KIKIYO

KIKIYO
Hugo,Tora,Hima vs nyai



Sedangkan ditempat lain, kikiyo dan Yamato masih menunggangi kuda mereka masing-masing, kikiyo merasakan kalau akan terjadi hal yang buruk kali ini dan dengan segenap tenaga kikiyo ingin mencegahnya.


Sedangkan ditempat lain disebuah kuil diibu kota,tetua kuil melihat sesuatu dari dalam fikirannya saat sedang duduk lotus .


"Ternyata,dia memiliki kemampuan seperti aku rupanya,Hem,bagus sekali,semoga kemampuan itu bisa membawa kesejahteraan rakyat kekaisaran tengah ini." Ucap tetua kuil sambil tersenyum kecil


Hari telah berganti kikiyo dan Yamato sudah sampai diperbatasan antara kekaisaran selatan dengan kekaisaran timur,karena dikekaisaran timur sedang ada wabah penyakit yang menyebar.


Setiap orang yang ingin keluar dan masuk kekaisaran timur harus melewati beberapa pemeriksaan lebih dulu, kikiyo tidak bisa membongkar identitas suaminya jadi dia masuk menggunakan identitas miliknya sendiri.


Setelah kikiyo menunjukan plakat namanya, para penjaga langsung menunduk hormat.


"Salam yang mulia permaisuri kekaisaran tengah,saya sudah sangat tidak sopan, tolong maafkan saya."


"Ini sudah menjadi tugas ,jadi tidak masalah, apa aku sudah boleh lewat,aku hanya berdua dengan pengawalku saja."


"Tapi yang mulia,bisa untuk menyempatkan waktu untuk bertemu dengan jendral kami,."


"Untuk hal apa aku bertemu dengannya?."


"Ini karena wabah yang sedang terjadi, yang mulia,setahu saya yang mulia Kaisar timur mengutus seseorang untuk menemui anda diistana kekaisaran tengah untuk meminta bantuan."


"Ah, baiklah,dimana jendral kamu itu sekarang?."


"Beliau sedang berada di menara itu, yang mulia."ucap wakil sang jendral sambil menunjukan kearah sebuah bangunan tinggi.


Kikiyo dan Yamato melihat kearah bangunan itu,


"Istriku,ini sangat merepotkan,kita datang kesini dengan tujuan lain,bukan untuk membantu mereka,aku tidak setuju."ucap Yamato sambil mendekati kikiyo dan berbisik


"Bagaimana kalau kita lihat dulu suamiku, aku sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi dikekaisaran timur ini."


"Sayangku, bisakah kita tidak ikut campur urusan kekaisaran lain."ucap Yamato sambil menggenggam tangan kikiyo dari belakang


"Iya, sayang ku, suamiku,aku hanya ingin tahu saja,tenang oke."


Yamato pun langsung menenangkan hatinya sendiri,dia sangat senang saat mendengar ucapan dari mulut sang istri.


Wakil jendral itu pun langsung membawa kikiyo dan Yamato pergi kearah menara tinggi itu, untuk bertemu langsung dengan sang jendral.


Setelah mereka sampai disana, ternyata sang jendral itu sedang meminum arak sambil ditemani dengan dua orang wanita cantik dengan pakaian kurang bahan.


Wakil jendral pun terkejut dengan pemandangan itu,dia menjadi malu saat ingin mengatakannya kepada kikiyo.


"Ah,lebih baik kita tunggu saja,jendral sepertinya sedang sibuk."


Saat mendengar ucapan dari mulut wakil jendral itupun wajah kikiyo langsung berwajah gelap.


"Kamu fikir aku siapa?,."


Sebelum wakil jendral itu mengatakan sesuatu, Yamato sudah langsung mengajak kikiyo pergi, kikiyo juga sudah muak saat melihat pemandangan itu, bagaimana bisa seorang jendral sedang menikmati kesenangannya sedangkan banyak orang yang sedang terkena wabah.


Jenderalnya saja seperti ini,apa lagi kaisarnya.fikir kikiyo.


Yamato membantu sang istri untuk naik keatas kudanya,lalu mereka berdua melanjutkan perjalanannya, kikiyo menyempatkan untuk mengirimkan elang pembawa pesan kepada Hugo kalau dia dan kaisar sudah melewati perbatasan.


