KIKIYO

KIKIYO
rindu itu berat



Kikiyo melihat kearah wajah tampan Yamato yang sedang cemberut.


"Kenapa sayang."


"Yamato sambil mengelus punggung tangannya sendiri,kamu tidak mau menerima uluran tanganku untuk membantu kamu turun sayang."


"Astaga, kikiyo hanya bisa memutar bola matanya malas, sayang kamu itu kan sedang menyamar sebagai seorang pelayan lalu sekarang kamu ingin memegang tangan ku,apa kamu ingin aku menjadi bahan gosip?."


Yamato ingin perotes tapi tidak jadi karena apa yang dikatakan oleh istri nya itu adalah hal yang benar.


Sial,karena baju pelayan ini,aku jadi tidak bisa menyentuh istri cantik ku.fikir Yamato


Yamato berfikir dengan cepat , bagaimana caranya kikiyo tidak jadi menemui imamura.


"Ehem,dengan sedikit batuk yang disengaja, sayang bagaimana kalau kita meminta untuk Hugo saja yang melakukan pertemuan dengan imamura, sedangkan kita kembali keistana untuk mempersiapkan pernikahan kita besok."


Kikiyo tidak habis fikir,pria ini demi menjaga rasa cemburunya sangat cepat bisa memiliki alasan, kikiyo tanpa bicara pun dia kembali memasuki kereta.


Yamato langsung berwajah ceria dan senyuman tidak pernah lepas dari wajah tampannya itu,dia juga langsung naik kembali ke kereta kuda,didalam kereta kuda kikiyo berbicara dengan Hugo yang masih berdiri disamping jendela.


"Hugo."


"Ya nona."


"Kirimkan beberapa pelayan wanita keruangan ku, pilihkan yang bagus yang ada didalam organisasi pengikut bulan."


"Baik nona."


Setelah selesai berbicara kereta kuda kikiyo dan Yamato pun langsung bergegas pergi menuju istana kekaisaran tengah.


Hugo yang mendapatkan tugas untuk menemui imamura pun langsung menjalankan tugas yang sudah diberikan oleh kikiyo bersama dengan pria tadi yang menjadi pamannya Sora.


Sedangkan ditempat lain disebuah ruangan bawah tanah ada tiga orang pria,


"Apa persiapannya sudah lengkap?."


Ternyata pria itu adalah menteri pertahanan kekaisaran tengah yang kini sedang melakukan pertemuan dengan dua jenderal kekaisaran tengah


"Sudah menteri,tapi kita memiliki beberapa masalah."ucap jendral satu


"Ya betul,bahkan kaisar Yamato berhasil selamat dari perang didekat perbatasan dan bahkan dia bisa membuat sebuah kesepakatan perdamaian dengan rakyat yang tinggal di daerah lembah."


Brakk,,, terdengar suara meja yang dipukul dengan keras oleh menteri pertahanan kekaisaran tengah.


"Mengurus kaisar sombong seperti itu saja kalian tidak becus."


Kedua jendral itu tidak bisa berkata apa-apa lagi karena memang begitu kenyataannya, Yamato bisa bertahan hidup sampai sekarang itu karen adanya campur tangan seseorang.


"Apa mungkin dia dibantu oleh wanita itu."


"Kamu fikir wanita dari rumah bordil itu bisa apa?."


Suara menteri terdengar sudah sangat kesal,


Tak lama kemudian datanglah seorang pengawal menghampiri mereka.


"Salam tuan Menteri,."


Menteri pertahanan langsung melihat kearah pengawal yang datang itu dengan tatapan tajam.


"Ada apa lagi sekarang ,hah."


"Nyonya dan nona muda putri Sora hilang dari kediaman,tuan."


Menteri pertahanan pun langsung berwajah gelap,


"Dasar wanita-wanita bodoh,mereka cuma bisa membuat aku pusing saja,cuma diberikan pekerjaan mudah saja masih gagal dan sekarang mereka hilang,bisa pergi kemana mereka,hah."


"Saya tidak tahu tuan."


"Iya tuan kalau begitu saya permisi dulu."


Menteri pertahanan kekaisaran tengah pun hanya menganggukan kepalanya.


Kembali ketempat kikiyo dan Yamato yang masih dalam perjalanan pulang.


"Sayang, terimakasih kamu memang sangat mengerti kaisar ini."


Yamato masih terus memegang tangan sambil menciumi punggung tangan kikiyo.


