KIKIYO

KIKIYO
Sora yang malang



Ibunya Sora hanya bisa mengepalkan tangannya karena kesal itu berarti tidak ada kesempatan untuk anaknya menjadi seorang selir,saat sedang dalam obrolan canggung Sora memasuki ruangan dengan menunjukkan wajah palsunya.


Pelayan datang dan menyeduhkan teh dihadapan kikiyo, sedangkan kikiyo hanya memperhatikan pelayan itu.


"Salam hormat yang mulia permaisuri, hamba Sora putri dari menteri pertahanan kekaisaran tengah."


Akhirnya muncul juga buruanku.fikir kikiyo


"Salam diterima putri Sora,kamu jangan sungkan anggap rumah sendiri."


"Bukankah yang berbicara seperti itu saya yang mulia."


"Oh, astaga aku lupa,maaf ya hanya saja ruangan ini mengingatkan aku sebuah cerita,apa kamu ingin mendengarkan."


"Tentu saja yang mulia,sebuah kehormatan bisa mendengar cerita dari yang mulia."


"Baiklah,aku akan mulai pada suatu hari,ah tidak itu salah, bagaimana kalau ada seorang wanita muda dia cantik dan sangat digilai oleh banyak pria,dia anak dari seorang selir yang sudah meninggal tapi dia hidupnya sangat menderita,kamu mau tahu kenapa hidupnya sangat menderita?."


"Kenapa yang mulia?."


"Karena ayahnya tidak mencintainya bahkan tidak mengakuinya sebagai seorang anak." Ucap kikiyo sambil melihatkan ekspresi wajah sedih,


Sora dan ibunya hanya saling memandang bingung,dan kikiyo pun melanjutkan ucapannya.


"Lalu , singkat cerita tibalah saat sang ayah pulang kekediaman dan membuat sebuah pesta bersama mereka yang dia sayangi, wanita itu tidak termasuk."


"Lalu apa wanita itu hanya bisa menangis didalam kamarnya, yang mulia?."ucap Sora


Kikiyo yang mendengar ucapan Sora pun langsung menunjukkan wajah gelap,


"Apa kamu berfikir seperti itu putri Sora?."


"Iya, yang mulia biasanya wanita yang seperti itu hanya bisa menangis apa lagi dia adalah anak yang tidak disayangi."


Kikiyo langsung merubah ekspresi wajahnya.


"Hah, ha ha ha,sambil menutupi wajahnya dengan kelima jarinya,apa pendapat kamu tentang wanita itu hampir benar diawal tapi saat yang menempati raganya itu aku, wanita itu langsung berubah menjadi pembunuh dan tidak mau membuang air matanya hanya untuk manusia sampah seperti mereka."


"Maksud yang mulia apa?dan apa wanita yang sedang yang mulia permaisuri bicara apa yang mulia mengenalnya?."ucap Sora dengan wajah bingungnya


Kikiyo menatap ibu dan anak itu dengan sangat tajam.


"Ya tentu saja aku sangat mengenalnya, karena wanita yang sedang aku ceritakan ini adalah diriku sendiri, aku hahahaha."


Sora dan ibunya seketika menjadi panik dan keringat dingin mulai keluar dari tubuh mereka masing-masing.


"Apa kalian masih mau mendengarkan kisah selanjutnya, pasti akan membuat kalian merasa kagum."


"Lalu apa kelanjutan ceritanya yang mulia?." Ucap Sora dengan nada yang terbata-bata


"Aku membunuh semua keluarga ku memenggal semua kepala mereka kecuali ayah,dia aku buat bisa merasakan kematian mendekatinya secara perlahan sampai tubuhnya tidak bernyawa lagi."ucap kikiyo dengan nada sinis.


Ibunya Sora menjadi panik.


"Mungkinkah kunjungan yang mulia sekarang ini bukan hanya untuk."ucapannya terpotong saat Hugo meminta seseorang untuk muncul.


Sora dan ibunya mematung saat melihat seorang yang mereka kenal,


Adik ipar,gumam ibunya Sora


Paman,gumam sora dengan tubuh yang bergetar takut.


Tapi Sora tidak putus akal dia yakin kalau paman dan bibinya bisa melakukan sesuatu.


"Paman,kenapa kesini sendirian dimana bibi?."