Ditempat lain Hugo,Tora dan Hima masih sedang mengawasi wanita tua disebuah toko disebuah desa,tak lama wanita tua itu menaiki kudanya dan pergi menuju sebuah pegunungan yang ada didekat desa itu.


Saat sudah berada didalam hutan,mereka kehilangan jejak siwanita tua itu.


"Ais,kemana dia pergi."ucap Tora


"Iya,cepat sekali dia."ucap Hima


Sedangkan Hugo masih bersikap waspada,


"Apa kalian sedang mencari ku?."


Mereka bertiga langsung melihat kearah suara dengan ekspresi wajah terkejut,lalu wanita tua itu langsung menebar serbuk beracun disekitar mereka.


Hugo langsung memperingatkan Tora dan juga Hima, mereka bertiga langsung menutupi mulut dan hidung .


Wanita tua itupun langsung tersenyum.


"Ternyata bawahan dari Dewi bulan hebat juga,bisa langsung menghindar dari serangan ku."


Hugo hanya menatap dengan wajah datarnya,memang benar perkiraan nyonya kalau wanita tua ini bukanlah orang sembarangan.


Sedangkan ditempat lain kikiyo merasakan kalau akan terjadi hal buruk, dengan masih menunggangi kudanya.


"Suami,apa kamu bisa memanggil Muso kesini."


"Muso aku perintahkan untuk mengikuti Hugo dari jauh,jadi kemungkinan besar Muso berada dilingkungan dekat Hugo sekarang."


"Baiklah,semoga kita tidak terlambat


Sekarang ditempat Hugo ,Tora dan hima mereka mulai bertarung dengan nyai karena saat Hugo bertanya tentang penyebar rumor dikekaisaran tengah,nyai tidak mau bicara dan malah menyerang Hugo lebih dulu.


Nyai berfikir kalau Hugo akan menjadi penghalang untuk kikiyo dalam merebut seluruh kekuasaan kekaisaran yang ada dibenua ini,selain Yamato dia membenci semua penghalang bagi sang cucu.


Hima dan Tora mulai tumbang,hanya tersisa Hugo yang masih berdiri tegak disana sambil memberikan beberapa obat untuk menahan racun dari serangan wanita tua itu.


"Oh,kamu hebat juga ya,bisa terus menghindar dari setiap seranganku, sepertinya kamu sudah belajar banyak dari Dewi bulan itu."


Hugo masih diam,tapi diamnya Hugo membuat wanita tua itu marah,


"Kenapa kamu tidak menjawab ucapan ku?."


"Itu tidak penting."


"Bedebah,pemuda sombong seperti kamu memang harus mati."


Dari jauh Muso melihat elang pembawa pesan milik kikiyo,dia langsung menangkapnya,dan mengirimkan balasan kembali,kini Muso juga siap untuk membantu Hugo.


Hugo yang merasakan kedatangan orang lain pun hanya bisa berteriak,Hugo sudah merasakan aura familiar milik Muso.


"Muso, tolong bawa Tora dan Hima pergi ketempat yang aman."teriak hugo


"Tidak, pemimpin tidak mengizinkan kita berpencar,kita semua harus bekerjasama." Ucap Tora yang berusaha untuk bangun


Muso langsung berjalan mendekati Hugo sambil berbisik,Hugo hanya menganggukan kepalanya saja.


"Baiklah, berhati-hati lah Muso,dia bukanlah wanita tua biasa,."


"Ya,aku sudah tahu."ucap Muso sambil menarik pedangnya


Hugo dan Muso bergabung untuk meringkus wanita tua itu, tentunya nyai juga tidak mau menyerah,dia adalah ratu ramuan yang sangat terkenal tapi semenjak dia jatuh cinta kepada kaisar Utara terdahulu dan dikhianati,dia menjadi sangat dendam dan bersumpah akan merebut seluruh kekuasaan kekaisaran dibenua ini.


Nyai memiliki stamina yang sangat baik, padahal diusianya sekarang itu tidak mungkin kalau tidak melihatnya secara langsung.


Hugo dan Muso mulai lemah,tapi Hugo masih bisa menutupi rasa lemahnya itu, bertarung tiada henti apa lagi nyai menggunakan racun juga sebagai tameng, supaya Hugo dan muso tidak bisa mendekatinya lebih dekat lagi.


Aku harus bertahan untuk mengulur waktu demi nyonya kikiyo.fikir Hugo


Hugo pun kembali menyerang,,,


______________________________


bersambung


(^∆^)