
Tora sangat penasaran jadi dia mengikuti kikiyo dari ibukota kekaisaran tengah sampai kegubuk ini.
Tora langsung bergegas keluar dan memberikan hormat kepada kikiyo,dia tidak mau bernasib sama dengan pria yang dirumah bordil tadi.
"Hormat kepada nona, maafkan atas kelancangan saya,saya pernah mendengar tentang tuan Hugo yang melayani seorang nona muda pergi kekaisaran barat dulu dan nona sangat mirip dengan wanita itu, jadi membuat saya penasaran dan mengikuti nona sampai disini."
Saat dirumah bordil,Tora yang mengikuti kikiyo hanya melihat siluet bagian belakang milik kikiyo saja jadi dia tidak mengenali kalau didepannya sekarang ini adalah seorang permaisuri kekaisaran tengah.
"Begitu kah,jadi kamu tidak tahu siapa aku?."
Tora hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu mengikuti aku hanya sendirian?."
"Ya,nona ,saya hanya sendiri."
Setelah kikiyo memastikan memang benar Tora hanya sendirian, kikiyo mulai menggerakkan tangannya untuk membuka penutup kepalanya, setelah penutup kepalanya terbuka.
Tora sangat terkejut melihat wajah kikiyo yang ternyata sangat dia kenali,
"Hah, yang mulia permaisuri,."ucap Tora dengan suara besar sampai kedua wanita tadi bisa mendengar ucapannya.
Sedangkan kedua wanita itu langsung tertegun sejenak,mana mungkin wanita yang baru saja berhasil melukai mereka sampai seperti ini adalah seorang permaisuri kekaisaran tengah yang terkenal hanya seorang wanita dari rumah bordil.
"Tora."
"Ya, yang mulia permaisuri."
"Kamu sangat berani untuk mencampuri urusan pribadi ku."
Seketika tubuh Tora menjadi kaku dan menelan ludahnya kasar.
"Hamba tidak bermaksud, yang mulia, hamba tidak akan berani, sungguh."
Tora memasang wajah memelas sekarang.
"Aku tahu kamu merasa penasaran saat melihat Hugo berdiri dibelakang ku, saat pertemuan kemarin bukan?."
"Ya,nona ,tuan Hugo adalah junjungan saya ,dia yang mengangkat saya menjadi pemimpin dari organisasi pengikut bulan untuk wilayah kekaisaran tengah ini dan saat dia berdiri dibelakang tubuh yang mulia permaisuri, hamba,,."ucapan Tora terpotong saat melihat kearah kikiyo yang sudah meletakkan jari telunjuk didepan bibirnya sendiri.
Tora lebih terkejut lagi , ternyata dugaannya selama ini benar tentang siapa pemimpin mereka yang sebenarnya, tidak disangka-sangka dia adalah seorang wanita.
Kikiyo langsung beralih menatap kearah kedua wanita tadi, dengan tangan masih mengenggam pedangnya, kikiyo mendekati mereka.
"Kalian,apa masih ingin hidup?."
Kedua wanita itu langsung mengangkat wajahnya untuk menatap kearah kikiyo, sang kakak tidak merespon,tetapi sang adik langsung menatap kearah kikiyo sambil menganggukkan kepalanya.
Sang kakak ingin protes tapi dibantah oleh adiknya sendiri karena mungkin ini lebih baik dari pada mati,lawan mereka ternyata tidak sepadan dengan apa yang mereka dapatkan.
"Kami hanya disuruh ,yang mulia permaisuri kami memang membunuh untuk dibayar, kemarin kami diminta untuk membunuh salah satu keluarga dari menteri sastra kekaisaran tengah."
"Hanya itu?."
"Hah,apa maksud yang mulia permaisuri?."
"Siapa lagi target kalian berikutnya,Hem."
"Kami belum ada perintah lagi , yang mulia permaisuri."
"Hem, pembohong."kikiyo langsung menusuk lebih dalam luka yang berada dilengan wanita itu.
"Hentikan, tolong jangan sakiti adikku lagi."
Kikiyo menatap mereka dengan perasaan jijik.
"Kalian wanita penyuka sesama jenis menjijikkan,berani membohongi aku , hukumannya hanya satu, mati."
Sang kakak hanya bisa menatap sedih kearah kikiyo.
