KIKIYO

KIKIYO
kaisar timur



Yamato langsung menutup pintu kamar,dan langsung membawa sang istri keatas tempat tidur,lalu mereka melakukan olahraga malam bersama sampai matahari mulai terbit.


Keesokan harinya kikiyo mulai membuka matanya perlahan,dia tertidur pulas diatas tubuh bidang Yamato, kikiyo ingin bangkit tetapi Yamato menahannya dan memeluknya erat.


"Istriku."


"Ya suamiku."


"Kapan kamu akan berhenti meminumnya?."


Kikiyo tertegun sejenak.


"Meminum apa?."


"Aku sudah tahu kalau kamu semenjak menikah meminum ramuan penunda kehamilan,kapan kamu akan berhenti meminumnya?."


"Belum saatnya aku berhenti meminum ramuan itu sekarang."


"Kenapa?, apa kamu masih marah kepadaku sayang?."ucap Yamato sambil bangun dari tidurnya dan duduk disamping kikiyo sambil mencium bibirnya


"Bukan seperti itu suamiku,aku sangat mencintaimu tapi untuk bisa hamil ditengah krisis ini,itu hal yang tidak memungkinkan, aku takut jika ada kehidupan diperut ini sekarang,aku akan membawa bayi tidak berdosa untuk perang yang akan kita hadapi,aku tidak ingin menyusahkan bayi ku, bayi kita,aku akan berhenti meminumnya saat kekaisaran tengah sudah stabil oke."


"Baiklah sayang,asal kamu terus bersamaku mendukung ku,aku akan mendengarkan semua ucapan kamu, sayang,Hem apa kamu tidak penasaran dari mana aku bisa mengetahuinya."ucap Yamato dengan tatapan menyelidik


"Kamu tahu saat kamu mengintip pembicaraan aku,Hugo dan miciko dikebun belakang kediaman permaisuri,bukan."


"Huh, padahal aku sudah bersembunyi sangat bagus waktu itu,ya kamu benar sayang,aku melihat kantung ramuan yang kamu berikan kepada Hugo sama persis dengan apa yang kamu minum setiap hari."


"Ternyata suamiku memiliki mata yang sangat teliti, sepertinya aku harus lebih waspada dimasa depan."


"Itu hal sepele sayang,aku bahkan belum tahu apa rahasia terbesar kamu bersama Hugo dan juga Tora,kenapa aku belum dikasih tahu juga,aku sangat penasaran sayang."


"Hari ini kamu akan tahu suami ku."


"Benarkah?,."


Yamato dan kikiyo pun langsung berciuman sambil saling membelit kembali, hasrat ini tidak mudah padam,tubuh kikiyo bagaikan vitamin penambah tenaga untuk Yamato.


Sedangkan diruang tamu rumah itu sudah berkumpul Hugo,Muso, Tora dan Hima,


Hugo sedang sibuk membalas surat dari Momo sang istri karena hanya Momo yang belum mengetahui identitas aslinya.


Sedangkan Muso juga sedang mengirim pesan balasan kepada anak buahnya yang masih memantau pergerakan Fuji.


Tora dan Hima hanya duduk berdampingan dengan rasa canggung yang sedang Hima rasakan,Hugo membaca kembali surat dari Momo.


"Suamiku,apa kamu baik-baik saja,aku bermimpi kamu terluka, tolong balas surat ini supaya aku merasa lebih tenang,aku mencintaimu suamiku."


Surat balasan dari Hugo.


"Aku baik-baik saja, berkunjunglah keistana untuk menemani miciko selama aku pergi, berbaik-baiklah kalian berdua,aku juga mencintaimu."


Beberapa waktu kemudian,Ditempat lain disebuah kediaman jendral imamura,Momo sedang menerima surat balasan dari sang suami,Momo sangat bahagia dan dia langsung bergegas pergi menuju istana kekaisaran tengah untuk bertemu dengan miciko.


Ditempat lain Hugo sudah mempersiapkan kereta kuda yang dipesan oleh kikiyo, sedangkan Yamato dan kikiyo masih berada didalam kamar saling berpandangan karena kikiyo sedang membantu sang suami memakai baju.


"Istriku,aku sangat mencintaimu."


"Aku tahu."


"Lalu."


"Apa."


"Untuk apa aku ucapkan,kalau sekarang saja kamu sudah mengambil semuanya, sudah memiliki semua yang aku miliki didalam hidup ini."


