
Didalam ruangan pribadi miliknya,Hugo sedang menahan amarahnya, karena belum ada instruksi dari kikiyo.
Malam harinya,Hugo pergi menuju kediaman milik miciko,saat dia masuk kedalam ruangan,miciko masih belum tertidur sambil membaca sebuah buku.
"Sudah malam,kenapa belum tidur?."ucap Hugo sambil tersenyum mendekati miciko
"Aku baru saja tertidur dan kini tidak bisa tertidur lagi,aku mimpi buruk,suami."
"Mimpi apa?."
"Aku melihat mayat saudaraku berserakan didepan mataku , semua wanita bunga yang aku kenal."ucap miciko dengan wajah sedih
Hemm,,,
"Kembalilah tidur, sayang."ucap Hugo dengan nada suara lembut,
Hugo masih belum bisa mengatakan semuanya kepada miciko tentang kejadian yang menimpa penginapan bulan di kekaisaran selatan.
Setelah selesai dengan miciko,Hugo berjalan menuju kediaman Momo, disana terlihat sangat sepi,saat masuk kedalam kamar,Momo sudah tertidur.
Hugo menyentuh perut Momo yang mulai membentuk perut orang hamil pada umumnya.
"Suami."ucap Momo yang langsung terbangun.
"Tidur lagi saja, sayang."
Hem,,,
Momo langsung membenarkan tubuhnya untuk duduk sambil bersandar.
"Apa suami baik-baik saja?."ucap Momo sambil menatap wajah Hugo.
Hugo langsung mencium bibir Momo ,mereka pun langsung membelit satu sama lain,Hugo mengurangi tenaganya kali ini karena sang istri sedang hamil.
Momo pun dibuat lupa akan pertanyaannya tadi,dia sekarang sedang menikmati setiap sentuhan lembut dari suaminya.
Setelah selesai, Hugo menyelimuti seluruh tubuh Momo dengan selimut,dan dia pergi ke istana kekaisaran tengah setelah membersihkan dirinya.
Hugo ingin menemui kikiyo untuk mendapatkan perintah, setelah sampai didepan kediaman pribadi milik permaisuri, Hugo diminta menunggu diaula pertemuan.
Didalam aula pertemuan terlihat sangat sepi,satu jam kemudian, kikiyo datang dan langsung duduk dibangku kebesarannya.
"Salam, yang mulia permaisuri."
"Bukankah sudah aku bilang untuk menunggu, Hugo?."
"Nyonya,aku sudah tidak tahan mendengar isi dari dalam surat yang dikirim oleh kuza, disana hanya ada suara rintihan saudara-saudara kita yang terbunuh."
"Aku tahu, Hugo."
"Jadi,apa perintah anda sekarang, nyonya."
"Pulang ke kediaman mu dan jangan kembali ke istana sebelum aku yang memanggil, mengerti."
Hah,,,
"Tapi, nyonya."
"Hugo,sejak kapan kamu berani menentang ku,."ucap kikiyo dengan nada suara tinggi
Saat mendengar ucapan dari mulut kikiyo, Hugo hanya bisa tertegun sambil mengepalkan tangannya.
"Aku tahu apa yang kamu rasakan,kita juga sama , Hugo, tapi,ini belum saatnya, pemimpin mereka masih belum jelas."
"Bukankah kuza sudah mengkonfirmasi kalau semua itu perbuatan dari kaisar selatan, nyonya."
"Apa kamu fikir kaisar selatan memiliki sifat seperti itu,bahkan kalau dia mau menghancurkan penginapan bulan, kenapa dia tidak melakukannya dari dahulu saat aku menolaknya untuk bercinta."
Hugo pun mengingat dengan jelas,mau bagaimana pun sang kaisar selatan kecewa dengan nyonyanya,dia tidak mungkin melakukan hal sekeji ini.
"Jadi,apa maksud nyonya,ada yang mengkambinghitamkan kaisar selatan?."
"Iya ,tapi dia melakukan itu dengan sangat baik,sampai seluruh rakyat kekaisaran selatan tidak menyadarinya."
"Menyadari apa, nyonya."
"Menyadari bahwa kaisar yang sekarang bukanlah Kaisar yang asli."
Hah,,,
"Ditempat ku hidup dahulu,ada benda seperti topeng yang terbuat dari bahan silikon yang sangat menyerupai wajah siapapun yang ada di dunia ."
"Hah,kalau yang nyonya maksud adalah topeng,di dunia kita sekarang ini juga bisa membuatnya dengan bahan lain,bukan seperti bahan yang tadi nyonya sebutkan." Ucap Hugo yang tidak mengerti arti dari silikon.