"Jadi, menurut kamu, sekarang apa yang harus aku lakukan kepada kalian berdua?, Membunuh kalian sangat mudah untukku, tapi kalau kalian bisa berguna untuk aku mungkin bisa dipertimbangkan."
Kedua wanita itu sekarang sudah tidak punya pilihan lain selain berpihak kepada kikiyo,kalau mereka masih ingin melihat hari esok.
"Ya,kami akan mengikuti yang mulia permaisuri mulai dari sekarang."
"Hem,Tora."ucap kikiyo
"Ya, yang mulia permaisuri."
"Bawa mereka kedalam gubuk,aku akan mengobati mereka."
Tora hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti,lalu berjalan kearah wanita yang tadi sudah muntah darah,lalu kikiyo mendekati sang adik dari wanita tersebut lalu memberikan obat penawar dari racun tadi.
Tak butuh waktu lama,tubuh wanita itu mulai berangsur membaik.
"Terimakasih atas kebaikan yang mulia permaisuri."ucap wanita itu sambil memberikan hormat.
"Siapa nama kamu?."
"Nama saya Hima, yang tadi adalah kakak saya namanya Hira,Hem tidak aku sangka ternyata permaisuri kekaisaran tengah sangat cantik."
"Oh,tentu saja ,tapi aku masih menyukai pria jadi jangan pernah menaruh hati kepada ku."
Hima menunjukan wajah bingung.
"Sebenarnya aku menyukai pria juga yang mulia tapi kakak selalu marah kalau tahu aku berhubungan dengan seorang pria, jadi dia memaksa aku untuk melakukan itu dengan dia."ucap Hima dengan wajah malu
"Apa kamu fikir aku orang yang gampang percaya dan akan bersimpati dengan cerita kamu tadi?."ucap kikiyo dengan nada sinis
Hima langsung tertegun sejenak, sebenarnya yang mulia permaisuri kekaisaran tengah memiliki hati dan perasaan tidak sih,dingin sekali dia.fikir Hima.
"Maksud aku bukan seperti itu yang mulia permaisuri,tapi aku hanya ingin berbagi cerita saja, begitu,hehe."ucap Hima dengan wajah polos
"Tapi aku tidak perduli jadi lebih baik tidak perlu diceritakan,aku hanya ingin mencari informasi terkait tentang pembunuhan dikediaman pribadi menteri sastra kekaisaran tengah saja , yang lain aku sama sekali tidak tertarik."
Sedangkan Dari jauh , kikiyo melihat kalau Tora sudah kembali dari tugasnya dan tersisa satu wanita lagi yang akan dia bawa kedalam gubuk.
Setelah sampai didalam gubuk, kikiyo mulai menyembuhkan tubuh Hira, sedangkan Tora hanya menyaksikan saja,Tora sangat merasa takjub dengan keahlian yang dimiliki oleh junjungannya itu.
Setelah selesai menyembuhkan kedua wanita itu, kikiyo sudah tidak mau membuang waktunya lagi.
"Apakah penyebab kalian disewa untuk membuat orang yang tersisa yang mendukung pemerintahan kaisar Yamato merasa terancam?."
Hira masih memikirkan untuk menjawab, sedangkan Hima hanya menatap kearah Tora sedari tadi,Tora yang merasa sedang ditatap pun langsung berwajah gelap kearah Hima,Tora tidak mau ada kesalahan dalam tugasnya ini.
Kikiyo sangat geram,dia langsung menebas leher Hira hingga putus,itu membuat Hima terkejut dengan mulut terbuka.
"Cih,,masih mau membohongiku rupanya."
Kikiyo melihat ekspresi wajah Hira tadi ,dia ingin berbohong kembali, sepertinya kesempatan kedua yang sudah diberikan oleh kikiyo pun menjadi sia-sia.
Hima menatap takut dengan tubuh gemetar, baru kali ini dia melihat wanita yang lebih hebat dari kakaknya.
Kini kikiyo menatap kearah Hima.
"Kamu,jawab pertanyaan ku,selama ini apa hanya Hira yang melakukan setiap pertemuan untuk semua perintah untuk membunuh dengan menyewa jasa kalian?."
"Iya, yang mulia permaisuri, selama ini hanya kakak yang bernegosiasi dengan mereka ,aku hanya ikut saat melakukan tugas saja."ucap Hima dengan mulut bergetar karena takut.
____________________________
bersambung
(^∆^)