Yamato langsung mencium bibir kikiyo dengan lembut,


"Terimakasih atas cinta kamu ke suami ini yang masih banyak memiliki kekurangan seperti ini, sayangku."ucap Yamato sambil menciumi kedua punggung tangan kikiyo secara bergantian


Setelah selesai tidak lupa mereka memakai penutup kepala masing-masing,mereka keluar kamar,berjalan bergandengan tangan dengan senyuman manisnya.


Sesampainya mereka diruang tamu,Hugo, Muso, Tora dan Hima langsung memberikan hormat kepada kikiyo dan Yamato.


"Salam, yang mulia Kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah."ucap mereka semua serempak.


"Salam diterima, hari ini kita akan kembali kekaisaran tengah,,,."


Sebelum Yamato melanjutkan ucapannya, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar,Hugo dan Muso bergegas pergi menuju depan Yamato dan kikiyo, sedangkan Tora yang membuka pintu sedangkan Hima berada ditengah-tengah mereka.


Kikiyo sudah mengeluarkan pisau kecilnya begitu pula dengan Yamato yang mengeluarkan pedangnya sambil menutup sebagian wajahnya ,mereka semua sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk.


Saat pintu terbuka ada seorang pria bertubuh tinggi dan tegap sedang berdiri didepan pintu, ternyata dia adalah kaisar timur.


Saat pintu terbuka kaisar timur dapat melihat dengan jelas wajah waspada yang berada didalam rumah itu,


"Salam yang mulia permaisuri kekaisaran tengah,apa kabar ."ucap kaisar timur sambil berjalan masuk kedalam rumah


Kikiyo melihat kearah sang suaminya, Yamato mengerti arti lirikan mata itu, Yamato hanya menganggukkan kepalanya.


"Salam juga yang mulia Kaisar timur , sepertinya kaisar sedang tidak sibuk,karena mau mampir kegubuk kecil seperti ini."


"Ah, tidak juga, walaupun aku sibuk tentunya aku akan meninggalkan semua pekerjaan hanya untuk bisa menemui yang mulia permaisuri kekaisaran tengah."ucap kaisar timur dengan nada suara manja


Yamato sudah berwajah gelap sekarang saat mendengar ucapan dari mulut kaisar timur, tapi bagaimana pun dia saat ini sedang menyamar sebagai pengawal pribadi permaisuri kekaisaran tengah,jadi jangan sampai hal ini tersebar kalau sang kaisar sedang tidak berada di istananya.


"Untuk apa yang mulia Kaisar timur datang kesini?."


"Alasan pertama sebenarnya hanya satu, aku ingin sekali menemui kamu dan ingin mengobrol dengan mu,hanya berdua."ucap kaisar timur sambil melihat kearah sekeliling ruangan


Kaisar timur adalah seseorang yang sombong, dia hanya perduli dengan sesuatu yang menurutnya menarik, seperti kikiyo ini tentunya.


"Sepertinya kaisar timur sangat suka dengan pembicaraan yang langsung pada intinya."


"Ya,aku mendengar kalau sang Dewi bulan tidak suka bertele-tele,jadi aku akan berbicara kepada intinya saja, apakah bisa kita berbicara berdua saja."


"Kamu,,,."ucapan Muso yang terpotong.


Yamato menghentikan ucapan Muso karena dia tidak mau penyamarannya terbongkar, Muso seketika diam saat mendapat lirikan mata dari Yamato.


Yamato pun sebenarnya sangat geram mendengar sang istri masih disebut dengan nama Dewi bulan,itu berarti dengan sengaja kaisar timur merendahkannya.


Kikiyo masih memegang tangan sang suami supaya Yamato masih tetap dalam posisinya sekarang kalau tidak dipegang, Yamato sudah pasti langsung menyerang kaisar timur dengan brutal karena sudah berani menghina pujaan hatinya.


"Katakan disini saja apa yang mau yang mulia kaisar timur katakan,karena aku dan rombongan,akan pergi hari ini juga."


"Aku hanya ingin bertanya,berita kepergian kamu dari kekaisaran tengah karena kamu sudah dicampakkan oleh kaisar tengah, bukan begitu,kalau begitu maukah kamu menjadi salah satu dari selir ku saja,Dewi bulan?."


________________________________


bersambung


(^∆^)