Little Wife

Little Wife
BAB 36



satu Minggu setelah Lora menentukan contoh botol minuman yang sudah di desain berikut dengan gambar dirinya, Lora juga diminta untuk syuting iklan. Ada banyak kesulitan karena ini adalah syuting pertama Lora, tapi untunglah banyak sekali orang yang membantunya, sehingga semua selesai meski itu sangat melelahkan dan sulit sekali. Hanzel tidak bisa menemani, tapi Ita lah yang menemani Lora. Maklum saja pekerjaan Hanzel sangat banyak jadi bukan maksudnya tidak ingin menemani.


" Lora, kau pasti sudah lelah sekali ya? Kita langsung pulang saja ya? ini juga sudah sore kan? " Ucap Ita sembari membantu Lora membereskan barang-barang nya.


" Lelah si, kak. Tapi tadi Hanzel bilang untuk tunggu dia jemput. Kakak pulang bersama kita saja. " Ujar Lora yang langsung mendapatkan gelengan dari Ita. Sudah pastilah itu tidak mungkin, mobil Hanzel kan hanya muat untuk dua orang saja, mau naik dimana dia? Di atap mobil kah?


" Aku naik taksi online atau ojek online saja, kau pulanglah bersama Tuan. " Ujar Ita seraya menyerahkan ponsel Lora yang sedari tadi ia pegang.


" Kenapa? Kalau kakak tidak mau pulang bersama Hanzel, kita saja pulang berdua. Nanti aku tinggal bilang kepada Hanzel, dan Hanzel bisa langsung pulang ke rumah kan? "


" Jangan, dia itu khawatir sekali denganmu. Oh iya, sekalian aku mau mampir kerumah adikku, nanti aku akan kirim pesan kepada Tuan, tapi tolong kau juga menyampaikan kepada Tuan ya? "


Lora tersenyum, lalu dia mengangguk. Tiga puluh menit Lora menunggu, akhirnya Hanzel datang. Dilihat dari wajah Hanzel, jelas sekali kalau pria itu sangat kelelahan. Bagaimana tidak? Pagi sebelum berangkat dia mengantarkan Lora pergi kuliah, siang menjemput Lora di jam makan siang, lalu mengantar Lora untuk syuting iklan, setelah pulang kerja juga harus menjemput Lora dulu.


" Maaf, kau sudah lama menunggu ya? " Ucap Hanzel seraya membukakan pintu untuk Lora.


" Tidak kok, sayang! Aku belum lama disini. "


" Mau makan dulu tidak sebelum pulang? " Tanya Hanzel setelah mereka sudah duduk di dalam mobil.


" Makan dirumah saja ya? Nanti biar aku yang masak. "


Hanzel menjalankan mobilnya, tapi dia juga masih menanggapi ucapan Lora.


" Jangan, kau pasti lelah kan? Minta Ita saja yang masak. "


" Ita pergi menemui adiknya, aku tidak lelah kok. Nanti buat nasi goreng saja yang simpel. "


" Terserah kau saja. " Ujar Hanzel karena minat bagaimana kukuhnya Lora saat memiliki keinginan sulit di larang.


Sesampainya dirumah, Hanzel lebih dulu pergi mandi, sementara Lora langsung menuju dapur, mencuci tangannya dulu sebelum menyentuh bahan-bahan makanan. Untunglah dirumah Hanzel sangat dimudahkan dengan perabotan rumah tangga kekinian. Mesin untuk membuat jus, membuat kopi juga ada. Jadilah Lora hanya perlu membuat nasi goreng dulu karena membuat jus sangatlah mudah.


Tiga puluh menit kemudian, dua piring nasi goreng dengan potongan ayam, sosis dan bakso sudah siap. Jus apel juga sudah selesai di buat, sekarang hanya tinggal memanggil Hanzel saja untuk makan malam.


" Sayang? " Lora terdiam sebentar mematung melihat Hanzel yang berbaring di tempat tidur, rupanya dia sudah sangat kelelahan hingga tertidur setelah selesai mandi. Lora menghela nafas setelah sampai di dekat Hanzel, dia pelan-pelan duduk di dekat Hanzel agar tak membangunkan pria yang telah menjadi suaminya dengan cara yang sangat tidak biasa itu. Lora intens memandangi wajah Hanzel yang tertidur pulas.


