KIKIYO

KIKIYO
melakukannya



Yamato yang melihat kikiyo berendam tubuhnya tidak memakai satu helai benang pun sekarang memiliki wajah berubah merah,dia langsung memeluknya erat dan menciuminya.


Kikiyo tanpa sadar mengikuti permainan mulut Yamato,mengalungkan kedua tangannya dileher Yamato.


Yamato memperdalam ciumannya, memegang wajah kikiyo dengan lembut, tubuh mereka berdua sangat dekat, sampai-sampai buah pir milik kikiyo menempel didada bidang milik Yamato.


Membuat Yamato bisa merasakan betapa lembut dan kenyal buah itu, sesaat Yamato menghentikan ciumannya.


"Sayang,apakah aku boleh."


"Ya,aku juga menginginkannya."


Yamato mengulumnya kembali bibir merah itu,menggendongnya kearah pembaringan.


"Akh,"


Terdengar suara ambigu dari mulut kikiyo yang membuat Yamato semakin bersemangat untuk membuat kikiyo lebih menjerit lagi.


Kamar kikiyo sekarang penuh dengan aroma bunga musim semi yang sangat segar dari kedua orang yang sedang menyatu bagai tumbuhan merambat.


Mereka saling memberikan kenikmatan dan menikmati secara bersamaan,tanpa mereka sadari gelang naga dan Phoenix yang mereka pakai bersinar terang,seakan mereka sudah direstui langit untuk menjadi suami istri.


Setelah selesai membelit satu sama lain, sesaat mereka istirahat sejenak, setelah merasa cukup,mereka melakukannya lagi lebih lama dari yang pertama,lebih lama dari yang kedua,bahkan bisa lebih lama dari yang ke tiga.


Yamato seperti tidak pernah kenyang, dia selalu meminta lagi dan lagi, kikiyo sangat lelah tapi fikirkan dan tubuhnya memiliki reaksi berbeda, fikirannya meminta berhenti tetapi tubuhnya meminta terus bahkan memohon untuk dipompa lebih cepat.


Sebelum matahari bersinar, Yamato tumbang itu berarti permainan selesai, sebelum tidur Yamato menciumi wajah kikiyo dengan lembut dan penuh cinta.


Dia merasa selama dua puluh tahun hidupnya tidak pernah sebahagia ini.


"Aku sangat mencintaimu kikiyo, jangan pernah berfikir untuk pergi dariku."


Sedangkan kikiyo sudah tidak punya tenaga untuk berbicara, sudah sangat lelah sampai membuatnya langsung tertidur.


Ditempat lain,didalam hutan Muso dan Hugo masih bekerjasama untuk menangkap orang yang sudah ingin mencoba membunuh calon permaisuri kekaisaran tengah.


"Sial."geram Hugo


"Padahal tinggal sedikit lagi."ucap Muso


"Apa yang akan aku katakan kepada yang mulia permaisuri kalau seperti ini,akh."


"Hayo kita pulang saja,mungkin sekarang yang mulia Kaisar tengah sudah berada di istana bersama permaisuri."


"Hem, baiklah."


Mereka berdua pun pergi menuju kearah ibu kota kekaisaran tengah,


Sedangkan dipenginapan bulan, kaisar selatan tengah bersedih hati sambil mabuk, karena kikiyo pergi tanpa berpamitan,bahkan semua orang yang ada didalam penginapan itu tidak ada yang tahu tentang keberadaannya.


Semenjak pesta ulang tahun dirinya itu, kaisar selatan sangat frustasi karena kikiyo telah menerima pinangan dari pria lain.


"Kenapa bukan aku pria yang beruntung bisa memiliki kamu kikiyo, kenapa."ucap kaisar sambil meracau tidak jelas.


Sedangkan ditempat yang lainnya,ada dua wanita yang berbeda usia sedang mendiskusikan tentang rencana balas dendam kepada calon permaisuri.


Mereka sudah sampai disebuah rumah gubuk tapi saat masuk kedalam ternyata banyak kemewahan yang ada didalam.


"Paman,bibi apa kabar."ucapnya sambil masuk kedalam rumah gubuk itu


"Eh, ternyata aku kedatangan keponakan cantik ku."


"Iya tentu saja,anakku ,Sora adalah yang paling cantik dikekaisaran tengah ini."


"Ibu jangan membuatku malu dihadapan paman dan bibi walaupun seluruh rakyat kekaisaran tengah sudah mengetahuinya." Ucap Sora


"Ada perlu apa kedatangan kalian hari ini."


"Rencana yang dibuat oleh putriku gagal, kami datang kesini untuk meminta bantuan."


"Ya ku dengar kaisar sombong itu sudah kembali keistananya,kapan kakak ipar akan melakukan kudeta itu."


