KIKIYO

KIKIYO
mempersiapkan hantaran



Hugo hanya menganggukkan kepalanya dan pergi menuju kearah pribadinya, sedangkan Momo dan miciko, pergi ketempat mereka masing-masing.


Hugo yang baru sampai didalam ruangan kerjanya,dia sudah mendapatkan surat dari burung elang pembawa pesan tentang wanita yang sedang diinginkan oleh sang kakak ipar, begitu juga dengan surat dari kuza.


Kikiyo sudah memberikan instruksi soal tugas untuk kuza yang diminta untuk memata-matai kekaisaran selatan, kikiyo mendapatkan penglihatan mata batinnya, tentang kaisar selatan berdiri dibelakang seorang pria,dan pria itu adalah menteri pertahanan kekaisaran tengah.


Kikiyo tahu itu karena dia sempat pergi kekediaman pribadi milik keluarga menteri pertahanan kekaisaran tengah saat bertemu dengan Sora, kikiyo melihat lukisan wajah sang menteri disana.


Kikiyo berharap kalau kaisar selatan tidak memiliki hubungan apapun dengan menteri pertahanan kekaisaran tengah,karena kikiyo tahu kalau kaisar selatan orang yang sangat baik.


Kuza mengirimkan elang pembawa pesan kepada Hugo,dengan beberapa informasi kalau memang benar ,apa yang dikatakan oleh sang pemimpin, menteri pertahanan kekaisaran tengah ada dikekaisaran selatan.


Tapi kuza diminta untuk tidak gegabah dalam hal ini, kikiyo sudah memperingati kuza ,


Kuza pun menerima perintah dari sang pemimpin dengan lapang dada,kuza tahu kalau ini yang terbaik.


Satu tahun telah berlalu,miciko sudah lama melahirkan anak pertamanya bersama Hugo yang berjenis kelamin laki-laki,Hugo sangat bahagia, sedangkan Momo juga sedang hamil muda.


Kikiyo dan emi melahirkan dengan waktu yang dekat pula hanya berbeda beberapa hari,lebih dulu emi yang melahirkan barulah kikiyo.


Pesta menyambut putra mahkota kekaisaran tengah pun berlangsung sangat meriah, seluruh pemimpin kekaisaran datang untuk memberikan berkahnya.


Putra mahkota Kiyoshi belum bisa merangkak tapi sudah mendapatkan kemewahan dan ketenaran seperti sekarang ini,tapi disisi kemeriahan pesta, ada seorang jendral yang sudah satu tahun mengejar cinta tapi belum juga membuahkan hasil.


Jenderal imamura sudah tidak memiliki cara lagi untuk mendekati wanita idamannya itu, Suki sangat menjaga jaraknya semenjak mengetahui tentang perasaan sang jendral.


Kikiyo berinisiatif untuk melakukan pertemuan dengan Suki, dengan alasan membawa laporan tentang organisasi yang berada dikekaisaran timur,kini kikiyo sedang menunggu kedatangan Suki dihalaman belakang kediaman permaisuri kekaisaran tengah.


Tak lama,,,


"Salam yang mulia permaisuri."ucap Suki sambil memberikan hormat


Kikiyo masih duduk dengan memegang cangkir teh lalu menyesapnya.


"Suki, duduklah."


Suki pun duduk dengan debarengi oleh beberapa pelayan wanita yang ingin menuangkan teh untuknya.


Setelah Suki duduk dan menyerahkan berkas informasi tentang organisasi kekaisaran timur.


"Bagaimana hubungan kamu dengan jendral imamura,."ucap kikiyo tenang bagaikan air didalam kolam


Puffff,,,,,


Sedangkan Suki yang sedang menikmati secangkir teh pun langsung menyemburkan air yang sudah ada didalam mulutnya.


Astaga, nyonya benar-benar langsung keinti pembahasan.fikir Suki sambil menyeka bibirnya


"Suki belum mau menikah, yang mulia Kaisar."


"Tunangan saja dulu ,baru menikah."ucap kikiyo yang seperti tanpa beban


Astaga,,,


Ucapan kikiyo sudah membuat Suki berubah menjadi batu sekarang.


"Kenapa, yang mulia permaisuri ingin sekali Suki menikah dengan jendral itu."


"Hem, mungkin karena jendral imamura pria yang lembut dan penyayang sedangkan Suki wanita kasar dan pemberontak,itu sangat cocok."


Hah,cocok dari mananya.fikir Suki


Suki langsung berdiri dan memberikan hormat.


"Nyonya,Suki sangat berterimakasih kepada nyonya karena sudah memperdulikan Suki, tapi kalau Suki menikah dengan jendral imamura dan harus tinggal dikekaisaran tengah ini,Suki menolak,Suki masih ingin mengabdi kepada nyonya."


"Apa kamu tidak kasihan dengan orang tua kamu Suki."ucap kikiyo sambil menggigit kue


"Apa maksud nyonya."


"Orang tua kamu sudah tua dan mereka mungkin menginginkan kamu untuk menikah ."


