
Sedangkan didalam kereta kuda,miciko mulai membuka mata,melihat matahari mulai terbit,miciko bergegas keluar dari kereta untuk mempersiapkan tempat dan bumbu untuk memasak.
Saat dia sudah turun dan melangkah kebagian samping kereta kuda, Miciko melihat kikiyo yang sedang berlari kecil menuju kearahnya.
"Nona bulan."miciko berlari menghampiri kikiyo.
"Hai,miciko sudah lama ya tidak bertemu."
Miciko memeluk tubuh kikiyo erat sambil menangis.
"Miciko sangat merindukan nona,terakhir kali nona meninggalkan penginapan tanpa pamit."
"Kikiyo menjadi salah tingkah,ya miciko sudah jangan menangis lagi, bagaimana kalau kita membuat sarapan pagi."
"Iya nona."
Miciko langsung mengelap wajahnya yang penuh dengan air mata.
Kikiyo dan miciko meninggalkan Yamato berdua dengan pelayan, mereka ingin memasak dan menuju tempat dapur darurat yang sudah kikiyo gunakan semalam,
Tak lama Hugo kembali dengan membawa banyak bahan makanan,ada beras ayam,ikan dan lainnya.
Miciko bergegas pergi menuju kearah Hugo, dia mengambil beberapa bahan makanan,siasanya dibawakan oleh pelayan tadi.
Nenek dan cucunya baru mau keluar rumah, mereka kaget Saat melihat depan rumahnya sangat ramai orang,
"Nenek,kamu sudah bangun,maaf karena sudah membuat keributan,mari nek ,aku dan temanku sedang memasak sarapan jadi nenek dan keluarga tunggu saja."ucap kikiyo sangat antusias
Nenek hanya tersenyum bahagia.
"Iya nyonya, terimakasih atas kebaikan nyonya, lihatlah cucuku sudah bisa bangun dan sudah sembuh."ucap nenek sambil memegang bahu cucunya.
Sedangkan miciko yang mendengarkan percakapan kikiyo dan nenek pun langsung tertegun saat sang nenek memanggil kikiyo dengan sebutan "nyonya", astaga,miciko baru mengingat sesuatu,kalau nonanya sekarang sudah menjadi nyonya kaisar,eh bukan nyonya Yamato.
Miciko melirik kearah Yamato.
Semoga yang mulia Kaisar tengah tidak menyadari kesalahan ku.fikir miciko.
Setelah sudah menyelesaikan masakannya kikiyo meminta semuanya untuk berkumpul, keluarga nenek pun ikutan sarapan pagi.
Setelah selesai sarapan Hugo menghampiri kikiyo dan Yamato,
"Nyonya,aku sudah mengirimkan elang pembawa pesan kepada Muso untuk mengirimkan bantuan makanan dan juga pakaian kedesa ini dan sebenarnya nyonya dan tuan mau kemana?."
"Kami mau melihat desa lembah yang dulu pemimpin mereka kamu tangkap sekalian melintasi desa yang terkena dampak dari bandit."ucap kikiyo
"Nyonya,aku mendapatkan informasi kalau bandit yang menyerang nyonya dan tuan kemarin itu anak buah menteri pertahanan kekaisaran tengah,mereka menyamar menjadi bandit lembah untuk mengambil harta benda penduduk untuk menambah pundi uang yang akan mereka gunakan untuk membeli persenjataan militer."
Kikiyo tampaknya mengerti situasinya.
"Hem,jadi mereka mengadu domba penduduk lembah supaya semua orang kira ,penduduk lembah lah yang sudah melakukannya,kejam sekali."ucap kikiyo
"Bukan hanya itu saja nyonya, mereka juga menghasut rakyat untuk tidak mau dipimpin oleh kaisar Yamato dan mereka diminta untuk melakukan penurunan paksa kaisar dan seluruh keluarganya karena dianggap gagal dalam memimpin kekaisaran tengah ini."
Kikiyo tahu masalah yang sedang dihadapi oleh suaminya itu adalah hal yang sangat besar.
Kikiyo diam sejenak,tapi Yamato langsung mengambil tangan kikiyo untuk dia genggam.
"Sayang,maaf karena aku membawa kamu ikut kedalam urusan serumit ini tapi memang seharusnya kamu tidak ikut campur sayang,biar aku saja yang mengurusnya."