"Suamiku sedang menunggu para jenderal pulang, pasti rencana itu akan dibicarakan lagi mengingat rencana untuk membunuh kaisar ditenda barak militer gagal."


"Siapa yang sudah berhasil menyembuhkan kaisar keparat itu."


"Tidak ada informasi tentang itu karena Muso pengawal pribadi kaisar ,dia selalu menjaga tendanya."


"Muso itu memang tidak bisa dianggap enteng, keyakinan dan kesetiaannya tidak diragukan lagi,bahkan memiliki sifat sama dinginnya dengan tuannya itu."


"Jadi apa yang akan kita lakukan ibunda,."


"Yang sekarang aku fikirkan kakak,kita untuk saat ini jangan gegabah dulu,karena nanti pasti akan menimbulkan kecurigaan."


"Ya bibi benar ibunda."ucap Sora


"Oh,ya Sora ,plakat yang bibi pinjamkan ke kamu mana kembalikan nanti pamanmu mencarinya."


"Ah, begini bibi plakat itu tertinggal dirumah,iya aku lupa."


"Baiklah,tapi cepat kembalikan,kalau tidak nanti bibi yang terkena amukan pamanmu."


Aduh,mau dicari kemana,fikir Sora


"Ibunda hari sudah mulai siang sebaiknya kita pulang sebelum ayahanda mencari kita."


"Iya kamu benar putriku,baiklah adik,kami pamit dulu."


"Iya kakak,kalian hati-hati dijalan."


Mereka pun mengakhiri diskusi untuk saat ini dan kembali pulang kekediaman Mentri pertahanan kekaisaran.


Sinar matahari sudah mulai terik , kikiyo mulai membuka matanya,tangan kekar Yamato melingkar dipinggang ramping miliknya.


Kikiyo melihat kearah wajah Yamato yang masih tertidur pulas, kikiyo mencoba untuk membangunkan tubuhnya untuk duduk dengan posisi tangan memegang selimut untuk menutupi buah pir nya.


Yamato yang merasakan ada gerakan kikiyo, dia juga ikut membuka matanya,lalu dia juga merubah posisi menjadi ikut duduk dibelakang kikiyo sambil memeluknya.


"Sayang."ucap Yamato sambil mencium pipi kikiyo


"Ya."


Yamato menciumi dahi serta rambut kikiyo.


"Kita akan menikah besok,jadi kamu harus siap untuk menjadi permaisuri kaisar ini."


"Ya."


Setelah mendengar jawaban dari kikiyo, Yamato tersenyum senang.


"Hari ini aku akan mengadakan pesta, bagaimana menurut kamu sayang."


"Iya."


"Kenapa sayang,apa ada masalah?."


"Aku ingin membersihkan diri tapi kaki ku sangat lemas."


"Hem,kalau begitu aku gendong saja,ya."


Kikiyo hanya menganggukan kepalanya tanda setuju dengan usul dari Yamato.


Yamato berdiri disamping tempat tidur dan meraih pinggang kikiyo untuk dipeluk supaya tidak terjatuh saat dia akan menggendongnya,


Saat tubuh kikiyo sudah dalam dekapan gendongan,Yamato tak sengaja melihat tanda kepemilikan dari tubuh kikiyo,kalau hanya Yamato seorang yang pernah menyentuh dirinya.


Setelah sampai dipemandian Yamato langsung melangkah masuk kedalam kolam air ,


"Kenapa kamu malah ikut masuk juga."


"Aku akan membantu kamu sampai selesai sayangku."


"Pembohong."


"Aku bersungguh-sungguh."


"Aku tidak percaya,sana nanti kita gantian saja atau kamu kembali kekediaman kamu sendiri."


"Aku sudah berencana pindah kesini jadi mulai tadi malam, ini menjadi kediamanku juga,kita akan menghabiskan waktu ditempat ini mulai sekarang."


"Tapi kamu kaisar,kamu harus tinggal di kediaman naga."


"Karena aku kaisar jadi aku berhak memutuskan semua yang ada dalam hidupku jadi kamu tenang saja sayang."


"Astaga."


Setelah beberapa lama didalam bak pemandian.


"Sayang,Hem sang naga mau masuk kedalam lubangnya lagi."


Kikiyo langsung menatap sinis kearah Yamato.


"Dasar pembohong."


"Sekali lagi saja sayang."


"Tidak."


Akh


Kikiyo teriak mendesah saat Yamato memasukan kembali bagian tubuhnya itu, kikiyo yang tidak siap sekarang hanya bisa pasrah untuk mengimbangi permainan Yamato.


Tubuhnya sudah berkhianat.


______________________________________________


bersambung


(^∆^)