
Hugo langsung memimpin jalan kearah kediaman jendral imamura.
Dengan kecepatan maksimal kuda mereka berlari,
Sesampainya mereka disana Hugo langsung meminta penjaga kediaman jendral imamura untuk meminta izin bertemu dengan sang jendral.
Tak butuh waktu lama untuk Hugo dan kikiyo menunggu,penjaga pintu gerbang langsung kembali dan membukakan pintu untuk mereka.
Dari jauh jendral imamura sudah berada didepan ,lebih tepatnya dihalaman depan, dan juga terlihat seorang wanita muda cantik menemani jendral imamura, dia adalah Momo.
Momo memasang wajah tersenyum manis saat melihat Hugo ,pria yang dia taksir sekarang sedang berada dihadapannya, meski sedikit merasa kikuk saat melihat Hugo,Momo masih memasang senyum diwajahnya supaya tidak mempermalukan sang kakak.
Jendral imamura sebenarnya tidak mengizinkan sang adik untuk bersamanya sekarang,tapi sebelum dilarang,sang adik sudah memasang wajah sedihnya,Ais.
Menyusahkan sekali ,mana saat sang adik pulang dari pasar tadi pagi,Momo sangat mendesak untuk menjadi selir dari Hugo , jendral imamura sangat tidak setuju,dia tidak mau sang adik sampai menjadi selir.
Kemudian Momo langsung berwajah sedih dan murung,lalu bergegas pergi menuju ruangan pribadi miliknya,dan sekarang saat sang adik melihat seorang penjaga datang keruangannya,Momo langsung sangat antusias saat penjaga itu menyebutkan nama Hugo datang dan minta bertemu.
Jendral imamura kini masih melirik sekilas kearah wajah sang adik yang tersenyum manis, kearah Hugo .
"Salam,tuan Hugo."
Dari jauh Hugo sudah turun dari kudanya dan mulai menuntun kuda miliknya dan juga kuda yang dinaiki oleh kikiyo.
Itu membuat jendral imamura sangat penasaran,sikap Hugo kepada wanita yang sedang duduk diatas kuda itu sepertinya sangat dihormati sekali,
"Salam hormat jendral imamura, maaf sebelumnya kalau mungkin kedatangan kami ini terlalu mendadak."
Imamura mencoba untuk melirik kearah kikiyo yang sedang turun dari kudanya.
"Hugo, menyingkir lah,biar aku saja yang berbicara kepada jenderal imamura."
Hugo langsung mundur untuk membiarkan kikiyo maju kedepan.
Sambil membuka kipas ditangannya, kikiyo maju perlahan.
"Salam, jendral."
"Salam nona."
Kikiyo tertegun sejenak saat mendengar ucapan dari mulut sang jendral.
"Hem,nyonya , jendral, karena aku sudah memiliki seorang suami."
"Ah, maafkan saya nyonya,saya tidak mengetahuinya."
"Baiklah,lupakan, tujuannya aku datang kesini untuk berbicara dengan kamu."
"Iya, baiklah silahkan masuk nyonya,tuan Hugo,mati."
Kikiyo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sambil tersenyum kecil melihat tingkah laku adiknya jenderal imamura, kikiyo sangat mengerti tentang hal ini.
Momo tidak melepaskan pandangannya kearah Hugo sedetikpun,dia sangat terpana.
Sesampainya mereka ditempat pribadi milik jendral imamura.
Sang jendral memerintahkan pelayan dikediamannya untuk menyiapkan beberapa hidangan untuk tamu kehormatannya.
Jendral imamura mempersilahkan untuk mereka duduk,tetapi dia pun merasa aneh kembali sekarang,dia melihat Hugo dengan sigap berdiri dibelakang wanita ini,
"Hem, sepertinya jendral imamura sedang banyak fikirkan?."ucap kikiyo yang sudah duduk dikursi yang sudah disediakan.
