
Setelah hari itu berakhir, kikiyo, Yamato, Muso dan Hugo pergi kekediaman pribadi milik permaisuri, disana sudah ada miciko, Momo dan emi.
Dari jauh,miciko sudah melihat Hugo ,dia langsung berlari kearah sang suami, Hugo pun dengan sigap langsung menangkap tubuhnya karena miciko sedang hamil besar.
Miciko pun langsung menangis tersedu-sedu didalam pelukan Hugo.
"Kamu kenapa mesti berlari, nanti kalau terjatuh bagaimana?,kamu akan membahayakan anak yang masih didalam perut ini."ucap Hugo dengan perasaan yang sangat khawatir
Miciko masih menangis,dia tidak sanggup untuk menjawab ucapan dari mulut Hugo,Sedangkan Momo hanya berdiri mematung saat melihat hal itu.
Hugo yang menatap kearah Momo pun mengulurkan tangannya kearah Momo , setelah melihat uluran tangan dari Hugo, Momo pun langsung bergegas pergi mendekat kearah Hugo ,Momo memeluk tubuh Hugo juga.
"Suami,aku dan kakak miciko sangat mengkhawatirkan dirimu."ucap Momo dengan suara lembut
"Aku juga mengkhawatirkan keselamatan kalian disana,mulai sekarang hingga nanti, kita semua akan melanjutkan hidup dengan tenang dikediaman pribadi milik kita sendiri.
Miciko pun berbicara sambil menahan tangisnya.
"Maksud suami?,kita sudah memiliki kediaman keluarga sendiri?."ucap miciko yang masih sesegukan.
"Iya, kemungkinan satu Minggu lagi kediaman keluarga kita akan segera selesai."ucap hugo sambil menambah erat pelukannya.
Sedangkan Muso langsung memeluk tubuh emi dengan sangat erat.
"Suami,tenanglah aku tidak bisa bernafas, kasihan anak yang sekarang sedang aku kandung ini."ucap emi yang buru-buru ingin lepas dari pelukan sang suami
Muso sangat terkejut mendengar ucapan dari mulut sang istri.
"Hah,maaf sayang aku lupa."ucap Muso sambil mengelus perut yang masih rata itu
"Suami,aku sangat bersyukur karena kamu selamat."ucap emi sambil berusaha untuk tidak menangis
"Tentu saja sayangku,aku akan berusaha untuk memenangkan peperangan ini untuk kamu dan anak kita."ucap Muso
"Aku pernah berfikir kalau kita tidak akan bisa bertemu kembali,aku sangat takut kamu,,,."Ucap emi dengan suara lirih
Muso langsung memotong ucapan dari mulut sang istri.
"Tidak akan, bagaimana pun caranya,aku akan kembali dan kita akan bersama."
Emi pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Iya, suamiku."
Sedangkan kikiyo hanya tersenyum kecil melihat kearah sang suami,
"Biarkan mereka saja, untuk hari ini,mereka bebas dari pekerjaan,dan kita sebaiknya pergi ketempat lain, suamiku."ucap kikiyo dengan nada suara lembut
"Iya,apa lagi kalau tempat lain yang kamu maksudkan itu adalah ranjang hangat kita sayang,aku tidak akan menolaknya."ucap Yamato sambil mencium bibir kikiyo
Sesampainya mereka didalam kamar, Yamato mendudukkan tubuh kikiyo diatas tempat tidur.
"Sayang."ucap kikiyo
"Iya sayang ku."ucap Yamato sambil meraba wajah kikiyo
"Aku,,."
"Ya?."
"Aku hamil."ucap kikiyo dengan nada suara lembut
,,,,,
Suasana menjadi hening, Yamato hanya diam mematung,membuat kikiyo menjadi gelisah.
"Bukankah kamu menginginkannya?."ucap kikiyo dengan tatapan menyelidik kearah Yamato
Sedangkan Yamato baru tersadar dari keterkejutannya.
"Aku hanya tidak ingin membuat kamu khawatir,apa lagi kita sedang dalam perjalanan jauh jadi aku lebih memilih diam." Ucap kikiyo sambil tersenyum senang
"Aku sangat mencintaimu, mulai sekarang kamu tidak boleh terlalu lelah oke, karena sekarang ada Yamato kecil disini." Ucap Yamato dengan suara mantap
"Dari mana kamu bisa yakin kalau anak ini akan lahir seorang pria, padahal kamu baru saja mengetahuinya."ucap kikiyo dengan tatapan menyelidik
"Karena kamu sangat berani saat menghadapi semua yang berada didepan kamu , setiap masalah,kamu bisa menyelesaikannya."ucap Yamato
Kikiyo hanya tertawa lepas mendengar ucapan dari mulut sang suami.