Saat mereka ingin melewati sebuah kuil dari jauh kikiyo sudah memperhatikan kuil tersebut.


Kikiyo menatap kearah Yamato.


"Sayang,apa yang didepan sana itu kuil dari tetua yang tadi pagi datang keaula pertemuan?."


"Iya sayang,kamu benar."ucap Yamato dengan senyuman


"Aku ingin berkunjung, bolehkah?."


Kikiyo menatap dengan mata seperti anak kucing yang ingin meminta makan kepada tuannya.


"Apa yang tidak untuk kamu sayangku."


Yamato langsung bergegas meminta pengawal yang sedang menjadi kusir untuk berhenti dikuil tetua.


Sesampainya mereka didepan pintu masuk kuil, kereta kuda yang ditumpanginya pun langsung berhenti, Yamato segera turun dari kereta dan kini tangannya disambut hangat oleh kikiyo.


Wajah Yamato seperti anak kecil yang sudah dituruti kemauannya, matanya berbinar-binar menatap sang pujaan hati.


Yamato membantu kikiyo untuk melanjutkan langkah untuk masuk kedalam halaman kuil sambil terus memegang tangan kikiyo, dari jauh kikiyo melihat kalau ternyata tetua kuil sudah ada dihalaman depan kuil ini, seperti sudah tahu saja.


"Salam hormat yang mulia Kaisar tengah dan permaisuri,semoga kalian panjang umur."


Kikiyo sangat senang hatinya seakan dibuat rindu saat melihat tetua kuil itu sangat mirip dengan mendiang kakeknya.


"Kakek tetua tidak perlu sungkan,aku yang hanya wanita biasa ini sangat tidak pantas menerima perlakuan terhormat ini."


"Aku sudah mengira kalau kamu akan berkata seperti ini permaisuri tapi suka atau tidak, kamu harus terbiasa karena besok kamu akan menjadi wanita nomor satu dikekaisaran tengah ini."


Yamato yang sedari tadi mendengar percakapan itu pun menimpalinya.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh kakek tetua sayang,besok kamu sudah akan resmi menjadi seorang permaisuri kekaisaran tengah ini,dan kamu harus terbiasa dengan orang-orang sekitar yang akan lebih menghormati kamu,tua ataupun muda bahkan tidak memandang pria ataupun wanita."


Yamato menjelaskan hal ini agar kikiyo tidak perlu sangat merendah keorang lain, merendah boleh tapi jangan sampai direndahkan.


"Aku mengerti, sayang."ucap kikiyo sambil tersenyum


Kakek tetua mengajak mereka untuk melihat isi didalam kuil yang menurut Yamato tidak begitu banyak perubahan alias membosankan,dia lebih memilih langsung secepatnya sampai diistana dan masuk kekamar berdua dengan kikiyo dan membayangkan mereka sedang membelit satu sama lain.


Kikiyo memandang kearah Yamato yang sedang senyam-senyum sendiri,kalau kikiyo tahu apa yang sedang difikirkan oleh Yamato sekarang mungkin dia akan muntah darah.


Ditempat lain seluruh kekaisaran dibenua ini yaitu kekaisaran selatan, timur,barat dan juga Utara tengah geger dengan adanya undangan pernikahan kaisar tengah dengan kikiyo yang terkenal dengan Dewi bulan,


Banyak dari semua orang khususnya pria mereka bersedih dan menjadikan hari esok menjadi hari patah hati satu benua, sedangkan untuk wanita mereka sangat senang akhirnya Dewi bulan menikah dan mungkin para pria yang sedang mereka targetkan akan berfikir untuk mencari wanita lain mulai sekarang.


Sedangkan dipenginapan bulan,seluruh orang yang ada disana sedang berpesta, miciko pun sangat senang dia ingin sekali bisa pergi kekaisaran tengah untuk melihat nonanya menjadi pengantin,tapi ada seseorang dihatinya yang sangat dia rindukan.


Miciko diam-diam menyukai Hugo, tapi semua itu dia pendam karena dia berfikir kalau dia tidak pantas berada disampingnya.


"Tuan,aku sangat merindukanmu,apa kamu juga merindukan aku,."ucap miciko sambil memegang selembar lukisan Hugo yang ditaruh di dadanya,dengan beberapa tetesan air mata yang meluncur dipipinya.


_____________________________________________


bersambung


(^∆^)