Sekarang Suki terlihat sangat dilema, yang dikatakan oleh kikiyo benar adanya,Suki adalah putri satu-satunya dan Suki juga tidak memiliki saudara lain selain anggota pengikut bulan.


"Suki,aku menganugerahkan kepada kamu untuk menikah dengan jendral imamura, jendral kebanggaan rakyat kekaisaran tengah,dengan begitu hidup kamu akan lebih terjamin."


"Hem,Suki ingin berbicara lebih dulu dengan sang jendral itu, yang mulia permaisuri."


"Tidak perlu dibicarakan lagi,Suki,aku sudah mendengarkan semuanya."ucap pria yang baru memasuki kediaman belakang milik permaisuri


"Hah, imamura,kamu menguping pembicaraan kami, dasar pria tidak,,."


"Aku, sangat mencintaimu Suki."


Dengan masih sedikit terkejut,Suki melepaskan genggaman tangan jendral imamura dari tangannya


"Satu Minggu,jemput aku diperbatasan kekaisaran timur dan tengah dengan pakaian pengantin,kalau tidak,aku akan menghilang sepenuhnya dari hidup kamu." Ucap Suki sambil pergi dari sana, sedangkan jendral imamura hanya tersenyum kecil.


Kikiyo hanya diam masih sibuk dengan tehnya,tak lama Kaisar Yamato memasuki area kebun belakang dengan membawa pangeran Kiyoshi didalam gendongannya.


Saat sudah dekat dengan kikiyo, Yamato langsung menyerahkan pangeran Kiyoshi ke Kikiyo.


"Bagaimana,apa berjalan sesuai rencana?." Ucap Yamato yang sambil duduk disebelah Kikiyo.


"Sukses besar, suamiku."ucap kikiyo sambil tersenyum senang


"Bagus sekali."


Keesokan harinya,Momo datang kekediaman jendral imamura untuk memberikan selamat kepada sang kakak karena sudah berhasil dalam hal asmaranya.


Momo yang sedang dalam keadaan hamil pun terlihat berlari kecil menuju kearah pintu ruangan sang jendral.


Sedangkan jendral imamura yang baru ingin membuka pintu pun sedikit terkejut karena sang adik sedang berlari mendekat kearahnya dengan kondisi tubuh sedang hamil.


"Astaga,Momo,apa kamu lupa kalau kamu sedang hamil hah."


"Maaf kakak,saat mendengar informasi dari suami tentang kamu sudah berhasil dalam mengejar cinta kamu itu,aku merasa sangat senang mendengarnya."


"Ya terimakasih, tapi ingat jangan lakukan hal seperti tadi lagi ya,itu sangat berbahaya."ucap jendral imamura sambil menjentikkan jarinya kedahi Momo


"Au,sakit,iya maaf."ucap Momo sambil mengusap-usap kepalanya


"Dimana suami mu?,dengan siapa kamu kesini?."


"Suami sedang berada diistana bertemu dengan yang mulia Kaisar,aku meminta izin kesini dengan beberapa pelayan dan pengawal bayangan miliknya."


"Hem,baguslah, sekarang kamu banyak waktu luang bukan."


"Tentu saja kak."


"Bantu kakak memilihkan hantaran pernikahan untuk Suki."


"Siap, kakak tenang saja pasti kakak ipar akan sangat menyukainya."


"Baiklah kakak percaya kepada kamu."


Momo pun sangat sibuk memilih hadiah untuk sang calon kakak iparnya itu, dia duduk dilantai sampai bingung karena semua kain bahan dan perhiasan,semuanya bagus-bagus,akh.


Akhirnya dengan sekuat tenaga,Momo dapat memilih yang terbaik dari setiap benda yang ada didepannya itu,Momo sampai lupa kalau hari sudah semakin sore, dia makan sambil menata,sampai tidak sadar kalau sudah ada seseorang dibelakang tubuhnya.


"Istri,apa tidak dingin duduk dibawah seperti ini."ucap seseorang itu dengan suara beratnya


Hah,,,


Momo agak terkejut,dan dia mengenali suara itu dimana pun.


"Suami,Hem."Momo pun langsung bergegas berdiri dan dia menyadari kesalahannya lalu langsung bergegas memeluk tubuh Hugo dengan sangat erat.


"Duduk dilantai,makan juga tidak teratur,apa istri sudah lupa kalau sedang hamil, Hem."ucap Hugo sambil membalas pelukan sang istri


"Istri salah,suami,maaf."


"Apa sudah selesai membantu kakak?."


Momo pun mengarahkan pandangannya keatas untuk melihat tatapan mata sang suami.


"Sedikit lagi,suami."


"Hem,duduk lah dikursi,aku akan meminta pelayan untuk membawakan makanan, perintahkan mereka dari tempat duduk saja, mengerti."


Momo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti,dengan patuh Momo duduk diatas kursi dan Hugo duduk disebelahnya, makanan disajikan diatas meja oleh pelayan, Momo sangat lahap memakannya dan tidak lupa juga dia meminum ramuan penguat kandungan.


Hugo pun juga ikut menyantap makanan terkadang Momo menyuapi suaminya itu.


____________


bersambung


(^∆^)