uji kehamilan, Hanzel membawa Lora untuk periksa kehamilan esok paginya. Bahagia, mereka benar-benar sangat bahagia karena kebenaran tentang kehamilannya benar-benar telah dikonfirmasi oleh Dokter secara langsung, dan yang lebih membahagiakannya lagi, adalah kalimat Dokter saat melakukan pemeriksaan USG.
Benar-benar luar biasa bahagia mereka berdua hingga kompak menangis haru di ruangan Dokter beberapa saat lalu. Ini sungguh di luar ekspektasi, karena Hanzel pikir satu bayi saja sudah membuatnya sangat bahagia, tapi ternyata ada dua bayi yang artinya kebahagian luar biasa terasa berlipat ganda.
Kabar bahagia ini bukan hanya mereka miliki sendiri, tapi Lora juga memberi tahu Ayahnya, Nora, dan juga Ita. Mereka semua kompak bersorak bahagia karena akan ada dua manusia baru yang akan lahir di tengah-tengah mereka menambah kebahagiaan yang mereka punya sekarang ini.
Nora, gadis yang beberapa waktu ini memilih diam dari media sosial akhirnya merasa tak tahan dan mengunggah photo hasil USG itu bersamaan dengan photo dirinya bersama dengan Lora yang tengah memegang hasil USG bersamaan.
Kami kembar, dan dia akan melahirkan bayi kembar juga! Sangat menakjubkan, dan aku tidak sabar bertemu mereka berdua!
Begitu keterangan yang dituliskan Nora untuk melengkapi unggahannya. Sontak unggahan Nora di serbu para penggemar yang selama ini mencari keberadaan mereka berdua. Iya, semenjak kasus Lora sampai kepuncak, banyak sekali orang yang mendukungnya dan menyampaikan rasa prihatin mereka, tapi karena Lora tak sekalipun muncul ke media, mereka hanya bisa terus bertanya-tanya kemana Lora selama ini? Dan begitu Lora muncul, mereka di kagetkan dengan kenyataan yang tidak mereka sangka sebelumnya. Nora dan Lora adalah saudara kembar, iya itu jelas adalah hal yang mengejutkan karena mereka seperti dua sosok yang tidak saling kenal sebelumnya. Kabar kehamilan Lora juga bisa di bilang membuat beberapa penggemar pria merasa patah hati, tidak terkecuali Arlando, juga Alexander.
Masa bodoh saja dengan pertanyaan banyak orang mengapa selama ini memilih untuk merahasiakan kebenaran bahwa mereka bersaudara, juga banyak sekali pertanyaan dengan siapa Lora hamil. Maklum saja, Lora kan sangat tertutup, bahkan aktivitas di media sosial Lora sebelum berita kemarin memanas juga sangat sedikit, jadi banyak orang yang bisa dibilang tidak tahu menahu tentang kehidupan Lora yang sebenarnya.
Beberapa hari kemudian, rupanya kabar mengenai Nora dan Lora akhirnya kembai naik dan menjadi pembicaraan hangat di media. Pertama tentang Nora dan Lora yang ternyata adalah saudari kembar, kemudian kehamilan Lora yang di hubung-hubungkan dengan kasus pelecehan waktu lalu itu. Rupanya berita tentang Nora dan Lora sampai juga kepada Ayahnya yang tak sengaja ia dengar lewat acara gosip pagi tadi.
Hati Ayah mana yang tidak sakit mengetahui jika putri yang dia sayangi ternyata mengalami nasib begitu malang? Jelas dia tahu kalau waktu itu Lora berbohong dengan mengatakan bahwa dia bahagia tapi sorot matanya menunjukkan bahwa dia mengalami masa yang paling sulit saat itu. Tapi sungguh dia tidak menyangka kalau putrinya akan dilecehkan oleh Ayah angkatnya sendiri, ini baru sebagian yang ia tahu, entah seberapa banyak menderita Lora selama ini, demi Tuhan dia tidak akan membiarkan Lora menderita barang sedikitpun. Sekarang Ayah hanya bisa berpura-pura dulu tidak tahu, karena kalau dia bertanya kepada Lora, yang ada Lora pasti akan sangat sedih, dan takutnya itu akan mempengaruhi kehamilannya.
Setelah mendengar berita itu dari televisi, Ayah segera menghubungi Hanzel untuk menjaga Kita baik-baik, usahakan untuk tidak melihat acara di televisi dulu, dan untunglah Hanzel adalah sosok suami yang mengerti dan tanggap apalagi ini mengenai istri yang sedang mengandung anaknya.
***
" Lora, kau tidak terganggu dengan berita itu? "
Ah, sayang sekali yah dikhawatirkan malah terlihat asik menonton beritanya sendiri sembari memakan camilan yang Ita belikan tempo hari.
" Kesal sih karena mereka sok tahu, tapi aku kan sedang bahagia, suamiku tampan dan baik hati, saudariku adalah aktris terkenal yang sayang padaku, Ayahku juga sayang padaku, kak Ita juga sudah seperti Ibuku dan kakak ku, mau sedih juga aku sudah tidak bisa, anak-anak ku membuatku ingin makan terus jadi yang ada di kepalaku cuma makan saja, aku malah sampai lupa apa itu sedih. "
Bersambung.