Tidur saja tampan sekali, tidak heran kalau banyak yang menyukai mu.


Lora bangkit dari duduknya, dia tidak ingin membangunkan Hanzel karena merasa kasihan dengan Hanzel yang terlihat sangat kelelahan itu. Tapi baru beberapa langkah, tangan Hanzel menahan pergelangan tangannya.


Lora menoleh untuk menatap Hanzel karena terkejut juga Hanzel tiba-tiba sudah bangun.


" Sayang sudah bangun? Apa aku yang membangunkan mu? "


" Aku memang sudah harus bangun karena aku sangat lapar. Aku aku melewatkan makan siang, aku perutku benar-benar kelaparan jadi tidur pun tidak nyenyak. "


Lora tersenyum.


" Ya sudah, ayo kita turun untuk makan. "


Hanzel, pria yang hampir tak pernah merasakan bagaimana sebuah keluarga yang sesungguhnya kini telah ia rasakan semenjak adanya Lora di dalam hidupnya. Gadis yang awalnya hanya ingin dia gunakan untuk melarikan diri dari patah hati, juga untuk menghentikan kesedihan Ibunya karena Ayahnya lagi-lagi ingin menikahi gadis muda. Memang mereka belum memiliki anak, tapi Hanzel merasakan bahagia karena kini dia tahu bagaimana indahnya memiliki keluarga sendiri.


" Lora? " Panggil Hanzel di tengah-tengah kegiatan makan malam mereka.


" Iya? " Jawab Lora sebentar menatap Hanzel sebelum kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.


Hanzel terdiam sebentar.


" Besok malam kita kerumah Ayah dan Ibu ya? "


" Apa? " Lora tersentak kaget, rasanya ingin sekali dia salah dengar, tapi sepertinya itu benar.


" Aku tahu ini agak berat untukmu, tapi besok adalah hari ulang tahun Ayah. Aku memang tidak dekat sama sekali dengan Ayah, tapi kalau kita tidak datang juga tidak boleh kan? "


Lora terdiam, tapi tak lama dia mengangguk dan tersenyum setelahnya.


" Jangan takut, kan ada aku yang akan menemanimu. " Ujar Hanzel.


Lora mengangguk setuju. Jujur saja, keberadaan Ayah mertuanya itu benar-benar membuatnya tidak nyaman. Tatapan matanya yang seperti memiliki maksud tersembunyi selalu mengingatkan Lora dengan Ayah angkatnya. Tersenyum, matanya menatap penuh keinginan, tatapan seperti itu pasti akan membuat wanita manapun merasa takut terkecuali yang menatap adalah prianya sendiri.


Setelah makan malam selesai, Hanzel dan Lora kini sudah masuk ke dalam kamar mereka. Hanzel mulai berbaring karena sudah mulai lelah dan mengantuk, Lora pergi untuk mandi terlebih dulu baru dia akan tidur. Setelah selsai dengan kegiatan mandinya, Lora keluar dari kamar mandi, dan sudah memakai baju untuk tidurnya dari dalam sana. Barulah setelah rutinitas setelah mandi selesai, Lora mulai merebahkan tubuhnya di samping Hanzel. Karena dia belum bisa tidur, akhirnya Lora memutuskan untuk memainkan ponselnya dengan membuka media sosial miliknya.


Tak banyak aktifitas yang terjadi di media sosial miliknya, karena Lora memang tidak terlalu narsis seperti kebanyakan muda mudi seusianya. Sebentar dia melihat-lihat beberapa unggahan dari teman-temannya, dan pada akhirnya unggahan Nora yang begitu aktif muncul di sana. Lora melihat media sosial Nora, dan ya seperti biasanya Nora memang sangat aktif membagikan kegiatannya. Jujur saja semua photo yang di unggah Nora memang sangat bagus karena dia kan menggunakan photografer untuk mengambil gambar. Dalam dua hari ini saja sudah delapan photo yang di unggah dengan bermacam-macam keterangan. Mulai dari kuliah, pemotretan untuk kosmetik, pemotretan minuman kemasan, berkumpul bersama team, bahkan juga berphoto bersama sutradara. Yah, tidak heran juga sih karena dia akan selebriti, pengikutnya juga banyak.


Aku akan mengalahkan mu, Nora.


Bersambung.