KIKIYO

KIKIYO
pergi sendirian



Setiap ucapan Hugo tidak lepas dari pengamatan Momo adik dari jendral imamura yang masih melihat dan membaur dengan orang yang sedang melihat insiden ini.


Astaga ,tuan Hugo ini,fikir Momo yang sangat terpana dengan apa yang dilakukan oleh Hugo yang sedang membela istrinya itu.


"Apa pangkat kamu dikekaisaran tengah ini."ucap sang menteri keuangan kekaisaran tengah karena merasa tidak ingin kalah dari orang biasa seperti Hugo


"Saya hanya pengawal pribadi biasa,tuan menteri."


"Hah,hanya pengawal pribadi saja sudah berlagak kamu,siapa tuanmu itu saya akan adukan kamu dengannya."


Menteri itu hanya menatap kearah Hugo dengan tatapan sinis dan meremehkan saja.


"Saya pengawal pribadi yang mulia permaisuri kekaisaran tengah,kalau anda ingin bertemu dengannya harus meminta izin kepada yang mulia Kaisar tengah lebih dulu."


Menteri keuangan kekaisaran tengah langsung terkejut,dia tidak menduga kalau pria yang didepannya ini adalah pengawal pribadi permaisuri yang terkenal dengan sebutan Dewi bulan dari rumah bordil.


Bukan hanya Muso,semenjak nama Hugo muncul seluruh orang dikekaisaran tengah ini sudah banyak mendengar rumor yang beredar diluar bahwa permaisuri kekaisaran tengah ini memiliki pengawal pribadi lebih mendominasi dari pengawal pribadi milik sang kaisar.


Menteri itu pun langsung berwajah merah karena malu,merasa sudah dijebak oleh putrinya sendiri.


Dia langsung meminta maaf kepada Hugo untuk putrinya,Hugo pun meminta sang menteri untuk menghukum putrinya dengan satu kali tamparan keras diwajah,baru dia akan memaafkannya.


Sedangkan Mora sudah menangis didepan ayahnya,dia meminta sang ayah untuk tidak melakukan apa yang Hugo perintahkan,tapi sang menteri keuangan kekaisaran tengah tetap menampar pipi putrinya itu sampai tersungkur ketanah,


Dia tidak mau berurusan dengan yang mulia permaisuri kekaisaran tengah ini, itu akan bisa berdampak buruk untuk jabatannya, dia lebih memilih untuk mengorbankan satu putri tidak berguna dari pada kehilangan semuanya.


Sedangkan Momo sangat antusias sekali, dia tidak berhenti melihat Hugo sampai Hugo dan miciko kembali menaiki kuda mereka untuk pergi.


Sedangkan ditempat lain, kikiyo sekarang sedang berada disebuah rumah bordil didekat perbatasan antara kekaisaran tengah dan utara.


Dia sengaja tidak mengajak siapapun termasuk Yamato karena dia lebih leluasa melakukannya sendiri ,dia juga memang sengaja tidak memberikan pekerjaan untuk Hugo saat ini karena banyak hal yang menjadi pertimbangannya.


Kikiyo sekarang sedang memakai penutup kepalanya seperti dulu,dia masuk kerumah bordil itu lalu memesan meja dan juga ruangan pribadi.


Sesaat dia sudah berada didalam ruangan, tak lama datang seorang pelayan wanita.


"Silahkan dinikmati hidangannya nona."


"Terimakasih,nona cantik ,apa aku bisa bertanya kepada kamu?."ucap kikiyo


"Tentu saja nona,tapi bolehkah aku bertanya juga?."


"Tentu saja,baik siapa yang akan bertanya lebih dulu,aku atau kamu."


"Biarkan saya dulu nona,apa boleh?."


"Ya, katakan."


"Untuk keperluan apa nona berada disini?."


"Aku kesini hanya untuk mencari inspirasi, aku ingin mencari dua orang wanita, mereka kembar dan aku memiliki beberapa bisnis kecil untuk mereka."


"Ah,nona,saya kira nona sedang menunggu kedatangan seorang pria, ternyata, untuk hal itu apa nona memiliki lukisan wajahnya?."


"Ah,itu yang aku tidak punya nona, yang aku tahu wanita itu bisa membantu aku untuk menghabisi nyawa seseorang."


Pelayan itu memasang ekspresi wajah datar.


Kikiyo tertegun sejenak di balik tirai tipis penutup kepalanya,kalau pelayan ini sepertinya mengetahui sesuatu tentang orang yang sedang kikiyo cari.