"Perintahkan keseluruhan anggota pengikut bulan yang ada di seluruh kekaisaran di benua ini,cari dimana tempat pengrajin topeng terbaik dan temukan orangnya hidup atau mati."
"Baik, nyonya."
Hugo langsung berdiri dan bergegas pergi untuk mengirim banyak pesan tentang perintah dari kikiyo, dengan semangat yang membara,
Sedangkan ditempat lain,kuza ketahuan oleh kaisar selatan,kuza dibawa kedalam ruang bawah tanah.
Disana terdengar suara cambukan serta teriakan kuza yang sedang disiksa.
"Masih tidak mau bicara."ucap kaisar penipu itu sambil mencambuk tubuh kuza.
Kuza masih diam,karena terlalu lama disiksa kuza menjadi lemah dan pingsan,membuat kaisar penipu itu geram dan langsung membuang cambuk ditangannya.
Kaisar selatan penipu itu pun sekarang pergi meninggalkan ruangan bawah tanah.
Keesokan harinya,Hugo dibuat cemas karena tidak menerima kabar apapun dari kuza, selang beberapa jam,Hugo mendapatkan informasi dari anak buah kuza.
Bahwa kuza telah tertangkap dan dibawa ke istana kekaisaran selatan, Hugo langsung mengirimkan pesan kepada kikiyo tentang hal ini.
Di istana ,disebuah gazebo dikebun belakang kediamannya,kikiyo sedang berdiri sambil meremas kertas pesan yang dikirimkan oleh Hugo.
"Jadi, bagaimana sekarang, sayang?." Ucap Yamato yang sedang duduk dengan ditemani beberapa camilan diatas meja.
"Kita pergi ke istana kekaisaran selatan, suamiku."ucap kikiyo sambil menatap kearah kaisar Yamato
"Hah, akhirnya, apakah aku boleh membunuh orang disana?."
"Boleh saja."
"Oke."
Kikiyo dan Yamato pergi meninggalkan kekaisaran tengah dengan tubuh memakai pakaian serba hitam dengan menutup kepala.
Berkuda dengan sangat cepat,kali ini kikiyo ingin memastikan sendiri,siapa sebenarnya pria penipu yang menggantikan posisi kaisar selatan.
Ditempat lain,enam bulan yang lalu,disebuah desa didaerah kekaisaran Utara,disebuah gubuk kecil terdapat seorang pria tergeletak dan mati kedinginan.
Satu jam kemudian, jantung pria itu kembali berdetak,tapi dia bangun dengan keadaan marah dan bingung .
"Dimana ini."ucap pria itu sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah
Gubuk itu sangat kecil,pria itu langsung merintih kesakitan ,tubuh dan pikirannya sedang memberikan reaksi kehidupannya yang dulu,dia adalah seorang pengrajin topeng,
Pria itu adalah pria hina didesa tempat dia tinggal,
"Sial,baru bangkit dari kematian sudah mendapatkan musibah seperti ini, kikiyo sialan,dia sudah mati tapi masih saja menganggu kehidupanku di dunia lain, semua orang masih memilih untuk berpihak kepadanya,sial."ucap pria itu yang ternyata adalah seorang pria yang membunuh kikiyo dikehidupannya yang dulu,
Pria itu bernama, Leonardo,pria berdarah campuran Brazil dan asia,
Leonardo bangkit dari tidurnya dan pergi dengan membawa pedang yang tergeletak diatas meja,saat keluar rumah Leonardo melihat orang lain, penduduk desa,dia mendapatkan ingatan pemilik tubuh lama.
Setiap bertemu orang dijalan, Leonardo membunuh mereka semua tanpa bertanya dan tanpa alasan,muda ataupun tua, pria ataupun wanita,bahkan anak kecil sekalipun.
Leonardo juga mengambil barang berharga milik mereka semua untuk perbekalannya sendiri , Leonardo pun pergi meninggalkan desa yang dimana tadinya terdapat salju berwarna putih.
Sekarang hanya terlihat salju berwarna merah akibat dari pembantaian massal tersebut.
Leonardo pergi dengan kudanya kearah ibukota kekaisaran Utara,disana dia menginap disebuah penginapan, ibukota kekaisaran Utara sedang menyambut upacara kembang api.
Saat Leonardo sedang makan disebuah restoran,dia mendengar ucapan dari mulut orang lain, orang itu menyebutkan nama kikiyo.
________
Bersambung
(^∆^)