KIKIYO

KIKIYO
Yamato terluka



Sedangkan ditempat lain kikiyo sedang memainkan alat musik tiup digazebonya, semua tamu yang datang menyaksikan sang Dewi bulan dengan tatapan kagum.


Sekarang banyak dari mereka yang takut untuk mengusik bahkan berfikir untuk menggodanya pun mereka tidak berani karena walaupun Yamato tidak ada disini tetapi bayang-bayang sang kaisar tengah yang kejam itu masih seperti ada dibelakangnya sekarang sedang menikmati alunan merdu sang Dewi dengan wajah yang lembut, seperti orang lain saja.


Tiga hari telah berlalu, kikiyo sedang menikmati secangkir teh digazebonya.


"Nona."


"Katakan."


"Yang mulia Kaisar tengah Yamato sedang terluka dibarak militer."


"Siapkan kuda untuk pergi."


"Baik nona."


Ternyata pria yang baru saja melapor adalah muso,pengawal pribadi sang kaisar.


"Hugo."


"Ya nona."


"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan."


"Tentu saja nona."


Hugo sudah pergi dengan hanya membawa seratus pengawal bayangan untuk menyelidiki apa yang terjadi tanpa harus diperintahkan secara detail.


Kikiyo berjalan kearah pintu luar penginapan bulan disana sudah ada miciko yang datang membawakan pedang dan pisau kecil milik kikiyo.


Tanpa banyak membuang waktu lagi, kikiyo pergi menyusul pasukan yang dibawa Hugo lebih dulu.


Sedangkan Muso masih dengan wajah bingungnya karena tadi dia melihat banyaknya samurai berkuda dengan jubah hitam pergi kearah yang sama dia juga melihat Hugo disana.


Muso melihat punggung kikiyo yang ada didepannya, menunggang kuda dengan anggun tanpa rasa takut.


Siapa calon junjungannya itu sebenarnya. Fikir Muso


Saat sedang memikirkan siapa kikiyo sebenarnya Muso langsung bergidik ngeri karena tiba-tiba wajah tuannya muncul dengan wajah gelap dibenaknya.


Muso kembali fokus, untuk mengejar ketertinggalannya,


Setelah beberapa jam berkuda.


"Apa lukanya parah?."


"Lumayan nona,l."


"Kalau begitu aku ingin mencari tanaman obat dulu , setelah itu kita berangkat lagi."


"Baik nona."


Apa nona mengerti dengan hal pengobatan.fikir Hugo


Lagi-lagi wajah tuannya muncul kembali,


Ah,tuan Yamato terlalu pencemburu ,fikir Muso sambil menyumpahi tuannya sendiri


Kikiyo sangat fokus dengan tanaman obat, setelah selesai dengan apa yang berhasil dia temukan, kikiyo kembali menaiki kudanya dan melanjutkan perjalanan.


Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka sampai didepan barak militer disaat hari mulai gelap,Muso memimpin didepan.


Banyak tentara yang melihat kearah Muso, kikiyo pun tidak luput dari perhatian mereka, seorang jendral maju.


"Muso,kenapa kamu pergi saat yang mulia membutuhkan kamu."


"Sekarang aku sudah kembali, minggir kalian menghalangi jalan ku."


Dia sombong sekali sama seperti dengan tuannya.gumam beberapa orang.


Kikiyo tidak perduli dengan ucapan mereka, dia terus mengikuti Muso dari belakang melihat dan mengedarkan pandangannya kearah para prajurit.


Setelah beberapa saat kemudian, kikiyo sampai ditenda paling besar, kikiyo turun dari kudanya.


"Silahkan nona masuk,tuan Yamato ada didalam,maaf tapi tuan tidak tahu kalau saya menjemput nona untuk kesini."


"Baiklah tidak apa-apa."


Kikiyo berjalan memasuki tenda dengan perasaan tenang, sesampainya didalam dia sudah bisa melihat seseorang pria yang sedang berbaring lemah.


Semakin mendekat, kikiyo duduk di tepian tempat tidur,memegang tangan Yamato untuk memeriksanya, walaupun dengan keadaan terluka, Yamato masih mempunyai tingkat kewaspadaan yang bagus.


Dia menangkap tangan kikiyo dengan cepat,


"Tenang lah,ini aku."


"Sayang,apa aku tidak sedang bermimpi?."


Yamato langsung ingin bangun dari tidurnya.


"Tidak,tenang lah aku sedang mengobati kamu."


Yamato sebenarnya malu karena dia sedang terlihat dalam kondisi lemah sekarang tapi mau bagaimana lagi.


Setelah memeriksa keadaan Yamato, kikiyo dengan sigap membuat obat penawar.


"Siapa yang sudah berhasil membuat kamu seperti ini?."


"Aku kurang yakin."


"Hem."


Kikiyo terus membuat obat,saat obat sudah jadi,dia memberikannya kepada Yamato.


"Minumlah."


"Aku tidak suka obat sayang."


Kikiyo hanya memutar bola matanya malas, saat kikiyo meminum obat itu, Yamato langsung sigap merubah posisinya menjadi duduk lalu meraih wajahnya, Yamato menelan semua cairan obat yang berada didalam mulut kikiyo.