"Sepertinya kamu sudah tahu semuanya,."
"Ya, dari mana kamu bisa tahu."
"Kamu sangat tenang saat Hugo membeberkan semua yang dia tahu."
Yamato memandang kearah kikiyo dengan wajah murung.
"Aku tidak ingin kamu menyesal karena telah menikahi kaisar yang disebut tidak berguna ini sayang."
Wajah Yamato bertambah murung,
"Tapi itu hanyalah rumor sesat yang dibuat oleh orang lain untuk menggulingkan pemerintahan yang kamu pimpin,kamu adalah suamiku,dan kita ditakdirkan untuk menjadikan kekaisaran tengah ini kembali makmur,bahkan rakyat ibu kota ada yang berkata, mereka percaya dengan ucapan tetua kuil kalau kamu dan aku menikah , kekaisaran tengah ini akan mendapatkan sebuah berkah,apa kamu tidak percaya padaku?."
Yamato langsung berwajah ceria.
"Tentu saja aku sangat mempercayai kamu sayangku."ucap Yamato sambil mencium kening kikiyo.
Sedari tadi kikiyo baru sadar dengan gerak-gerik Hugo dan miciko.
"Hugo,apa kamu dan miciko?."
Hugo langsung merunduk.
"Aku ingin menikahi miciko nanti,apa nyonya mengizinkan kami."
Miciko yang mendengar ucapan dari Hugo pun langsung berwajah merah karena malu,
"Tentu saja kalau kalian saling mencintai kenapa tidak aku izinkan."ucap kikiyo sangat bersemangat.
"Lalu, apakah ada yang dibutuhkan oleh nyonya lagi."
"Kalian ikut saja dengan ku,aku dan miciko akan naik kereta kuda sedangkan kamu dan kaisar akan menunggangi kuda,kita lanjutkan perjalanan menuju desa lembah, minta Muso untuk mengurus semuanya didesa ini dan desa disekitarnya, nanti setelah pulang dari desa lembah,kita bicarakan lagi."
Kikiyo sekarang bahkan lebih mendominasi dari Yamato,
Yamato membiarkan kikiyo mengambil alih karena dia tidak setenang kikiyo dalam mengambil keputusan.
Mereka pun bergegas melanjutkan perjalanan dan berpamitan dengan keluarga nenek, kikiyo juga berpesan kepada nenek untuk memberitahukan kepada seluruh rakyat yang masih menetap didesa ini untuk bersabar karena bala bantuan akan datang dari istana.
"Terimakasih, nyonya, semoga yang mulia Kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah panjang umur, mereka tidak seburuk yang ku dengar selama ini,."
Kikiyo dan Yamato hanya diam, sedangkan Hugo,miciko dan satu pelayan itu hanya merasa kaget, ternyata keluarga nenek ini tidak tahu kalau orang yang sedang berada didepannya itu adalah seorang kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah yang tadi dia sebut dalam ucapannya.
Disetiap penjuru jalan desa,semua penduduk keluar dari rumah dan langsung melambaikan tangan mereka kearah rombongan kikiyo,
Karena kabar tentang mereka yang sudah menyingkirkan para bandit yang sudah mengganggu para penduduk sudah tersebar sampai kepelosok desa, ucapan dari mulut ke mulut mereka mendengar tentang hal itu.
Sedangkan kikiyo dan miciko didalam kereta kuda.
"Jadi kalian sudah bersama?."
Miciko langsung kaget dengan pertanyaan dari kikiyo,dia menjadi sangat malu.
"Ya, begitulah hehehe nyonya."
"Aku kira kalian tidak dapat bisa bersatu karena Hugo itu pria arogan sedangkan kamu wanita kecil yang lugu,bahkan menurutku kamu bukanlah tipe Hugo."
Miciko tertegun,(-_-)
kikiyo bicara seperti tidak difikirkan dulu sebelum berucap,apa dia sama sekali tidak mengerti perasaan orang lain.
Padahal kikiyo hanya ingin mengerjai miciko, Ais sifat jahil kikiyo sedang kumat.
"Tipe itu apa nyonya?."
Astaga,sial kenapa aku tidak terpikirkan bahasa lain saja,fikir kikiyo
"Tipe itu ya apa saja yang ada di diri kita, cantik apa jelek, tinggi atau pendek, hitam atau putih,ya begitulah."
_________________________________
bersambung
(^∆^)