"Diam kamu Sora,kamu sudah mencuri plakat besi milik ku apa yang sudah kamu lakukan?."


"Aku hanya meminjamnya paman dan akan aku kembalikan,aku,,."sebelum Sora berbicara lagi ,pria yang menjadi pamannya itu langsung memotong ucapannya.


"Bagaimana cara kamu mengembalikannya sedangkan plakat itu sudah ada kepadanya dan yang memulangkannya orang lain bukan kamu."


"Paman,plakat itu hilang dicuri jadi mungkin dia pencurinya paman iya pasti dia."


"Dasar pembohong."


Plakk,,, terdengar suara tamparan dari Pria itu,saat mendengar tuduhan Sora ke tuannya,pria itu langsung bergegas menuju kearah Sora lalu menampar pipinya.


"Hah,aku juga menyesal telah memperistri adikmu yang kurang ajar itu."


"Kamu dasar pria tidak tahu malu."


Kikiyo sudah mulai bosan dengan drama yang ditampilkan oleh keluarga itu.


"Cukup,cepat katakan apa yang sudah kamu lakukan menggunakan plakat besi itu."


"Yang mulia permaisuri tidak perlu ikut campur dalam urusan kami."ucap ibunya Sora


"Iya paman cepat lakukan sesuatu, yang mulia permaisuri sudah bertindak kurang ajar."


Kikiyo hanya bisa tersenyum kecil sambil meminum teh yang sudah disiapkan.


"Putri Sora,apa kamu yakin pamanmu itu bisa menyelakai aku?."ucap kikiyo


Yamato yang baru sampai dan mendengar suara orang yang sedang ingin menindas sang istri pun langsung berwajah gelap dipersembunyiannya,


"Sialan wanita itu sedang ingin menindas istri ku?."


"Tidak,jangan muncul tuan, permaisuri sudah bilang kan kalau tuan hanya boleh melihatnya dari jauh,lagi pula disana ada Hugo pasti yang mulia permaisuri akan aman-aman saja."


Yamato tidak suka dengan ucapan Muso yang seakan-akan hanya berada disisi Hugo saja kikiyo akan aman.


"Jadi menurut kamu kalau Hugo tidak ada permaisuri akan dalam bahaya bahkan jika dia sedang berada disamping kaisar?."


"Bukan begitu maksud saya yang mulia, hehe."


(-_-)Aduh,tuan semakin hari semakin sensitif saja.fikir Muso


"Ah, sudahlah."


Sedangkan kikiyo masih terlihat sangat tenang dan senyum tipisnya,


"Pamanku adalah seorang pemimpin dari organisasi pengikut bulan yang sangat terkenal itu dan anak buahnya sangat banyak,"


"Oh ya,kalau dia pemimpin dari organisasi pengikut bulan kenapa dia sama sekali tidak berani melawan Hugo,pengawal pribadi ku ini,,, Hugo."ucap kikiyo sambil memanggil Hugo


Hugo langsung maju kedepan dan mendekati paman sora.


"Apa kamu berani melawan ku."


"Ampun tuan Hugo hamba tidak berani."ucap pria itu sambil bersujud


"Bagus kalau kamu sadar diri dan asal kamu tahu siapa wanita yang ada didepan kamu sekarang,dia adalah sang bulan."


"Hah."wajah pria itu sangat terkejut, bagaimana mungkin wanita menjadi pemimpin bulan dan Hugo sangat patuh terhadap apa yang wanita itu perintahkan.


Sora dan ibunya pun serasa lemas seluruh badan saat tahu kalau calon permaisuri kekaisaran tengah adalah sang bulan pemimpin dari organisasi pengikut bulan.


Hugo kembali mendekati kikiyo.


"Nona, bagaimana sekarang."


"Bunuh mereka."


"Jangan yang mulia saya mohon jangan." Ucap Sora sambil berlinang air mata


"Oh ya kamu mau aku ampuni."


"Iya yang mulia permaisuri."ucap Sora


"Akuilah semua perbuatan kamu saat menggunakan plakat itu."


Sora sangat gugup saat diminta untuk mengakui semua perbuatannya,


"Aku, menggunakan plakat itu untuk meminta bantuan anak buah paman, untuk melakukan tugas yang aku berikan."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)