
Kaisar barat hanya bisa mengepalkan tangannya,itu juga tidak lepas dari pantauan sang permaisurinya yang menagis dalam hati melihat sang suami merasa cemburu dengan istri orang lain.
"Sekarang kita mulai pestanya."ucap Kasim dengan lantang
Semua penari dikeluarkan untuk menghibur tamu undangan,makanan tersaji dengan berbagai macam jenis, kikiyo sibuk menyuapi suaminya yang tingkat kemanjaannya meningkat setelah pernikahan.
Muso masih setia untuk menjaga keamanan sang kaisar dan permaisuri,dia yang mengatur semuanya dan emi membantu memimpin para pelayan untuk menyajikan makanan terbaik.
Sedangkan ditempat lain saat hari mulai gelap.
Miciko masih tertidur diatas dada bidang Hugo sambil memeluk tubuhnya erat.
Tak berapa lama kemudian miciko terbangun, dia sudah tidak menemukan Hugo disana,saat dia sedang kaget dan bingung dengan kepergian Hugo.
Pandangannya beralih kearah jendela kamar yang disana ada Hugo sedang berdiri sambil menerima selembar kertas dari elang pembawa pesan.
Miciko bangun sambil membelit selimut ketubuhnya,berjalan menuju Hugo.
"Sayang,ada apa?."ucapnya sedikit cemas
"Sambil membalikan badannya kearah miciko dan tersenyum,tidak ada istriku apa kamu lelah."mencium bibirnya dengan lembut
"Aku tidak lelah , suamiku sayang."
"Hugo memeluknya,kalau lelah bilang lelah jangan pernah membohongiku."
"Dengan tangannya yang melingkar dipinggang Hugo,sungguh suami ,aku tidak lelah,aku tidak berani membohongimu."
"Kita kembali kekaisaran tengah sekarang bawa barang yang penting saja sisanya kita beli disana,."dengan mata yang saling menatap
Miciko membalasnya dengan senyuman dan anggukkan kepalanya,dia tidak ingin mencampuri urusan pribadi Hugo karena itu pasti berhubungan dengan nonanya.
Mereka pun bersiap,Hugo keluar lebih dulu untuk memerintahkan pelayan membantu miciko untuk bersiap,Hugo bergegas untuk menemui kepala pelayan.
"Kepala pelayan."
"Ya,saya tuan ."
"Miciko akan ikut bersama ku kekaisaran tengah sekarang, tolong tugas miciko sebelumnya kamu pilih satu wanita bunga yang menurut kamu pantas menggantikan posisinya,dan aku akan tetap memantau tempat ini walaupun nona sedang tidak berada disini lagi."
"Baik tuan,saya bantu persiapkan kereta kuda untuk anda pergi."
"Ya, terimakasih,minta 6 kuda penarik kereta,supaya lebih cepat dan satu kusir."
"Baiklah tuan."
Kepala pelayan sudah mengetahui tentang hubungan keduanya jadi dia tidak terlalu mengurusi urusan pribadi Hugo dan miciko.
Miciko sudah siap dengan barang bawaan yang hanya membawa dua pasang baju ganti miliknya dan juga Hugo,serta membawa barang berharga lainnya ditempatkan dalam satu tempat.
Hugo kembali kekediamannya melihat miciko memakai baju berwarna biru muda sangat cantik.
"Sudah siap?."
Miciko yang mendengar suara pujaan hatinya langsung menengok kearah suara.
"Sudah suamiku."ucapnya sambil menghampiri dan menggelayut manja dilengan gagah Hugo.
Hugo merangkul pinggang rampingnya menuju keluar,semua pasang mata yang berada didalam penginapan bulan itu dibuat kaget dengan perlakuan manis Hugo, banyak dari mereka yang tidak menyangka sekaligus iri.
Hugo meminta miciko untuk naik lebih dulu ,lalu disusul olehnya,miciko mengeluarkan kepalanya dijendela sambil melambaikan tangannya.
Hugo melihat itu hanya tersenyum,memang sudah lama miciko tidak melakukan perjalanan jauh, setelah kereta sudah mulai jalan,miciko kembali memasukan kepalanya dan duduk dengan tenang.
Hugo mengambil tangan miciko dengan tersenyum.
"Ada apa?."
"Sudah lama sekali aku tidak keluar dari penginapan bulan, suamiku?."
"Lalu,apa kamu takut?."
"Ya,sedikit."
Hugo langsung mengeluarkan sebuah plakat besi.
"Ini,bawa ini selalu bersamamu,jangan sampai hilang dan tunjukkan kepada siapapun yang berani mengganggumu."