"Suamiku sayang,kamu pasti hanya mengarang cerita bukan, hahaha."
"Ya, baiklah,memang aku sangat buruk dalam hal ini,Ais,aku sangat ingin memakan kamu sekarang sayaaaang."
"Baiklah,tapi pelan-pelan saja oke."
"Tentu saja, sayangku."
Tak terasa satu Minggu sudah berlalu,
Ibu kota kekaisaran tengah sudah kembali seperti semula,ada beberapa tempat yang agak berbeda,
Kikiyo dan Yamato sekarang sedang berada didalam aula pertemuan bersama para menteri yang masih mendukungnya,juga sudah ada Hugo dan Muso .
Stempel kekaisaran tengah juga sudah kembali kepemilik aslinya yaitu kaisar tengah.
Yamato pun berdiri dari duduknya untuk memulai kepemimpinan yang Yamato sendiri merasakan seperti era baru untuk kekaisaran tengah,
"Salam sejahtera semua untuk setiap orang yang hadir didalam pertemuan kali ini,aku kaisar Yamato bersama dengan permaisuri kekaisaran tengah, istriku kikiyo yang ternyata adalah seorang pemimpin dari organisasi pengikut bulan,telah menyelamatkan kekaisaran tengah ini dari serangan kudeta yang dilakukan oleh jendral izigami dan menteri pertahanan kekaisaran tengah, kaisar ini tidak menuduh mereka tanpa bukti."ucap Yamato sambil meminta seorang Kasim untuk menunjukkan bukti tentang pengkhianatan mereka berdua
Membuat semua menteri yang menghadiri rapat tersebut menjadi sangat terkejut, bahkan menteri sastra kekaisaran tengah pun sudah tahu siapa dalang dibalik pembunuhan dikediaman pribadi miliknya.
Sedangkan Mentri keuangan kekaisaran tengah sedang sangat berkeringat dingin, dia sangat takut karena telah banyak waktu yang dia lalui dengan menteri pertahanan kekaisaran tengah.
Menteri keuangan kekaisaran tengah pun langsung bergegas menuju kearah depan dan langsung bersujud.
"Yang mulia Kaisar, maafkan hamba, hamba tidak ada hubungannya dengan menteri pertahanan kekaisaran tengah dan kudeta ini,hamba tidak mengetahuinya."ucap Menteri keuangan kekaisaran tengah dengan suara memohon
"Berdirilah menteri,hari ini dan seterusnya kita akan menjadikan kekaisaran tengah ini semakin makmur,aku tidak mau memulainya dengan prasangka buruk,aku kaisar Yamato mengampuni kalian semua yang merasa memiliki salah kepada kekaisaran tengah ini, tapi kalau dimasa depan,masih ada orang seperti jendral izigami dan menteri pertahanan kekaisaran tengah, aku kaisar Yamato akan langsung mengeksekusi mati semua keluarganya."
Saat mendengarkan ucapan dari mulut Yamato, para menteri pun langsung bergidik ngeri.
Lalu Yamato mulai melakukan pengangkatan Hugo sebagai tim penasihat kekaisaran tengah , masuknya Hugo kedalam tim penasihat kekaisaran tengah sangat menguntungkan bagi Yamato dan kikiyo, karena Hugo bisa dapat memantau pergerakan dari seluruh bawahan milik Yamato kaisar kekaisaran tengah.
Sedangkan Muso ,masih menjadi pengawal pribadi Yamato,tapi Muso tidak merasa keberatan,selama itu tuannya sendiri yang memintanya untuk tetap setia terus berada disamping Yamato.
Kikiyo pun juga tidak mempermasalahkan keputusan suaminya itu,
Kini kediaman keluarga menteri pertahanan kekaisaran tengah sudah dirombak total, dan sekarang menjadi bangunan baru dengan papan nama penasihat kekaisaran tengah,
Hugo membawa kedua istrinya untuk masuk kedalam,
"Miciko, momo."
"Ya,suami."ucap mereka berdua serempak
"Ditengah ini adalah ruangan aula pertemuan dan dibelakangnya ruangan pribadi milik aku, untuk miciko,kediaman kamu ada di samping kanan aula, sedangkan untuk Momo ada disamping kiri aula, dari depan sampai belakang sana itu daerah kekuasaan kalian,terserah kalian mau menambahkan apa dibelakang sana, sudah paham,aku mau keruang kerja dulu masih ada beberapa hal yang harus aku lakukan." Ucap Hugo sambil mencium kening miciko dan Momo secara bergantian
"Iya,suami."ucap mereka berdua serempak.
_________________
bersambung
(^∆^)