KIKIYO

KIKIYO
firasat buruk



Yamato sangat terkejut mendengar pengakuan dari mulut sang istri, ternyata pemimpin organisasi pengikut bulan yang sangat terkenal misterius itu adalah istrinya sendiri.


Saat rombongan kikiyo masih didalam perjalanan,ditengah jalan ada seseorang yang menghadang jalan mereka, orang itu memberikan hormat kepada Hugo.


"Salam tuan Hugo."ucap wanita itu yang ternyata adalah seorang yang memiliki pangkat sama seperti Tora.


"Kamu Suki ,ada apa?, bukannya kamu hanya perlu mengirim elang pembawa pesan,."


"Ah,ya tuan Hugo tapi aku mendengar kalau kedatangan anda kesini itu berhubungan dengan pemimpin dari organisasi pengikut bulan jadi saya hanya penasaran dan ingin berkenalan dengan pemimpin,hanya itu."


Mendengar ucapan dari mulut Suki pun membuat Tora ingin protes.


"Hey, wanita malam,menganggu perjalanan saja."


Tora dan Suki ini mereka seperti kucing dan anjing bila bertemu,pernah dulu Hugo sedang melakukan sebuah pertemuan besar dan mendatangkan setiap pemimpin wilayah,hanya Tora dan Suki yang sangat berisik.


"Hah ternyata pria tidak berguna ini ada disini juga,ah kamu sampai menghalangi pemandangan saja Tora."ucap Suki sinis


Ais, wanita ini sangat merepotkan.fikir Tora


"Suki, kembalilah dan belum saatnya, nanti kalau sudah waktunya,aku akan memperkenalkan kepada kalian semua."


"Baiklah kalau begitu tuan,Suki akan patuh tapi apakah tuan sudah menemukan wanita yang tuan sedang cari?."


"Sudah,hanya saja wanita itu selalu berpindah-pindah tempat jadi agak sulit menemukan titik lokasi yang tepat."


"Apakah tuan ingin bantuan dari Suki?."


"Tidak perlu,kamu urus saja yang berada dikekaisaran timur ini,dan jangan membantu kaisar timur karena dia baru saja menyinggung pemimpin."


"Berani sekali kaisar brengsek itu, baiklah tuan,Suki mengerti."


"Baik,kalau begitu aku akan melanjutkan perjalanan."


Suki menyingkir dan memberikan jalan sambil memberikan hormat kepada rombongan pemimpin, dari dalam kereta kikiyo melemparkan sebotol ramuan penyembuh kearah Suki saat kereta kuda sedang melewatinya.


Suki tertegun sejenak saat mendapatkan sebuah botol yang dilemparkan kearahnya.


Botol itu dibungkus dengan kertas yang berisi sebuah pesan.


"Didalam botol ini berisi ramuan penyembuh untuk menghentikan wabah yang sedang terjadi dikekaisaran timur ini dan cairan penyembuh ini juga bisa menyelamatkan orang tua kamu yang sedang sakit parah, terimalah,dan terimakasih sudah menjadi pengikut bulan yang setia, tetaplah seperti ini dimasa depan."


Suki langsung menangis tersedu-sedu sambil tersenyum,


"Terimakasih pemimpin, dari mana dia tahu kalau orang tua ku sedang sakit parah."


Sedangkan didalam kereta kuda yang sedang berjalan, Yamato sedang tersenyum melihat kearah kikiyo.


"Kenapa kamu tersenyum terus?."


"Istriku sangat hebat,dan bijaksana, bahkan kamu bisa tahu kalau dia sedang kesusahan."


"Iya ,hanya dengan memandang wajah saja aku bisa tahu ."


"Lalu,saat kamu memandang kearah wajahku apa yang kamu lihat sayang."


"Aku melihat kamu memang sangat mencintai aku jadi itu yang membuat aku bisa langsung menerima kamu, sedangkan pria lain hanya ingin merasakan tubuhku saja."


Ucapan dari mulut kikiyo membuat Yamato menjadi terharu dan langsung mencium bibir kikiyo sampai kerongga mulutnya.


"Ya, aku memang sangat mencintai kamu sayang,bahkan aku rela melakukan apapun untuk kamu bahagia bersamaku."


Sedangkan ditempat lain disebuah kediaman seorang jendral,Fuji sedang melangsungkan pertemuan,dia sebenarnya sangat gelisah karena sejak pagi tadi dia tidak menerima balasan apapun dari kaisar barat bahkan burung elang pembawa pesan,malah kembali lagi kepadanya dengan membawa pesan yang sama.