"Aku tidak kenal dengan wanita yang nona maksud,hanya saja,,, sepertinya pemilik rumah bordil ini mengetahui tentang mereka,apa nona mau bertemu dengannya."


"Tentu saja."


"Tunggu sebentar,aku akan meminta izin terlebih dahulu baru membawa nona keruangannya."


"Aku akan menunggu dengan sabar."


Pria itu menatap kearah kikiyo dengan wajah biasa saja, padahal dia sedang menutupi akan ketertarikannya terhadap wanita ini,dulu dia juga pernah mendengar tentang rumor Dewi bulan dari kekaisaran barat, wanita yang memakai sebuah penutup kepala.


Tak disangka, sekarang ciri-ciri wanita seperti itu sedang memasuki rumah bordil miliknya, apakah dia secantik rumor yang beredar diluar sana,fikir pria itu sekarang.


Kikiyo mempersilakan mereka masuk,tapi pelayan tadi hanya menunjukkan jalan saja ke tuannya,lalu dia bergegas pergi keluar dari ruangan itu.


Kini hanya ada kikiyo dan pria itu didalam,


"Siapa nama kamu nona?."


"Kikiyo,nama mu?."


"Nama saya tuan Zizou,pemilik rumah bordil ini,aku dengar dari pelayan,kalau kamu ingin mencari informasi tentang wanita kembar pembunuh bayaran?."


"Iya,tuan Zizou,apa kamu tahu tentang mereka."


"Tentu saja nona,tapi tentu saja dengan syarat pastinya."


"Apa syaratnya?."


"Tapi sebelumnya aku ingin melihat wajah kamu lebih dulu nona,hanya ingin memastikan sesuatu."


"Baiklah."ucap kikiyo sambil membuka penutup kepalanya.


Zizou melihat dengan sedikit terkejut sambil menelan air liurnya kasar,


Wanita ini sangat-sangat cantik,aku menginginkan dia.fikir Zizou.


"Bagaimana kalau sekarang kita membuat sebuah kesepakatan."


Kikiyo hanya tertawa kecil saat mendengar ucapan dari mulut Zizou, sedangkan Zizou melihat dengan sedikit bingung,kenapa kikiyo tidak menjawab tetapi hanya tertawa kecil.


"Tuan Zizou sangat tidak berbasa-basi rupanya,aku sangat menyukai sifat seperti itu."


Zizou sangat senang, sepertinya kikiyo sangat mengerti apa yang dia maksud.


"Jadi apakah kita sepakat?."ucap Zizou sangat percaya diri.


"Hem, tentu saja tidak."ucap kikiyo sambil tersenyum dan melanjutkan aktivitas meminum tehnya.


Wajah Zizou berubah merah karena menahan amarah dan nafsunya sendiri, Zizou baru saja ingin bangun dari duduknya tapi tidak bisa,dia sangat kaget dengan keadaan tubuhnya yang seperti ini.


"Apa yang kamu lakukan kepada ku?."ucap Zizou sambil menatap kearah kikiyo sambil melotot.


Kikiyo hanya tersenyum tipis,dia menghentikan aktivitasnya lalu menatap tajam kearah Zizou.


"Aku hanya menaburkan serbuk racun pelumpuh otot disekitar ruangan ini dan efeknya akan terlihat saat sudah berada disini lebih dari lima menit,ini racun yang sangat khusus tentu saja,dia tidak memiliki bau sama sekali jadi, nikmati saja."ucap kikiyo dengan santai sambil melanjutkan aktivitas meminum tehnya.


"Siapa kamu sebenarnya?."


"Aku bukan siapa-siapa,jadi sekarang kamu tidak diperbolehkan untuk bertanya,hanya aku yang boleh bertanya."ucap kikiyo sambil menarik pedang miliknya dan mengarahkan ujung pedangnya itu kearah tangan Zizou yang tertutup baju yang sedang pria itu kenakan.


Kikiyo menggores kecil menggunakan pedangnya yang sudah dilumuri racun.


"Kamu ahli racun rupanya."ucap Zizou dengan wajah terkejut


"Tentu saja,membuat racun lebih mudah dari pada membuat penawarnya, jadi kamu hanya aku beri waktu tidak lama,Hem mungkin hanya tiga puluh menit,jadi jangan membuang waktu dengan sia-sia, aku ingin informasi dan kamu pasti sudah mengetahuinya jadi tinggal kamu jawab saja."ucap kikiyo dengan wajah datar.


___________________________


bersambung


(^∆^)