"Ah, maafkan saya nyonya,aku tidak sedang memikirkan apapun."ucap jendral imamura dengan wajah tersenyum
"Jendral imamura,aku ingin pertemuan kita ini dirahasiakan,jadi langsung saja, kedatangan aku kesini ,aku ingin memperingatkan kamu ada,akan ada penyerangan malam ini dikediaman kamu dan mereka mengincar anggota keluarga didalam kediaman ini."ucap kikiyo sambil menyeruput secangkir teh hangat ditangannya
"Lalu apa yang harus aku lakukan nyonya, aku hanya memiliki seorang adik dikediaman ini, bagaimana cara aku menggagalkan rencana itu."ucap imamura dengan wajah bingungnya
Kikiyo tidak mempermasalahkan hal itu karena dia tahu,itu penting.
Hugo tiba ditaman yang terlihat sepi,lalu mengulurkan tangannya,dan elang itu turun mendekati Hugo.
Setelah dia menerima surat itu lalu membacanya,kemudian dia mengirimkan pesan balasan dan elang itu terbang kembali kepemilikannya.
Tapi,Hugo merasakan ada orang lain selain dirinya disana.
"Keluarlah."
Oh, apakah aku ketahuan.fikir Momo yang sedang menguntit Hugo dari balik pepohonan.
Momo langsung keluar dari persembunyiannya lalu berjalan mendekati Hugo.
"Tuan Hugo , perkenalkan nama aku Momo, adik dari jendral imamura."ucap Momo dengan suara yang sangat lembut
Mereka berdua pun saling menatap satu sama lain,Momo merasa malu dan memalingkan wajahnya kearah lain karena pasti sekarang wajah putih itu sudah berubah menjadi merah.
"Ada urusan apa nona muda kediaman jendral imamura bersembunyi disana."
"Tidak ada,aku hanya sedang,Hem,,,." Momo sangat bingung dengan alasan apa yang tepat untuk kelakuannya tadi.
Tapi tak lama Hugo kembali teringat dengan isi surat dari burung elang pembawa pesan dan ingin segera menemui kikiyo untuk melapor.
Hugo pergi meninggalkan Momo yang sedang berfikir,dan saat Momo sudah menemukan alasan yang tepat didalam kepalanya, ternyata Hugo sudah tidak ada.
Momo yang tadinya berwajah ceria sekarang kembali berubah murung, Momo meratapi kebodohannya.
Sedangkan Hugo sudah kembali ketempat dimana kikiyo berada,dan langsung memberikan informasi yang dia terima dari burung elang pembawa pesan tadi.
Hugo membisikkan sesuatu disamping kikiyo lalu kikiyo hanya merespon dengan anggukan kepala.
"Jadi bagaimana dengan saran saya tadi, jendral?."ucap kikiyo
"Baiklah,demi keselamatan adikku memang ini jalan satu-satunya."ucap imamura yang juga memerintahkan kepada salah satu pelayan untuk memanggil sang adik.
Sambil menunggu, kikiyo masih memakan camilan dengan sambil berfikir.
Hem, orang itu pasti akan datang kesini , Ais .fikir kikiyo
Sedangkan pelayan yang diminta untuk memanggil Momo pun sudah kembali.
"Salam,kakak."ucap Momo dengan suara lembut kepada sang kakak tapi pandangan matanya hanya kearah hugo.
"Duduklah,ada yang ingin kakak sampaikan kepada kamu."ucap imamura dengan wajah serius
Momo yang merasa bingung pun langsung bergegas untuk duduk.
"Ada apa kak?."
"Nanti malam tuan Hugo akan berada didalam kamar milikmu untuk menggagalkan rencana pembunuh yang sedang mengincar nyawa kamu,."
Tanpa banyak basa-basi Momo langsung berwajah ceria dan mengiyakan apa yang dikatakan oleh sang kakak.
Sedangkan Hugo hanya diam saja,dia tidak membantah apapun yang menjadi perintah dari kikiyo .
Tak lama ada seorang pria datang menerobos masuk kedalam ruangan pribadi milik sang jendral,dia adalah kaisar Yamato yang sedang berwajah gelap karena cemburu saat mengetahui kalau sang istri tercintanya itu sedang melakukan pertemuan dengan salah satu jenderal yang terkenal dengan ketampanan dan wibawanya itu.
Sesampainya Yamato disana, yang dibuat kaget tentu saja seluruh orang yang berada kediaman sang jendral ,kecuali kikiyo karena dia sudah meyakini hal ini akan terjadi, karena mendapatkan informasi dari Hugo tadi.
____________________________________
bersambung
(^∆^)