Apa yang sedang terjadi dengan kamu kaisarku .fikir Fuji


Saat Fuji sedang duduk termenung, datanglah seorang pria menghampirinya.


"Mana tanda pengenal kamu kalau kamu memang benar-benar orang dari kaisar barat."


Saat mendengar ucapan dari mulut sang jendral,Fuji langsung mengeluarkan sebuah plakat besi dari kekaisaran barat, barulah saat itu jendral pengkhianat itu mempercayai Fuji.


"Sekarang dimana stempel kekaisaran tengah,berikan kepadaku."


"Ada, tentunya sedang tidak berada ditangan ku sekarang ,aku menyembunyikannya disuatu tempat, aku hanya diperintahkan bertemu dengan kamu dan bertanya tentang kapan kudeta akan terjadi."


"Tuan menteri pertahanan kekaisaran tengah masih memikirkan tanggal yang pas untuk itu karena banyaknya hal didalam markas yang tidak sesuai,masih ada masalah."


"Hah,kalian pengecut,kalian ini sudah didukung oleh kekaisaran barat,kenapa masih saja takut untuk menyerang."


"Kamu itu wanita, tahu apa tentang perang hah,lagi pula kamu hanya orang suruhan, dan juga kalau rencana ini sampai gagal, kaisar barat juga akan gagal mendapatkan wanita yang dia inginkan,kamu mengerti."


Mendengar ucapan dari mulut sang jendral, membuat hati Fuji mendidih, bagaimana tidak,dia tahu alasan sang kaisar barat membantu mereka melakukan pemberontakan hanya untuk mendapatkan kikiyo semata.


Wanita sialan itu.fikir Fuji


"Yasudah kalau begitu aku pamit."


"Apa kamu sudah mau pergi,apa kita tidak bisa menghabiskan waktu bersama terlebih dahulu baru kamu pergi,Hem."


"Menjijikkan."ucap Fuji yang melihat kearah jenderal itu


Fuji pun pergi meninggalkan kediaman jendral pengkhianat itu dan berkuda kearah kekaisaran Utara.


Saat ini dikereta kuda , kikiyo sedang tertidur pulas ditemani oleh sang suami, lalu tak lama kikiyo bangun dari tidurnya,


"Ada apa,."


"Tidak ada, suamiku,."


Kikiyo menghentakkan kakinya dua kali lalu kereta pun berhenti,Hugo langsung turun dan berjalan kearah jendela dekat kikiyo.


"Nyonya, apakah ada perintah?."


"Kamu dan Muso kembalilah kekaisaran tengah,biarkan Tora dan Hima yang menggantikan posisi kalian didepan."


"Baiklah nyonya."


Hugo dan Muso bertukar tempat dengan Tora dan Hima, sekarang Hugo dan Muso bergegas kembali keistana kekaisaran tengah.


"Tora,bawa kereta kuda ini kekaisaran Utara saat sudah sampai diperbatasan,bilang kepadaku."


"Yokay, nyonya."


Sedangkan didalam kereta Yamato tidak banyak bertanya,dia tidak ingin membuat sang istri pusing karena terlalu memikirkan hal ini.


Kikiyo sedang berfikir sangat keras,apa yang harus dia lakukan setelah melihat sekilas dari mimpinya itu,


apakah harus mengorbankan orang lain. Fikir kikiyo


"Sayangku,."ucap Yamato yang mulai khawatir dengan ekspresi wajah sang istri


"Ya, suamiku."


"Ada apa?."


Kikiyo sangat mengerti tentang suaminya yang sedang merasa khawatir terhadapnya.


"Wanita itu ,aku melihat dia melewati perbatasan antara kekaisaran tengah dengan Utara jadi kita akan pergi kekaisaran utara sekarang."


"Ah, Bagus lah,lebih cepat ketemu itu lebih baik karena aku sudah sangat tidak sabar ingin mengakhiri hidup pelacur kecil itu."


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya kereta kuda rombongan kikiyo pun sampai diperbatasan kekaisaran timur dan Utara.


"Nyonya,kita sudah sampai diperbatasan."ucap Tora


"Cari penginapan didesa terdekat,kita istirahat dulu."


"Baik nyonya."


Sedangkan ditempat lain Hugo dan Muso masih dalam perjalanan, mereka masih menunggangi kudanya dengan sangat cepat,saat masih ditengah jalan Hugo melihat kearah langit diatas sana ada burung elang pembawa pesan milik miciko.


__________________________


bersambung


(^∆^)