Setelah mulut kikiyo sudah kosong dia mengulanginya lagi,dan lagi Yamato ******* bibirnya, begitu seterusnya sampai semua obat habis.


"Sudah berbaring lah,aku akan membuatkan makanan."


"Kamu bisa memasak sayang."


"Tentu saja."


"Baiklah,aku akan patuh menunggu kamu disini."


"Bagus."


"Nona."ucap mereka serempak


"Ya,kalian tolong buatkan aku dapur darurat dan membawakan bumbu yang ada ,aku ingin masak."


"Nona kita sudah punya dapur , apa nona mau memasak disana.


"Baiklah tunjukkan kepada ku."


Muso membawa pergi kikiyo kearah dapur dibarak,Hugo pergi mencari bahan masakan dia sudah tahu kalau nonanya akan memasak apa.


Sesampainya didapur barak, kikiyo langsung melakukan apa yang ingin dia lakukan disana dibantu Muso dan beberapa orang pelayan.


"Minggir ,calon permaisuri ingin memasak untuk kaisar.


"Calon permaisuri, apakah takdir yang mulia sudah ditemukan,"


"Ya."


Ini akan menjadi hari patah hati untuk semua gadis yang ada dikekaisaran tengah ini.fikir pelayan itu


Kikiyo hanya sibuk memasak.


Disebuah tenda yang tidak jauh dari sana .


"Jendral, wanita itu sangat cantik dan dia terkenal dengan sebutan Dewi bulan dari kekaisaran selatan."


"Hah,apa kamu tidak salah lihat."


"Itu benar jendral kami saksinya."ucap seorang prajurit lainnya.


"Muso bisa membawa wanita itu kesini apa untuk kita bersenang-senang dengannya." Tanya jendral lain.


"Menurut yang saya dengar Muso memanggil wanita itu dengan sebutan permaisuri jendral."


Jedaarr


Seorang jendral yang berada disana langsung menggebrak meja.


"Kenapa ini, permaisuri kekaisaran tengah berasal dari rumah bordil,kita akan menjadi bahan tertawaan semua kekaisaran yang ada."


"Tunggu tenangkan dirimu,ini baru rumor kalau wanita itu dipanggil permaisuri,kita belum mendengar secara langsung dari kaisar."


"Kaisar sedang terluka,jadi wanita itu datang untuk menyembuhkan kaisar Yamato."ucap salah satu prajurit


"Lalu kenapa dia sekarang ada didapur?."


"Membuat makanan untuk Yang mulia Kaisar."


"Cih,kaisar sombong itu, katanya berselera tinggi tapi nyatanya dia mau memakan makanan wanita dari rumah bordil itu."


"Hey jangan keras-keras, nanti ada yang dengar bagaimana?,kamu bisa dihukum mati."


Para jenderal itu pun langsung berhenti bergosip.


Kikiyo sudah siap dengan semangkuk bubur ditangannya.


"Sisa bubur ini masih banyak dan cukup untuk semua orang kalau mereka mau."


Pelayan yang berada didapur langsung memberikan hormat kepada kikiyo.


Kikiyo bergegas menuju tenda Yamato,


"Sayang,kamu sudah selesai."


Yamato sedang menunggu kedatangan kikiyo,dia duduk diatas kasurnya sambil membaca beberapa gulungan laporan kekaisaran.


Kikiyo mendekatinya lalu mengambil gulungan ditangan Yamato,lalu meletakkan mangkuk bubur diatas tangan Yamato.


"Makan."


"Ini bubur sayang."


"Iya,bubur ayam."


"Sepertinya tanganku mati rasa."


"Lalu."


"Apa kamu tidak kasihan kepadaku sayang, bukankah aku sedang sakit."


"Astaga."


Kikiyo mengambil kembali mangkuknya lalu menyuapi Yamato,ditiup-tiup bubur yang ada disendok supaya tidak terlalu panas.


Semua itu tidak luput dari mata Yamato yang bertambah kagum dengan permaisurinya itu.


Setelah suapan terakhir kikiyo ingin memberikan minuman,tapi saat dituang kikiyo merasa aneh dengan air yang ada didalam teko itu.


"Apa kamu mengkonsumsi air dari teko ini sebelum berangkat berperang?."


Yamato mengalihkan pandangannya kearah teko yang kikiyo maksud.


"Iya,aku memi,,,, mungkinkah?."


"Air ini beracun tapi tidak berbau dan berwarna, setelah meminum ini satu jam kemudian tubuh terasa lemas dan pandangan agak buram."


"Ya aku merasakan itu semua,sialan siapa yang sudah berani meracuni kaisar."


"Jangan berisik kalau kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang racun ini."


"Iya kamu benar sayangku, sungguh bodohnya aku."


"Memang kamu bodoh."


"Sayang,kalau aku bodoh aku tidak akan menjadi kaisar,aku perbaiki kata-kata ku tadi,aku sangat ceroboh kali ini."


"Ceroboh dan bodoh itu beda tipis."


(-_-) Yamato tertegun dan menundukkan wajahnya.


"Sudahlah aku lelah ingin istirahat."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)