Miciko melihat sambil membolak balikan plakat besi itu ,ada tulisan bagian tengah,
"Organisasi pengikut bulan,bukankah itu organisasi yang sangat terkenal bahkan satu kekaisaran pun tidak bisa menandinginya."
"Iya kamu benar istriku,kamu tahu dari mana?."
"Banyak tamu yang membicarakan tentang organisasi ini dan mereka sangat terbantu dan ada juga yang rugi karena mereka, lalu yang tidak aku mengerti sayang,apa hubungannya dengan kamu?."
"Aku membantu untuk mengontrol organisasi pengikut bulan itu sayang."
"Hah."wajah miciko berubah seperti babi bodoh karena keterkejutannya.
"Istriku,kenapa sangat terkejut."ucap Hugo sambil mencubit pipi miciko lalu menarik tubuhnya kedalam pelukannya.
"Lalu,kalau kamu masih memiliki tuan dan menjadi orang ke dua ,siapa pemimpin mereka yang asli?."
"Apa kamu tidak bisa menebak,Hem."
"Hah, mungkinkah,nona kikiyo, tidak mungkin,suami,benarkah,apa aku sedang bermimpi nona kikiyo lebih hebat dari pada kamu?."
"Ya, kenyataannya begitu,apa kamu menyesal?."
"Tidak suamiku,aku sangat bangga bisa menjadi istri dari Hugo."ucap miciko sambil tersenyum bangga.
Hugo langsung mencium bibirnya, tidak tahan untuk tidak menggigit mulut yang banyak bicara itu.
Kereta kuda yang mereka tumpangi pun masih terus melaju dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai.
Sedangkan diistana kekaisaran tengah,pesta masih berlanjut semakin malam malah semakin meriah , seluruh rakyat kekaisaran tengah memasang kembang api yang saling bertautan dilangit gelap.
Kikiyo dan Yamato pergi ke halaman depan istana untuk melihat pertunjukan kembang api itu, sedangkan para tamu ada yang ikut melihat dan ada juga yang memilih untuk berjalan-jalan kearah ibu kota,
"Indah sekalikan, istriku."
"Iya suamiku,semoga kebahagiaan kita dan seluruh rakyat kekaisaran tengah ini tidak akan pudar."
"Tentu saja karena mereka memiliki kaisar dan permaisuri seperti kita,apa sudah ada perkembangan dalam kunjungan yang kamu lakukan sayang."
"Belum sayang,kita lihat saja dulu ,mau sampai mana mereka berusaha keras untuk menjatuhkan kepemimpinan kamu."
"Ya, istriku sangat bisa diandalkan, sayangku besok aku akan mengundang beberapa pemimpin dari setiap tempat yang berada dibawah kekaisaran tengah ini, supaya aku bisa mendengar langsung keluh kesah mereka, tidak dari mulut para menteri yang kotor itu."
Kikiyo mengenggam tangan Yamato.
"Senangnya punya suami seorang kaisar yang sangat perduli dengan rakyatnya,."
Yamato seperti tersihir dengan senyuman manis kikiyo,dulu dia mana pernah memikirkan rakyatnya,hah gelang naga dan Phoenix berguna juga.
"Temani terus suamimu ini menjalani tugas."
"Tentu saja,aku akan selalu mendukungmu tapi setiap keputusan harus melewati beberapa pertimbangan dulu,."
"Tentu saja sayang,aku tidak akan seperti Yamato yang dulu,dulu aku menghukum mati pelayan hanya karena hal sepele, semenjak bertemu dengan kamu, tidak begitu lagi sayang."
"Janji."
"Aku berjanji kepada istri cantikku ini."
"Aku mencintaimu suamiku."
"Aku lebih mencintai kamu bahkan melebihi diriku sendiri, permaisuri ku."
Mereka pun berpelukan erat dengan bibir yang bertautan,kejadian itu tak pernah lepas dari pantauan kaisar barat.
Yamato sialan,lihat saja aku akan mengambil kikiyo dari tanganmu.fikir Kaisar barat
Malam telah berlalu, langit yang gelap perlahan berganti dengan matahari yang bersinar,masih malu-malu.
Kikiyo terbangun dari tidurnya,dia ingin bergegas menuju kearah pemandian karena dia merasa tubuhnya sangat lengket, semalam Yamato seperti tidak pernah kenyang.
Sekarang tubuhnya terasa pegal.
Sial, baru dua hari aku menjadi permaisuri tubuhku sudah seperti seorang wanita tua, ais,pegal sekali .fikir kikiyo.
_________________________________________
bersambung
(^∆^)